Perempuan Tertua di Dunia Asal Jepang Meninggal di Usia 119 tahun
·waktu baca 2 menit

Seorang perempuan asal Jepang yang diakui sebagai orang tertua di dunia meninggal dunia pada Selasa (19/4) di usia 119 tahun. Perempuan tersebut lahir pada tanggal 2 Januari 1903 dengan nama Kane Tanaka. Tanaka meninggal karena usia tua di sebuah rumah sakit di Fukuoka, Jepang, yang juga merupakan kampung halamannya.
Tanaka diakui oleh Guinness World Records sebagai orang tertua pada tahun 2019, saat ia berusia 116 tahun. Mengutip dari AP News, Tanaka sempat mengatakan kepada media bahwa ia masih ingin menikmati hidup dan berharap bisa hidup sampai 120 tahun. Menurut unggahan di akun Twitter keluarganya pada tanggal 13 April 2022, Tanaka sempat jatuh sakit dan beberapa kali dipulangkan dari rumah sakit.
“Terima kasih atas komentar Anda tentang kondisi fisik Kako. Sebenarnya, saya telah jatuh sakit baru-baru ini, dan saya telah dirawat di rumah sakit dan dipulangkan berulang kali. Bahkan dalam keadaan seperti itu, sepertinya dia ingin makan cola, oronamin C, dan cokelat. Sekarang dia berharap bisa merasa lebih baik,” seperti yang tertulis dalam unggahan tersebut.
Dikutip dari laman resmi Guinness World Records, semasa hidupnya, Kane Tanaka pernah terpilih menjadi salah satu pembawa obor untuk Relay Obor Olimpiade Tokyo 2020, meskipun partisipasinya dibatalkan karena COVID-19.
Meninggalnya Tanaka juga meninggalkan kesedihan bagi pejabat setempat. Mengutip AP News, Gubernur Fukuoka, Seitaro Hattori mengatakan bahwa ia terkejut dan sedih atas kepergian Tanaka. Padahal, Hattori sangat menantikan untuk merayakan Hari Penghormatan untuk Lansia yang diperingati setiap minggu ketiga di hari Senin di bulan September.
“Saya hanya bisa melihatnya lewat foto yang dihias karangan bunga dan membuat tanda 'peace' dengan jarinya, tapi itu membuat saya senang. Dia memberi orang-orang harapan untuk umur panjang yang sehat," kata Hattori, dikutip dari AP News.
