Prof Stella: Tidak Ada Bukti Ilmiah Laki-laki Lebih Pintar Ketimbang Perempuan

9 Desember 2025 15:00 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendikti) Stella Christie memberikan keynote speech pada acara kumparan AI for Indonesia 2025 di The Ballroom at Djakarta Theater, Jakarta Pusat, Kamis (23/10/2025). Foto: Aditia Noviansyah/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendikti) Stella Christie memberikan keynote speech pada acara kumparan AI for Indonesia 2025 di The Ballroom at Djakarta Theater, Jakarta Pusat, Kamis (23/10/2025). Foto: Aditia Noviansyah/kumparan
ADVERTISEMENT
Salah satu mindset yang tertanam sejak lama di masyarakat adalah bahwa perempuan tidak lebih pintar daripada laki-laki. Namun, Wakil Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi RI Prof. Stella Christie menolak tegas gagasan tersebut. Menurut Stella, pola pikir tersebut tidak terbukti secara ilmiah.
ADVERTISEMENT
Stella mengungkapkan, pada 2025 lalu, Presiden Harvard University Amerika Serikat Larry Summers mengeluarkan pernyataan yang memantik kontroversi. Kala itu, Larry mengatakan bahwa secara biologis, perempuan lebih buruk dalam aspek matematika dan sains ketimbang laki-laki.
“20 tahun lalu, Larry Summers, Presiden Harvard University mengatakan bahwa perempuan secara intrinsik lebih buruk daripada laki-laki dalam segi sains dan matematika. Saat itu niatannya baik, dia ingin membahas soal kesenjangan gender dalam sains. Namun, dia percaya bahwa kesenjangan tersebut terjadi karena perbedaan intrinsik sejak lahir,” ucap Stella di acara L’Oreal For Women In Science beberapa waktu lalu.
L'Oreal-UNESCO For Women In Science 2025 menganugerahkan bantuan pendanaan riset untuk empat perempuan peneliti Indonesia di Gedung Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Jakarta, Selasa (11/11/2025). Foto: Dok. L'Oreal
Statement tersebut pun memunculkan pertanyaan: Apakah pernyataan tersebut memiliki bukti ilmiah? Prof Stella pun memaparkan berbagai penelitian ilmiah yang dilakukan untuk membuktikan pernyataan tersebut. Studi-studi tersebut melibatkan anak-anak perempuan dan laki-laki berusia 3 tahun sampai 10 tahun.
ADVERTISEMENT
Anak-anak tersebut diminta untuk melakukan berbagai operasi matematika, dari menghitung jumlah benda sampai menghitung angka besar. Menurut Prof. Stella Christie, penelitian-penelitian tersebut menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan kemampuan berhitung antara anak perempuan dan laki-laki.
Bahkan, dalam penelitian terkait dengan geometri, anak perempuan menunjukkan performa yang lebih baik daripada anak laki-laki. Meski begitu, secara rata-rata, tidak ada perbedaan antara kedua jenis kelamin. Pun dengan kemampuan navigasi dan ruang, tidak ada perbedaan antara perempuan dan laki-laki.
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendikstisaintek) Brian Yuliarto (kiri) menerima ucapan selamat dari Wamendikstisaintek Stella Christie usai dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta, Rabu (19/2/2025). Foto: Hafidz Mubarak A/ANTARA FOTO
“Leluconnya adalah perempuan tidak bisa membaca peta, mereka lebih buruk dalam membaca peta. Mereka bahkan merendahkan diri mereka sendiri, ‘Ya, saya tidak pintar membaca peta, saya tidak bisa menyetir.’ Namun, di mata sains? Mereka tidak lebih buruk daripada laki-laki,” tegas Stella.
ADVERTISEMENT
Sang wamendikti pun menyatakan, sejak lahir, setiap manusia diberkahi dengan sistem untuk memroses sains, matematika, angka, dan ruang. Dia tidak percaya bahwa kemampuan matematika seorang anak muncul akibat gen khusus.
Dengan semua penelitian yang dijabarkan, Stella pun menyimpulkan bahwa pernyataan Larry Summers dua dekade lalu tidak bisa dibuktikan secara ilmiah.