Pentingnya Minum Air Mineral dan Anjuran yang Tepat Selama Bulan Puasa

22 April 2021 10:12
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Ilustrasi air putih dan kurma Foto: dok.shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi air putih dan kurma Foto: dok.shutterstock
ADVERTISEMENT
Ladies, memasuki bulan puasa, waktu mengkonsumsi air mineral akan mengalami perubahan. Apabila kamu terbiasa mengkonsumsi di pagi, siang, sore, hingga malam, di bulan puasa ini, kamu hanya diperbolehkan mengkonsumsinya ketika buka puasa dan sahur saja.
ADVERTISEMENT
Lantas dengan perubahan seperti itu, apakah tubuh akan mengalami yang namanya dehidrasi karena kekurangan air yang diterima tubuh? Jawabannya tentu tidak. Menurut dr. Diana Sunardi, M.Gizi selaku Ketua Indonesia Hydration Working Group, puasa tidak akan berdampak dehidrasi apabila kamu memperhatikan makanan dan minuman yang akan dikonsumsi.
Batasan konsumsi air mineral. Foto: Thinkstock
zoom-in-whitePerbesar
Batasan konsumsi air mineral. Foto: Thinkstock
"Semuanya tergantung dari bagaimana kita mengatur makan dan minum saat buka puasa hingga sahur. Jadi tidak memberikan efek dehidrasi, turun berat badan, dan perubahan komposisi tubuh. Tapi kalau tidak membayar cairan dari buka puasa hingga sahur, baru bisa mengalami yang namanya dehidrasi," jelas dr. Diana dalam talkshow virtual Aqua Ramadan pada Selasa (20/4).
Dehidrasi yang dialami seseorang tentu tidak bisa dianggap sepele, karena dampaknya akan berpengaruh ke berbagai macam organ tubuh seperti ginjal, infeksi saluran kemih, dan sebagainya. Maka itu, saat berpuasa, asupan air mineral ke dalam tubuh tidak boleh kurang.
ADVERTISEMENT
dr. Diana sendiri menyarankan untuk tetap minum air mineral tetap 8 gelas sehari. Pembagiannya pun tidak mudah, kamu bisa mengikuti metode 2-4-2 agar tubuh tetap terhidrasi dan meskipun di bulan puasa.
Minum Air Mineral  Foto: Thinkstock
zoom-in-whitePerbesar
Minum Air Mineral Foto: Thinkstock
Lagipula, frekuensi mengkonsumsi 8 gelas sehari merupakan angka minimal karena manusia membutuhkan setidaknya 2 liter air yang masuk ke dalam tubuhnya. Terlebih 80 persen cairan tubuh manusia merupakan air. Jika 80 persen itu menurun setidaknya 1 sampai 2 persen, maka akan berpengaruh pada tingkat kognitif manusia seperti sulit berkonsentrasi, mudah ngantuk, dan lainnya.
"Penelitian menunjukkan hanya 1-2 persen cairan tubuh hilang saja, daya ingat itu menurun, mudah cemas, konsentrasi turun, mudah mengantuk karena dehidrasi,” ungkap dr. Diana kembali.
Untuk mengatasi itu, dr. Diana menyebutkan bahwa ketika puasa pun, manusia perlu mengkonsumsi air setidaknya 8 gelas dengan metode 2-4-2. Apa artinya? Ketika Maghrib atau buka puasa, kamu mengkonsumsi 2 gelas air, dilanjutkan 4 gelas air pada waktu solat maghrib hingga menjelang tidur, 2 gelas terakhir kamu konsumsi saat akan sahur.
com-Ilustrasi minum air putih Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
com-Ilustrasi minum air putih Foto: Shutterstock
"Tubuh kita itu pada saat puasa membutuhkan 8 gelas air per hari, minum es cendol dan es teler perlu 8 gelas air per harinya. Bedug maghrib minum 2 gelas, selesai shalat maghrib sampai mau tidur itu minimal 4 gelas air, kemudian pada saat sahur minimal 2 gelas air," jelas dr. Diana.
ADVERTISEMENT
Mengkonsumsi minuman manis untuk berbuka juga tidak boleh terlalu sering, Ladies. Penyebabnya karena berat badan akan lebih mudah mengalami kenaikan dan mengakibatkan munculnya berbagai penyakit seperti diabetes.
"Berbuka dengan yang manis-manis boleh, tapi dibatasi karena tubuh hanya butuh sedikit saja untuk menetralisir setelah berpuasa. Jadi pelan-pelan dan tak boleh berlebihan," tutupnya.
Penulis: Johanna Aprillia