Perempuan yang Rutin Makan Cokelat Punya Risiko Gagal Jantung Lebih Rendah
ยทwaktu baca 3 menit

Bagi banyak orang, cokelat identik dengan camilan manis yang sering dianggap kurang sehat. Namun, sejumlah penelitian justru menemukan bahwa konsumsi cokelat dalam jumlah sedang berkaitan dengan kesehatan jantung yang lebih baik.
Salah satu studi yang cukup banyak dibahas adalah penelitian tentang hubungan konsumsi cokelat dan risiko gagal jantung pada perempuan usia paruh baya hingga lansia.
Penelitian berjudul Chocolate Intake and Incidence of Heart Failure: A Population-Based Prospective Study of Middle-Aged and Elderly Women diterbitkan pada 2010 dalam jurnal Circulation: Heart Failure. Studi ini dilakukan oleh Elizabeth Mostofsky, Emily B. Levitan, Alicja Wolk, dan Murray A. Mittleman dari Harvard Medical School dan Karolinska Institutet.
Penelitian tersebut melibatkan 31.823 perempuan di Swedia berusia 48 hingga 83 tahun yang dipantau selama sekitar sembilan tahun. Para peserta diminta mengisi kuesioner mengenai pola makan dan gaya hidup, termasuk seberapa sering mereka mengonsumsi cokelat.
Hasil penelitian menunjukkan adanya pola yang cukup menarik. Dibanding perempuan yang tidak rutin makan cokelat, mereka yang mengonsumsi cokelat satu hingga tiga kali per bulan memiliki risiko gagal jantung 26 persen lebih rendah.
Sementara itu, perempuan yang makan cokelat satu hingga dua kali seminggu memiliki risiko gagal jantung 32 persen lebih rendah. Namun, manfaat tersebut tidak terlihat pada peserta yang mengonsumsi cokelat hampir setiap hari.
"Konsumsi cokelat rutin dalam jumlah sedang berkaitan dengan angka rawat inap atau kematian akibat gagal jantung yang lebih rendah," tulis para peneliti dalam kesimpulan mereka.
Namun, mereka juga menegaskan bahwa hubungan perlindungan tersebut tidak ditemukan pada konsumsi satu porsi atau lebih per hari.
Adapun satu porsi cokelat yang dimaksud dalam studi ini setara dengan sekitar 19 hingga 30 gram. Sementara itu, jenis cokelat yang paling banyak dikonsumsi peserta juga justru bukan dark chocolate, melainkan milk chocolate atau cokelat manis. Hal ini terjadi karena pada akhir 1990-an, dark chocolate belum terlalu populer di Swedia.
Meski begitu, para peneliti menduga manfaat tersebut berkaitan dengan kandungan flavonoid dalam cokelat. Flavonoid merupakan senyawa antioksidan yang dipercaya dapat membantu menjaga kesehatan pembuluh darah, menurunkan tekanan darah, mengurangi peradangan, dan mendukung fungsi jantung.
Penelitian lain yang diterbitkan dalam Journal of the American Dietetic Association juga menyebut flavonoid kakao memiliki manfaat berupa perlindungan antioksidan dan membantu menjaga keseimbangan fungsi pembuluh darah.
Meski hasil penelitian terlihat menjanjikan, para ilmuwan mengingatkan bahwa studi ini hanya menunjukkan hubungan, bukan membuktikan bahwa cokelat secara langsung mencegah gagal jantung.
Faktor gaya hidup lain, seperti pola makan secara keseluruhan, aktivitas fisik, hingga kondisi kesehatan peserta juga dapat memengaruhi hasil penelitian. Selain itu, konsumsi cokelat berlebihan tetap perlu dihindari karena kandungan gula dan kalorinya cukup tinggi.
Dengan kata lain, penelitian ini menunjukkan bahwa konsumsi cokelat dalam jumlah sedang dapat memberi manfaat bagi kesehatan jantung.
