Kumparan Logo

Normalkah Keluar Cairan Keputihan Setiap Hari? Ini Penjelasan Medisnya

kumparanWOMANverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Keputihan pada vagina. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Keputihan pada vagina. Foto: Shutterstock

Keputihan merupakan kondisi yang normal terjadi pada perempuan. Tak hanya terjadi pada perempuan dewasa, remaja perempuan turut mengalaminya.

Dilansir dari Family Doctor, keputihan adalah keluarnya cairan putih atau bening yang berasal dari kelenjar di dalam vagina. Kelenjar ini menghasilkan sejumlah cairan yang juga dikenal sebagai sekresi vaginal. Cairan ini mengalir keluar dari vagina dan membawa sel-sel lama yang telah melapisi vagina.

Namun, apakah keluar cairan keputihan setiap hari dapat dikatakan normal? Yuk, temukan jawabannya seperti yang telah kumparanWOMAN rangkum dari berbagai sumber berikut ini, Ladies.

Apakah normal keputihan setiap hari?

Ilustrasi keputihan. Foto: Shutterstock

Keputihan mengandung sel-sel vagina, bakteri, lendir, atau cairan yang diproduksi oleh vagina dan leher rahim. Keputihan membantu melindungi saluran vagina dan saluran kemih terhadap infeksi, serta memberikan pelumasan ke jaringan vagina. Ini adalah cara tubuh menjaga vagina tetap sehat dan bersih.

Jumlah cairannya dapat bervariasi pada tiap perempuan. Beberapa mengalami keputihan setiap hari, sementara yang lain lebih jarang mengalaminya. Dengan kata lain, keputihan setiap hari dapat dikatakan sebagai hal yang normal.

Bagaimana cara mengetahui keputihan saya normal?

Keputihan yang normal memiliki beberapa tujuan; membersihkan dan melembabkan vagina, serta membantu mencegah dan melawan infeksi. Jika warna, tekstur, dan jumlah keputihan berubah pada waktu yang berbeda dalam sebulan selama siklus menstruasi adalah wajar dialami remaja perempuan.

Dikutip dari pusat informasi kesehatan yang berbasis di Amerika Serikat (AS), Wolters Kluwer, perempuan yang menopause biasanya memiliki keputihan akibat hormon estrogen yang rendah.

Sedangkan, perempuan yang masih mengalami perimenopause adalah normal untuk memiliki sekitar dua hingga lima mililiter (ml) atau setara dengan satu setengah hingga satu sendok teh keputihan dengan warna putih atau bening, tebal, seperti lendir dan sebagian besar tidak berbau setiap hari.

Ilustrasi keputihan Foto: Shutterstock

Jumlah keputihan dapat bervariasi pada waktu yang berbeda selama siklus menstruasi. Ini mungkin menjadi lebih terlihat pada waktu-waktu tertentu, seperti selama kehamilan, penggunaan alat kontrasepsi, menjelang ovulasi, dan pada minggu sebelum siklus menstruasi.

Keputihan biasanya berwarna bening atau seperti susu dan tidak berbau. Warna dan ketebalan cairan berubah dengan siklus menstruasi. Cairan keputihan biasanya lebih kental saat berovulasi, menyusui, atau bergairah secara seksual.

Tanda keputihan tidak normal

Ilustrasi keputihan. Foto: Getty Images

Seperti yang telah dijelaskan, keputihan membantu melindungi saluran vagina dan saluran kemih terhadap infeksi. Karena itu, keputihan normal terjadi pada perempuan. Namun, ada pula keputihan yang tidak normal disertai beberapa gejala berikut ini:

  • Gatal pada vulva, lubang vagina, atau labia.

  • Kemerahan, terbakar, pegal, atau bengkak pada kulit vulva.

  • Keluarnya cairan keputihan dengan warna kuning kehijauan atau berbusa.

  • Mengeluarkan bau busuk.

  • Rasa sakit saat berhubungan seks atau buang air kecil.

  • Nyeri perut atau panggul.

Ladies, itulah fakta mengenai normal tidaknya mengalami keputihan setiap hari. Jika kamu mengalami gejala keputihan yang tidak normal, jangan ragu untuk segera berkonsultasi dengan dokter.