Tentang KamiPedoman Media SiberKetentuan & Kebijakan PrivasiPanduan KomunitasPeringkat PenulisCara Menulis di kumparanInformasi Kerja SamaBantuanIklanKarir
2025 © PT Dynamo Media Network
Version 1.99.0
Polemik Nama Merek, Meghan Markle Dilarang Jualan Baju Pakai Brand Barunya
27 Februari 2025 18:42 WIB
·
waktu baca 2 menit
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
Pekan lalu, Meghan mengumumkan bahwa ia mengganti nama brand-nya dari American Riviera Orchard menjadi As Ever. Ia mengumumkan penggantian nama tersebut lewat video yang diunggah di Instagram @meghan. Di bawah brand lifestyle miliknya, Meghan dikabarkan akan menjual produk-produk gaya hidup hingga makanan seperti selai. Selai dengan merek American Riviera Orchard sempat dirilis pada April 2024 lalu.
Sebelumnya, nama brand American Riviera Orchard sudah dihadapkan dengan perkara trademark atau merek dagang sejak pertengahan 2024. Saat itu ia mengajukan hak merek dagang atas nama brand tersebut.
Namun, permohonan itu ditolak karena Meghan diklaim tidak bisa memiliki hak atas nama yang sudah sangat lazim. “American Riviera” adalah istilah yang sering digunakan secara umum untuk mendeskripsikan wilayah Santa Barbara di California, Amerika Serikat. Itulah mengapa, istri Pangeran Harry ini memutuskan untuk mengganti nama brand-nya menjadi As Ever. Nama tersebut kabarnya sudah diamankan oleh Meghan sejak 2022.
ADVERTISEMENT
Kendati demikian, brand As Ever juga menimbulkan polemik baru. Meghan dituding meniru lambang daerah di Kota Mallorca, Spanyol, untuk logo brand As Ever. Kemudian, nama merek As Ever juga diklaim mirip dengan merek fashion milik perusahaan di China.
Dilansir Daily Mail, pada Oktober 2022, kuasa hukum Meghan mengajukan permohonan izin untuk menjual apron masak, beberapa item pakaian, dan produk gaya hidup lainnya dengan nama brand As Ever. Permohonan tersebut diajukan ke Kantor Paten dan Merek Dagang AS (USPTO).
Namun, pada Juli 2023, USPTO dikabarkan mengeluarkan surat ‘penolakan parsial’ setebal 145 halaman terhadap pengajuan hak merek Meghan. Dokumen tersebut mengungkap, Meghan tak diperbolehkan menjual pakaian karena nama mereknya sangat mirip dengan brand fast fashion China, ASEVER.
ADVERTISEMENT
ASEVER adalah perusahaan mode berbasis di Shenzhen, China. Mereka kabarnya menyuplai pakaian ke brand-brand fashion besar seperti H&M.
Dikutip dari Daily Mail, nama merek yang terlalu mirip dianggap dapat menyebabkan kekeliruan antara kedua brand. Enam bulan kemudian, kuasa hukum Meghan dikabarkan merevisi permohonan hak trademark dan menghapus pakaian dari daftar produk di bawah brand As Ever. Setelahnya, barulah merek dagang As Ever milik Meghan disetujui.
Oleh sebab itu, jika Meghan ingin merilis produk fashion, ia tidak diizinkan untuk menggunakan merek As Ever. Ibu dua anak ini harus menggunakan nama baru untuk item fashion yang ingin diproduksinya di waktu mendatang.