Kumparan Logo

Perdana Menteri Perempuan Termuda Thailand Dipecat, Apa Alasannya?

kumparanWOMANverified-green

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Paetongtarn Shinawatra, Perdana Menteri perempuan termuda Thailand, dipecat dari jabatannya pada Jumat (29/8/2025). Foto: Athit Perawongmetha/REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Paetongtarn Shinawatra, Perdana Menteri perempuan termuda Thailand, dipecat dari jabatannya pada Jumat (29/8/2025). Foto: Athit Perawongmetha/REUTERS

Perdana Menteri perempuan termuda Thailand, Paetongtarn Shinawatra, dipecat dari jabatannya pada Jumat (29/8). Mahkamah Konstitusi memecat Paetongtarn atas dasar pelanggaran etika akibat sebuah percakapan telepon yang bocor pada Juni lalu.

Dilansir Reuters, perempuan yang juga dipanggil Ung Ing ini menjadi perdana menteri kelima Thailand yang dipecat oleh Mahkamah Konstitusi dalam 17 tahun terakhir. Ia dicabut dari posisinya usai satu tahun menjabat. Menurut MK, Paetongtarn melanggar standar etik akibat percakapan teleponnya bersama eks pemimpin Kamboja, Hun Sen, bocor.

Dalam perbincangan telepon tersebut, Paetongtarn menyebut Hun Sen dengan sapaan “uncle” atau “paman”. Menurut Associated Press, Paetongtarn juga terdengar mengkritik jenderal pasukan bersenjata Thailand sembari mendiskusikan situasi perbatasan negara Thailand dan Kamboja yang memanas.

Perdana Menteri Thailand Paetongtarn Shinawatra memberikan salam hormat usai Mahkamah Konstitusi Thailand menangguhkannya dari tugas sambil menunggu kasus yang menuntut pemecatan di Bangkok, Thailand, Selasa (1/7/2025). Foto: Athit Perawongmetha/Reuters

Di akhir Juni, konflik pun meletus. Thailand dan Kamboja terlibat dalam agresi bersenjata selama lima hari. Puluhan orang tewas dan 260 ribu orang tergusur akibatnya.

MK mengatakan, dalam percakapan telepon itu, Paetongtarn mengutamakan kepentingan pribadinya di atas kepentingan negara. Ung Ing Shinawatra juga disebut telah merusak reputasi Thailand dan berlaku tak jujur.

“Akibat hubungan pribadi yang tampak selaras dengan Kamboja, Tertuduh (Paetongtarn) secara konsisten bersedia untuk mematuhi atau bertindak sesuai dengan keinginan pihak Kamboja,” jelas Mahkamah Konstitusi Thailand, dikutip dari Reuters.

Perdana Menteri termuda Thailand, Paetongtarn Shinawatra. Foto: Chalinee Thirasupa/REUTERS

Pada konferensi pers di hari yang sama, Paetongtarn mengatakan bahwa ia menerima keputusan dari mahkamah dan meminta maaf. Namun, ia juga menegaskan bahwa ia tidak bersalah dalam percakapan telepon tersebut.

“Yang saya inginkan adalah melindungi hidup rakyat, baik itu militer maupun warga sipil. Saya kala itu bertekad untuk melakukan apa pun yang saya bisa untuk melindungi hidup mereka sebelum terjadinya kekerasan,” ujar Paetongtarn.

Sebelum dipecat, Paetongtarn Shinawatra telah dinonaktifkan oleh MK sejak 1 Juli 2025 akibat kasus tersebut.

Sosok Paetongtarn Shinawatra

Mantan Perdana Menteri Thailand Thaksin Shinawatra dan putrinya serta Perdana Menteri yang baru terpilih Paetongtarn Shinawatra tiba sebelum upacara pengesahan kerajaan yang menunjuk Paetongtarn sebagai perdana menteri baru Thailand, Minggu (18/8). Foto: Sakchai Lalit/AP Photo

Paetongtarn Shinawatra adalah orang termuda yang pernah menjabat sebagai PM Thailand. Ia juga merupakan perempuan kedua yang menduduki jabatan ini setelah tantenya, Yingluck Shinawatra, yang memimpin pada 2011–2014.

Ung Ing adalah putri dari mantan PM Thailand Thaksin Shinawatra yang digulingkan dalam kudeta pada 2006. Datang dari partai Pheu Thai, Paetongtarn merupakan keturunan dari dinasti politik terkuat di Thailand.

Ia dilantik sebagai PM pada 18 Agustus 2024 saat usianya masih 38 tahun. Paetongtarn menggantikan pendahulunya, Srettha Thavisin, yang juga dipecat MK akibat pelanggaran etik. Paetongtarn menjadi PM Thailand dengan pengalaman minim bekerja di pemerintahan.

Perdana Menteri termuda Thailand, Paetongtarn Shinawatra. Foto: Chalinee Thirasupa/REUTERS

Sebelum terjun ke dunia politik, Ung Ing berkarier dalam dunia bisnis. Perempuan lulusan University of Surrey Inggris ini mengelola bisnis hotel keluarga. Ia juga pernah menjabat sebagai CEO dari jaringan properti mewah, termasuk Rosewood Bangkok.

Paetongtarn menarik perhatian saat ia sibuk menjalani kampanye perdana menteri di 2023 lalu. Ia berkampanye dalam keadaan hamil tua dan melahirkan anaknya dua pekan sebelum hari polling.