Kumparan Logo

Perjalanan Karier Musik Beyoncé hingga Jadi Salah Satu Perempuan Terkaya di AS

kumparanWOMANverified-green

·waktu baca 4 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Beyonce menghadiri Met Gala 2026 di Metropolitan Museum of Art, New York, Amerika Serikat, Senin (4/5/2026). Foto: Daniel Cole/REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Beyonce menghadiri Met Gala 2026 di Metropolitan Museum of Art, New York, Amerika Serikat, Senin (4/5/2026). Foto: Daniel Cole/REUTERS

Kesuksesan Beyoncé di industri musik tak hanya mengantarkannya menjadi salah satu penyanyi paling berpengaruh di dunia, tetapi juga membawanya masuk jajaran miliarder Amerika Serikat. Dalam daftar Forbes America’s Richest Self-Made Women 2026, ia menempati peringkat ke-39 dengan kekayaan bersih mencapai USD 1 miliar atau sekitar Rp 17,7 triliun.

Pundi-pundi kekayaan tersebut datang dari berbagai sumber, mulai dari penjualan musik, streaming, dan royalti hingga kepemilikan hak atas katalog musiknya. Tur konser juga menjadi salah satu mesin pendapatan terbesar dalam kariernya.

Renaissance World Tour pada 2023, misalnya, mencatat pendapatan hampir USD 600 juta. Sementara itu, Cowboy Carter Tour pada 2025 meraup lebih dari USD 400 juta dari penjualan tiket dan sekitar USD 50 juta dari merchandise.

Tak berhenti di atas panggung, Beyoncé juga membangun kerajaan bisnisnya melalui Parkwood Entertainment, manajemen hiburan yang didirikannya pada 2010.

Menjadi salah satu perempuan terkaya di Amerika Serikat merupakan buah dari perjalanan panjang Beyoncé selama lebih dari tiga dekade. Ia menunjukkan bakatnya dari panggung kecil, grup vokal, hingga merintis karier solois. Seperti apa perjalanan Beyoncé hingga titik ini? Simak selengkapnya dalam artikel berikut.

Sering ikut kompetisi bernyanyi sejak kecil

Beyonce menyanyi diringi para penari. Foto: Lucy Nicholson/Reuters

Jauh sebelum dikenal sebagai salah satu penyanyi terbesar di dunia, Beyoncé merupakan anak yang pemalu. Saat masih kecil, orang tuanya, Tina dan Mathew Knowles, mendaftarkannya ke kelas tari.

Tujuannya sederhana: membantu Beyoncé yang pemalu agar lebih mudah berteman. Dikutip dari Sound of Life, pelatih Beyoncé menyadari bahwa perempuan kelahiran 1981 itu memiliki bakat di bidang olah vokal. Sebab, Beyoncé memampu mencapai nada-nada tinggi dengan mudah.

Bakat Beyoncé kemudian mulai terlihat ketika ia tampil di depan publik. Saat duduk di kelas 1 sekolah dasar, ia mengikuti ajang pencarian bakat sekolah dan berhasil menjadi pemenang setelah membawakan lagu Imagine karya John Lennon.

“Jadi saya tahu saya ingin menjadi penyanyi. Saya rasa saya sudah tahu sebelumnya, tetapi saya belum pernah berada di atas panggung sebelumnya," ungkap Beyoncé yang dikutip dari Rollin Stone.

Sejak saat itu, Beyoncé semakin serius mengasah kemampuannya. Ia mulai tampil dan memenangkan 35 kompetisi lokal secara berturut-turut. Pada usia 9 tahun, ia juga mulai mengambil les vokal dari seorang penyanyi opera.

Jejak perjalanan Beyoncé, mulai dari grup musik

Girls Tyme. Foto: reddit.com

Pada usia sembilan tahun, Beyoncé bersama beberapa teman sekolahnya membentuk grup bernama Girls Tyme. Grup tersebut beranggotakan Beyoncé, Kelly Rowland, LaTavia Roberson, Támar Davis, Nikki Taylor, dan Nina Taylor.

Girls Tyme kemudian mengikuti ajang pencarian bakat televisi Star Search pada 1992. Meski tidak berhasil menjadi juara, kekalahan tersebut tidak menyurutkan semangat mereka untuk terus bermusik. Grup ini kemudian berganti nama menjadi Destiny’s Child dan mendapatkan kontrak rekaman dengan Columbia Records.

Di bawah nama Destiny’s Child, Beyoncé dan para anggotanya mulai meraih kesuksesan besar dengan sederet lagu populer. Salah satunya adalah Say My Name, yang mengantarkan Destiny’s Child meraih Grammy Awards pertama mereka pada 2001.

Setelah mengalami beberapa kali pergantian formasi, grup ini akhirnya dikenal dengan formasi anggota yang terdiri dari Beyoncé, Kelly Rowland, dan Michelle Williams.

Setelah bertahun-tahun bersama dan menorehkan berbagai prestasi, Destiny’s Child mengumumkan pembubaran grup pada Juni 2005. Keputusan tersebut direalisasikan setelah rangkaian tur Destiny Fulfilled... and Lovin' It berakhir pada September tahun yang sama. Setelah itu, ketiganya melanjutkan perjalanan masing-masing, termasuk Beyoncé yang semakin mantap membangun karier solonya.

Merintis karier solo

Penampilan Beyonce di Coachella 2018. Foto: Instagram @beyonce

Sebenarnya, langkah Beyoncé sebagai solois sudah dimulai ketika Destiny’s Child masih aktif. Ia merilis album solo debut betajuk Dangerously in Love pada 2003. Album tersebut mendapat sambutan positif dan langsung memperlihatkan bahwa Beyoncé mampu berdiri sebagai penyanyi solo di luar kesuksesan grupnya.

Setelah Destiny’s Child bubar, Beyoncé semakin leluasa mengeksplorasi musiknya. Ia kemudian merilis album kedua, yakni B’Day pada 2006, tepat pada ulang tahunnya yang ke-25. Album ini debut di posisi pertama Billboard 200 dan menghasilkan sejumlah lagu populer. B’Day juga membawanya meraih Grammy untuk Best Contemporary R&B Album.

Namun, dunia Beyoncé tidak hanya berhenti di musik. Ia juga memperluas kiprahnya ke dunia akting dengan membintangi sejumlah film, seperti Austin Powers in Goldmember (2002), Dreamgirls (2006), dan Carmen: A Hip Hopera (2001). Pada 2019, ia kembali mencuri perhatian lewat film The Lion King dengan mengisi suara karakter Nala.

Lebih dari tiga dekade berkarier, Beyoncé kini tercatat sebagai salah satu peraih Grammy terbanyak sepanjang masa. Hingga 2026, ia telah mengoleksi 35 Grammy Awards dari 99 nominasi, baik dari perjalanan solonya maupun bersama Destiny’s Child.

Proud of you, Beyoncé!