Kumparan Logo

Menilik 6 Perayaan International Women’s Day 2022 di Berbagai Negara Dunia

kumparanWOMANverified-green

·waktu baca 4 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Sejumlah wanita saat demonstrasi menjelang Hari Perempuan Internasional, di Ankara, Turki, Minggu (6/3/2022). Foto: Cagla Gurdogan/REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Sejumlah wanita saat demonstrasi menjelang Hari Perempuan Internasional, di Ankara, Turki, Minggu (6/3/2022). Foto: Cagla Gurdogan/REUTERS

Ladies, pada 8 Maret, perempuan di berbagai belahan dunia tengah bersukacita dalam semangat International Women’s Day (IWD) 2022. Tahun ini, IWD juga mengusung tema #BreakTheBias.

Tema ini diangkat untuk menyuarakan dan memperjuangkan kesetaraan perempuan di seluruh dunia. Melalui tema ini, perempuan di seluruh dunia diajak untuk mengupayakan kesetaraan gender dan dunia yang bebas dari bias, stereotip, dan diskriminasi.

Sama seperti kebanyakan hari besar, tentu saja IWD dirayakan dengan cara yang beragam. Ada negara yang memberikan cuti setengah hari untuk para karyawan perempuannya. Ada juga negara yang menyaksikan aksi para perempuan turun ke jalan, untuk memperjuangkan hak-hak mereka.

Nah, kumparanWOMAN sudah merangkum berbagai tradisi perayaan IWD di beberapa negara. Simak selengkapnya di bawah ini, ya, Ladies.

Ilustrasi pot berisi bunga. Foto: Carla Carniel/REUTERS

1. Rusia

Dikutip dari BBC, Hari Perempuan Internasional merupakan hari libur nasional di Rusia, lho, Ladies. Penetapan 8 Maret sebagai hari libur nasional di Rusia dimulai sejak 1965 silam, menurut Style.

Pada IWD dan beberapa hari di sekitarnya, tren penjualan bunga meroket hingga dua kali lipat. Hari besar ini juga menjadi ajang pemberian kado.

Biasanya, sebelum tanggal 8 Maret, orang-orang di Rusia sudah mulai berburu hadiah dan bunga untuk perempuan spesial mereka. Perayaan IWD ini bahkan membuat harga buket bunga melonjak, Ladies.

Ilustrasi cuti setengah hari. Foto: Shutterstock

2. China

Para karyawan perempuan di China ternyata diperlakukan bak “putri sehari” pada perayaan IWD. Dilaporkan BBC, perusahaan dan bos-bos di Negeri Tirai Bambu ini diajak untuk memberikan cuti setengah hari kepada para karyawan perempuan.

International Women’s Day telah diakui di China sejak 1949 silam, menurut EF. Sama seperti di Rusia, pada 8 Maret, laki-laki di China biasanya beramai-ramai memberikan hadiah kepada para perempuan terkasih di hidupnya.

Jika IWD dirayakan pada 8 Maret, tepat sehari sebelumnya, China merayakan Hari Anak Perempuan Nasional (Girls’ Day). Dikutip dari Language Insight, perayaan pada 7 Maret ini ditujukan khusus bagi perempuan yang masih duduk di bangku sekolah.

Ilustrasi bunga Mimosa. Foto: Yulia Mladich/Shutterstock

3. Italia

International Women’s Day di Italia disebut juga “la Festa della Donna”. Di negara beribu kota Roma ini, IWD dirayakan dengan memberikan bunga mimosa berwarna kuning kepada perempuan-perempuan terkasih. Menurut BBC, tradisi ini dipercaya dimulai di Roma setelah Perang Dunia II.

Dikutip dari Stylist, pemberian bunga mimosa kuning memiliki gestur yang sama dengan pemberian bunga mawar merah pada Hari Valentine. Romantis, ya, Ladies.

Menurut laporan Language Insight, IWD memang bukan hari libur nasional seperti di Rusia. Namun, para perempuan tetap diberikan hadiah spesial dalam beberapa tahun terakhir, lho.

Setiap tanggal 8 Maret, tiket masuk museum di penjuru Italia digratiskan bagi perempuan. Bahkan, di lebih dari 200 rumah sakit, biaya pemeriksaan medis (medical check-up) juga digratiskan untuk perempuan.

Sejumlah perempuan merayakan Hari Perempuan Internasional di Chicago, Illinois, AS. Foto: Scott Olson/Getty Images

4. Amerika Serikat

Amerika Serikat (AS) tidak menetapkan International Women’s Day sebagai hari nasional mereka. Namun, sepanjang bulan Maret ditetapkan sebagai Bulan Sejarah Perempuan (Women’s History Month), Ladies.

Menurut BBC, pada akhir bulan Februari setiap tahunnya, Presiden AS memberikan pesan-pesan untuk menyambut Bulan Perempuan. Ini merupakan bentuk penghormatan terhadap pencapaian perempuan-perempuan AS dari berbagai latar belakang suku bangsa dan ras.

Namun pada 8 Maret, berbagai kota besar di AS menyelenggarakan aksi, konferensi, serta acara-acara bisnis. Rangkaian kegiatan tersebut ditujukan untuk memperingati perjuangan para perempuan serta mendiskusikan harapan untuk menciptakan dunia yang lebih baik bagi semua.

Ilustrasi bunga tulip. Foto: Roman Choknadii/Shutterstock

5. Polandia

Menurut Language Insight, IWD di Polandia merupakan hari untuk merayakan pencapaian perempuan-perempuan berprestasi. Sama seperti beberapa negara lainnya, IWD menjadi ajang untuk menunjukkan apresiasi lewat pemberian kado.

Pada masa-masa hingga Perang Dunia II (1939–1945), perayaan hari perempuan hukumnya “wajib” di sekolah dan perkantoran. Pada saat ini, perempuan akan diberikan bunga anyelir (carnation) dan kado berupa barang-barang yang sulit ditemukan, seperti kopi hingga handuk.

Sekarang, IWD dirayakan dengan memberikan bunga tulip kepada para perempuan. Bahkan di kota-kota besar, tak jarang ada sejumlah laki-laki yang memberikan setangkai tulip kepada setiap perempuan yang ditemui di jalan.

Sejumlah wanita saat demonstrasi menjelang Hari Perempuan Internasional, di Ankara, Turki, Minggu (6/3/2022). Foto: Cagla Gurdogan/REUTERS

6. Turki

Kesejahteraan perempuan sudah lama menjadi isu yang sangat panas di Turki. Di negara beribu kota Ankara ini, perempuan kerap merasakan didiskriminasi dan menjadi korban kekerasan—baik domestik maupun seksual.

Dikutip dari Stylist, momen International Women’s Day di Turki menjadi ajang bagi para perempuan untuk turun ke jalanan dan menyerukan tuntutan mereka. Tak jarang, aksi protes—yang dilakukan tak hanya pada saat IWD—bentrok dengan aparat.

Contohnya pada aksi IWD 2016, aparat membubarkan pengunjuk rasa dengan menembakkan peluru karet ke arah mereka. Kemudian, pada IWD 2019 dan 2020, petugas bahkan mengerahkan gas air mata.

Kendati demikian, hal tersebut tidak mematahkan semangat perempuan Turki. Menuju International Women’s Day 2022, tepatnya pada Minggu (6/3), para perempuan turun ke jalan, lengkap dengan bendera dan banner berwarna ungu—warna dari IWD.

Dilaporkan Reuters, mereka menyerukan penghentian kekerasan terhadap perempuan—disebut juga sebagai “Femicide.”