Mengenal Smiling Depression, Cara Menutupi Depresi dengan Tersenyum

Ladies, orang yang mengalami depresi biasanya akan terlihat dari raut mukanya yang sedih atau jarang tersenyum. Namun, tahukah kamu? Ternyata ada jenis depresi yang penderitanya terlihat baik-baik saja, bahkan mereka tersenyum ketika tampil di depan umum. Depresi semacam ini disebut dengan Smiling Depression.
Mengutip Medical News Today, Smiling Depression adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan seseorang yang menutupi depresinya di balik senyuman. Penderitanya akan terlihat bahagia di depan, tetapi pada kenyataannya orang tersebut sedang berputus asa atau mengalami kesedihan internal. Mereka menggunakan senyuman ini untuk meyakinkan orang lain bahwa mereka bahagia.
Akibatnya, jenis depresi ini sering tidak terdeteksi dan jarang mendapatkan penanganan yang sesuai. Jika dibiarkan akan menimbulkan dampak yang berbahaya bagi penderitanya, seperti ada risiko tinggi untuk melukai diri sendiri atau kematian karena bunuh diri.
Tanda-tanda penderita Smiling Depression
Orang dengan Smiling Depression biasanya dapat melakukan sebagian besar pekerjaan sehari-harinya dengan baik. Kehidupan sosialnya pun sering kali terlihat berjalan lancar, bahkan tampak ceria dan optimis. Meskipun tidak memiliki gejala secara nyata, ada beberapa hal yang bisa Ladies ketahui apakah orang lain sedang mengalami depresi atau tidak.
1. Perubahan nafsu makan
Dalam hal perubahan nafsu makan ini bisa terdapat dua kemungkinan. Pertama, beberapa orang menjadi makan berlebihan saat depresi atau yang kedua, beberapa orang kehilangan nafsu makan ketika depresi. Biasanya, perubahan berat badan menjadi tanda-tanda dari perubahan nafsu makan ini.
2. Perubahan kebiasaan tidur
Ada beberapa orang yang sulit bangun atau tidak ingin bangun tidur ketika mengalami depresi, karena tidak ingin memikirkan depresinya. Sementara, ada juga orang yang menjadi insomnia dan menunjukkan perubahan besar dalam kebiasaan tidurnya, seperti tetap terbangun di malam hari dan tidur di siang hari.
3. Perasaan putus asa
Hal ini memang tidak terlalu terlihat, tetapi biasanya orang dengan depresi ini menunjukkan rasa bersalah yang tinggi dan sering merasa tidak berharga.
4. Kehilangan minat dalam aktivitas
Seseorang dengan Smiling Depression mungkin tidak terlihat tertarik dengan aktivitas yang biasanya mereka sukai.
Alasan penderitanya menyembunyikan depresi
Sudah bukan rahasia jika ada seseorang yang tidak ingin mengungkapkan depresinya ke banyak orang. Ada berbagai alasan untuk menyembunyikannya, mulai dari melindungi privasinya, hingga takut dihakimi oleh orang lain. Untuk mengetahui lebih lanjut, berikut adalah beberapa kemungkinan alasan orang menyembunyikan depresinya, dikutip dari Verywell Mind.
1. Takut membebani orang lain
Biasanya, depresi dan rasa bersalah akan datang berbarengan. Akibatnya, banyak orang yang tidak ingin membebani orang lain dengan masalah yang sedang dihadapi. Biasanya, hal ini dialami oleh orang-orang yang terbiasa merawat dan mengayomi orang lain.
2. Perasaan malu
Orang dengan depresi biasanya memiliki pemikiran bahwa depresi merupakan tanda-tanda kelemahan dan kecacatan karakter yang harus dilepaskan, sehingga ketika mereka tidak mampu melepasnya, akan timbul perasaan malu.
3. Ada penolakan
Biasanya, orang berpikir dengan selalu tersenyum akan membuat orang lain melihat mereka terlihat baik-baik saja, sehingga lebih mudah diterima di lingkungannya. Ketika mereka menunjukkan rasa depresinya, orang itu akan merasa ada kekurangan dan akan mengalami penolakan.
4. Takut dihakimi
Kadang-kadang, penderita depresi khawatir atas konsekuensi secara pribadi dan profesionalnya jika mereka mengungkapkan perasaan. Misalnya, seseorang khawatir ditinggalkan oleh kekasihnya ketika kekasihnya tahu bahwa orang tersebut mengalami depresi.
5. Takut terlihat lemah
Orang dengan Smiling Depression tidak hanya khawatir orang lain akan melihat mereka sebagai orang yang lemah dan rentan, tetapi juga khawatir bahwa orang lain akan mengambil keuntungan ketika mengetahui bahwa mereka mengalami depresi. Mereka lebih suka menunjukkan penampilan luar yang keras daripada mengakui bahwa mereka membutuhkan bantuan.
6. Pandangan kebahagiaan yang tidak realistis
Untuk penyebab satu ini sering dipengaruhi oleh media sosial. Di media sosial, orang-orang menggambarkan kebahagiaan dengan cara yang tidak realistis, sehingga muncul perasaan bahwa penderita depresi adalah satu-satunya orang yang berjuang dengan kesehatan mental.
Cara mengatasi Smiling Depression
Jika ada seseorang yang mengalami Smiling Depression, akan lebih baik jika mengunjungi profesional untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat. Biasanya, dokter akan memberikan penanganan berupa terapi atau obat-obatan. Namun, mengutip Healthline, hal terpenting dari pemulihan depresi ini adalah membuka diri terhadap orang-orang di sekitar, seperti keluarga atau teman.
Jika Ladies sebagai pendengar, akan sangat baik jika kamu mendengarkan perasaan orang lain tanpa menghakimi, sehingga mereka merasa memiliki tempat untuk bercerita dan tidak perlu menyembunyikan depresinya lagi.
Nah, dengan mengetahui tentang Smiling Depression, Ladies akan memahami orang-orang di sekitarmu yang mengalami depresi, sehingga dapat membantu kamu untuk melakukan tindakan positif dan membantu orang tersebut.
