Kumparan Logo

Perempuan Lebih Sulit Move On dari Pasangan yang Selingkuh, Ini Alasannya

kumparanWOMANverified-green

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi perempuan menangis. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi perempuan menangis. Foto: Shutterstock

Ladies, kamu mungkin mengetahui betapa sulitnya untuk bisa move on dari mantan pacarmu. Kenangan indah yang kamu lalui bersamanya kerap kali menahan kamu untuk melepaskan si dia dari hati dan pikiran. Namun ternyata, bukan hanya kenangan indah yang bisa membuatmu kesulitan move on; peristiwa buruk seperti perselingkuhan juga bisa menahan kamu.

Berakhirnya sebuah hubungan memang menyakitkan. Tak jarang, perempuan yang baru saja putus dari pasangannya merasa kebingungan, galau, dan sedih berkepanjangan. Begitupun dengan pasangan yang putus akibat perselingkuhan, menurut Nina Rubin, psikoterapis dan life coach asal Amerika Serikat.

“Memang sangat berat untuk bangkit dan maju ke depan ketika kamu pernah diselingkuhi,” ucap Nina, sebagaimana dikutip dari Elite Daily.

Ilustrasi selingkuh. Foto: Shutter Stock

Mungkin kamu berpikir bahwa orang yang diselingkuhi akan lebih mudah untuk berpindah ke lain hati, karena ingin mencari kedamaian usai “badai perselingkuhan” yang ditempuh. Menurut PsychCentral, orang yang diselingkuhi akan merasakan berbagai macam emosi negatif, seperti marah, rasa bersalah, rasa terluka, hingga menyalahkan diri sendiri.

“Rasa sakit itu terasa seperti kehilangan besar — kehilangan orang yang kamu pikir kamu kenal dan percaya, atau kehilangan hubungan asmara versimu sendiri,” ucap Babita Spinelli, psikoterapis terlisensi dari New York, dikutip dari PsychCentral.

Namun, rasa sakit yang dirasakan ketika diselingkuhi justru bisa membuatmu lebih kesulitan melupakan si dia. Dilansir Elite Daily, ada dua alasan mengapa perselingkuhan justru membuat perempuan lebih susah move on dari pasangan. Berikut penjelasannya, Ladies.

Perselingkuhan merusak kepercayaan

Ilustrasi pasangan bertengkar. Foto: Kmpzzz/shutterstock

Ketika kamu menjalin hubungan dengan seseorang, kamu mungkin tak ragu untuk mencurahkan segala perasaan kepada dia. Kamu juga akan mempercayai dia untuk menjaga hati kamu.

Saat orang yang kamu beri kepercayaan itu selingkuh, artinya dia merusak kepercayaan kamu yang berharga. Perselingkuhan juga menghancurkan fondasi dari hubungan asmara, yakni trust atau kepercayaan terhadap satu sama lain.

Perselingkuhan secara fisik maupun emosional memotong arteri utama dari sebuah hubungan: Kepercayaan terhadap satu sama lain. Ketika kamu diselingkuhi, kamu tidak akan lagi bisa mempercayai pasanganmu. Hal tersebut sangat menyakitkan,” ucap Nina, sebagaimana dikutip dari Elite Daily.

Ilustrasi perempuan menyendiri. Foto: Shutter Stock

Orang yang diselingkuhi mungkin akan ketakutan untuk mempercayai hatinya lagi kepada orang lain, karena takut kejadian yang sama kembali terulang.

Rasa sakit akibat perselingkuhan bukan satu-satunya alasan kamu menjadi kesulitan untuk move on dari si dia. Menurut Cherlyn Chong, dating coach asal Singapura, rasa kecewa dan amarah juga akan menahan kamu.

“Rasanya sakit ketika mengetahui mantan kekasihmu itu telah merusak janji-janji mereka terhadap kamu, dan kamu menghabiskan waktu dan energi untuknya,” jelas Cherlyn, dikutip dari Elite Daily.

Perselingkuhan membuatmu rendah diri

Ilustrasi selingkuh. Foto: Getty Images

Selain membuat kamu sulit percaya dengan orang lain, perselingkuhan juga membuatmu rendah diri. Kepercayaan diri yang rusak bisa membuatmu terpuruk dan merasa selalu kurang. Tak jarang, orang yang diselingkuhi akan menyalahkan dirinya sendiri atas perselingkuhan yang dilakukan pasangannya.

“Bukan cuma kehilangan sebuah hubungan, kamu juga merasakan perasaan malu akibat merasa digantikan oleh orang lain yang ‘lebih baik.’ Kamu pun akan sering berpikir, apakah mereka lebih cantik, tinggi, lebih lucu, atau bahkan lebih baik dalam bercinta dibandingkan kamu,” ucap Cherlyn.

Hilangnya kepercayaan diri itu diikuti dengan membandingkan diri kamu dengan perempuan yang menjadi selingkuhan pasanganmu. Alhasil, kamu akan dipenuhi dengan rasa sakit dan kamu justru pada berfokus pada ‘kekurangan’ kamu, bukannya berfokus untuk memulihkan hati yang terluka.

Ilustrasi perempuan menangis. Foto: Shutterstock

Padahal, perselingkuhan sama sekali bukan kesalahan orang yang diselingkuhi. Perselingkuhan terjadi atas keputusan dan kemauan orang yang berselingkuh, sehingga tanggung jawab dan kesalahan sepenuhnya ada di tangan dia.

“Perselingkuhan bukan disebabkan karena kamu kurang baik. Hal yang kamu lakukan juga bukan alasan perselingkuhan terjadi. Selingkuh adalah keputusan mereka seorang. Selingkuh itu memiliki beberapa lapis, dan terkadang, alasan mereka berselingkuh bisa lebih dalam dan kompleks,” ujar Cherlyn.

Ladies, itulah dua alasan kenapa perempuan lebih susah move on dari pasangan yang selingkuh. Selalu ingat bahwa perselingkuhan bukanlah kesalahan korban, dan kamu bisa pulih dari luka-luka di hatimu.