Momen Donald Trump Ikut Ucapkan Selamat Tunangan ke Taylor Swift & Travis Kelce
·waktu baca 4 menit

Dari penggemar hingga tokoh publik beramai-ramai memberikan ucapan selamat atas pertunangan penyanyi Taylor Swift dan atlet American Football Travis Kelce, tak terkecuali Presiden Amerika Serikat Donald Trump.
Ucapan selamat tersebut diunggah dalam video TikTok oleh media AS NBC News dan video YouTube oleh Associated Press. Saat berita pertunangan itu diumumkan, Trump tengah menjalani rapat kabinet. Jurnalis yang meliput rapat tersebut pun menanyakan reaksi Trump soal kabar bahagia Taylor dan Travis itu.
“Saya akan menanyakan pertanyaan serius, tetapi saya harus mengatakan pada Anda, berita budaya populer tahun ini tersebar saat rapat Kabinet sedang berjalan. Travis Kelce dan Taylor Swift bertunangan, dan dunia menginginkan reaksi Anda,” ucap jurnalis tersebut kepada Trump, diikuti oleh suara tertawa beberapa orang di ruangan.
Donald Trump langsung merespons pertanyaan itu dengan mendoakan yang terbaik untuk Taylor Swift dan Travis Kelce.
“Ya, saya mendoakan keberuntungan untuk Travis. Menurut saya, Travis adalah atlet yang luar biasa. Dia adalah pria yang baik, dan menurut saya, Taylor adalah orang yang hebat. Jadi, saya mendoakan banyak keberuntungan bagi mereka,” balas Trump.
Kabar ini menjadi sorotan mengingat Taylor Swift dan Donald Trump memiliki sejarah panjang tidak menyukai satu sama lain. Dalam berbagai kesempatan, Trump sering kali mengejek dan menunjukkan ketidaksukaannya terhadap Taylor secara publik, pun Taylor terhadap Trump.
Dilansir Euronews, dulu Donald Trump beberapa kali memuji Taylor Swift di hadapan publik. Namun, bad blood antara keduanya dimulai pada 2018, ketika Taylor secara terang-terangan mengungkapkan dukungan kepada politisi Partai Demokrat.
Partai Demokrat adalah rival Donald Trump yang datang dari Partai Republik. Trump saat itu mengatakan, kesukaannya terhadap lagu-lagu Taylor Swift berkurang 25 persen.
Kemudian, pada 2020, sang penyanyi mengkritik kebijakan Donald Trump serta tindak-tanduk Trump yang menurut Taylor mempromosikan supremasi kulit putih dan rasisme di Amerika Serikat. Lewat cuitan di X (dulu Twitter), Taylor mengecam Trump dan menegaskan, ia tidak akan memilih Trump di Pemilihan Presiden 2020.
Dilansir Time, pada September 2023, Donald Trump merespons berita soal hubungan asmara Taylor dan Travis Kelce. Kala itu, pasangan tersebut baru saja resmi berpacaran. Trump pun meyakini Taylor dan Travis tidak akan langgeng.
“Saya mendoakan yang terbaik untuk mereka. Saya harap mereka menikmati hidup mereka, mungkin bersama-sama, mungkin tidak; tapi, kemungkinan besar tidak,” kata Trump dalam wawancara dengan media The Daily Caller.
Lalu, di tahun politik AS, tepatnya pada Februari 2024, Trump kembali menyinggung Taylor. Dia mengatakan, jika Taylor tidak memberikan dukungan kepada Trump, tandanya Taylor tidak loyal padanya. Saat itu, sang musisi belum mengumumkan siapa calon presiden yang akan dia pilih saat Pilpres. Namun, sejak 2020 Taylor sudah mengakui bahwa dia adalah pendukung Partai Demokrat.
Mendekati hari pemilu, Taylor Swift pun membagikan unggahan di Instagram yang berisi dukungan penuh untuk Kamala Harris, politikus Partai Demokrat yang merupakan lawan Trump di Pilpres AS 2024. Ini merupakan respons Taylor terhadap video buatan AI yang menunjukkan sang musisi mendukung Donald Trump di Pilpres.
Menjawab dukungan Taylor kepada Kamala Harris, Trump langsung membagikan unggahan di platform media sosial miliknya, Truth Social, yang menunjukkan kebencian terhadap Taylor. Trump menulis, “SAYA BENCI TAYLOR SWIFT!”
Di Mei 2025, Trump kembali menyinggung Taylor di unggahan Truth Social miliknya. Presiden ke-47 AS itu mengatakan bahwa Taylor Swift tak lagi “hot”, kata yang bisa bermakna “seksi” atau “sensasional”.
“Adakah yang menyadari bahwa sejak saya mengatakan ‘SAYA BENCI TAYLOR SWIFT’, ia tidak lagi ‘HOT?’” tulis Trump.
Tiga bulan setelahnya, tepatnya pada Agustus 2025, Trump lagi-lagi membawa nama Taylor dalam unggahan Truth Social.
“Lihat saja Taylor Swift si penyanyi woke. Semenjak saya memperingatkan kepada dunia lewat ucapan saya di TRUTH bahwa saya tidak menyukai dia (BENCI!), dia diolok-olok di pertandingan Super Bowl dan menjadi TAK LAGI HOT,” ungkap Trump.
