Kumparan Logo

Perbedaan Growth Mindset & Fixed Mindset untuk Tingkatkan Kualitas Hidup

kumparanWOMANverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi perempuan karier. Foto: Gorodenkoff/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi perempuan karier. Foto: Gorodenkoff/Shutterstock

Ladies, kamu pasti sudah tidak asing lagi dengan istilah growth mindset dan fixed mindset. Namun, sayangnya masih banyak orang yang belum memahami perbedaan antara kedua jenis pola pikir ini. Padahal ketika memahami pola pikir ini, kamu bisa meningkatkan kualitas hidup, lho.

Dikutip dari situs resmi American Psychological Association, kedua jenis pola pikir ini pertama kali dipopulerkan oleh Carol Dweck, PhD, profesor psikologi di Stanford University, melalui bukunya yang berjudul Mindset: The New Psychology of Success.

Dalam buku tersebut, Dweck menjelaskan setiap orang memiliki pola pikir berbeda yang bisa memengaruhi bakat dan kecerdasan yang dimiliki serta tindakan yang dilakukan.

Lantas, apa saja perbedaan dari growth mindset dan fixed mindset yang perlu diketahui? Yuk simak penjelasan lengkapnya di artikel berikut ini.

Pengertian growth mindset dan fixed mindset

com-Ilustrasi berpikir Foto: Shutterstock

Growth mindset berarti kamu percaya bahwa kecerdasan dan bakat yang dimiliki dapat dikembangkan seiring berjalannya waktu.

Sementara fixed mindset merupakan pola pikir yang membuat kamu percaya bahwa kecerdasan itu tetap. Jadi jika ada suatu bidang yang tidak kamu kuasai, kamu percaya bahwa hal itu tidak akan pernah bisa dipelajari.

Pemilik growth mindset percaya bahwa usaha dapat mengubah pola pikir

Pemilik growth mindset percaya bahwa kemampuan dapat dikembangkan melalui dedikasi dan kerja keras. Orang-orang dengan pola pikir ini merasa percaya diri untuk mengejar tujuan dengan ambisius dan percaya diri.

Pemilik growth mindset juga percaya tidak hanya mereka yang dapat berubah dan berkembang untuk mencapai tujuan yang diinginkan. Mereka yakin bahwa orang lain juga dapat melakukan hal yang sama, terlepas dari masa lalu yang telah terjadi. Mereka dikenal juga sebagai sosok yang inovatif dan kreatif.

Ilustrasi perempuan dengan growth mindset. Foto: Shutterstock

Mereka memanfaatkan peluang untuk pengembangan diri. Pemilik growth mindset menghargai perjuangan dan melihat kegagalan sebagai proses menuju kesuksesan. Beberapa ciri khas orang yang memiliki growth mindset antara lain:

  • Semangat dan berusaha lebih keras untuk belajar

  • Percaya kecerdasan dapat ditingkatkan

  • Percaya bahwa usaha tidak akan mengkhianati hasil

  • Percaya bahwa kegagalan hanya sementara

  • Senang mendapat feedback sebagai suatu cara untuk belajar

  • Bersedia menerima tantangan

Pemilik fixed mindset menganggap kecerdasan dan bakat tidak bisa diubah

Orang yang memiliki fixed mindset percaya bahwa kemampuan, bakat, dan sifat, seperti kecerdasan itu bersifat permanen. Mereka cenderung sering menghindari tantangan dalam hidup.

Selain itu, mereka juga mudah menyerah dan sering merasa terintimidasi atau terancam ketika melihat orang lain berhasil. Hal ini karena mereka meyakini bahwa kecerdasan dan bakat sebagai sesuatu yang tidak dapat dikembangkan.

Pola pikir ini dapat menyebabkan pikiran negatif, misalnya ketika gagal dalam suatu tugas, itu karena mereka tidak cukup pintar untuk mengerjakannya. Mereka percaya bahwa sifat individu tidak dapat berubah, tidak peduli seberapa keras usaha yang telah dilakukan.

Ilustrasi berpikir. Foto: Cast Of Thousands/Shutterstock

Beberapa ciri khas orang yang memiliki fixed mindset antara lain:

  • Percaya kecerdasan dan bakat itu statis

  • Sering menghindari tantangan agar tidak alami kegagalan

  • Mengabaikan feedback atau umpan balik dari orang lain

  • Merasa terancam dengan kesuksesan orang lain

  • Menyembunyikan kekurangan agar tidak dihakimi oleh orang lain

  • Percaya bahwa berusaha tidak ada artinya

  • Mudah menyerah

Nah, itu tadi penjelasan mengenai perbedaan dari growth mindset dan fixed mindset yang wajib kamu ketahui. Kira-kira jenis pola pikir mana yang kamu miliki, Ladies?