Punya Kulit Vitiligo, Model Zsazsa Ungkap Caranya Temukan Rasa Percaya Diri

4 Agustus 2022 16:11
·
waktu baca 2 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Vitiligo Model, Zsazsa. Foto: Instagram/@zsazsimi
zoom-in-whitePerbesar
Vitiligo Model, Zsazsa. Foto: Instagram/@zsazsimi
ADVERTISEMENT
Saat bicara tentang perempuan di dunia modeling, kamu mungkin membayangkan sosok model bertubuh tinggi dan berkulit putih nan mulus. Ini memang gambaran dunia modeling yang ideal.
ADVERTISEMENT
Akan tetapi, sejak beberapa tahun belakangan ini, dunia modeling sudah mulai mengedepankan isu keberagaman, Ladies. Tak heran bila kamu pernah mendengar kisah model yang memiliki kondisi warna kulit memudar di beberapa area karena kehilangan pigmentasi alias vitiligo.
Di Indonesia, ada pula sosok-sosok perempuan dengan kondisi kulit vitiligo yang menggeluti profesi model. Salah satunya adalah Zsazsa. Menariknya, Zsazsa sempat menjadi narasumber di acara persembahan kumparanWOMAN, yakni Beauty Talk bertema Skin Positivity: Percaya Diri dengan Kulit Kamu.
Zsazsa sempat berbagi cerita tentang kondisi kulitnya dan caranya menemukan rasa percaya diri. Zsazsa mengaku tidak bisa menerima diri selama bertahun-tahun.
“Aku tuh selama umur aku dari 8-23 tahun, aku enggak bisa menerima diri aku, dan insecure sama diri aku sendiri,” tutur Zsazsa dalam acara yang diadakan pada Kamis (28/7) di Instagram Live @kumparanwoman.
Vitiligo Model, Zsazsa. Foto: Instagram/@zsazsimi
zoom-in-whitePerbesar
Vitiligo Model, Zsazsa. Foto: Instagram/@zsazsimi
Ia sempat mendapatkan komentar negatif, sampai-sampai tidak mau sekolah. Saat itu, Zsazsa merasa berbeda dari orang lain dan menghadapinya seorang diri.
ADVERTISEMENT
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
“Aku merasa sendiri menghadapi ini, merasa mendapatkan ejekan, dan ini tuh suatu kekurangan, suatu ketidaksempurnaan, sampai akhirnya aku tiap hari pakai stocking tiga lapis dan foundation, di tangan aku tutup pakai plester,” ungkapnya.
Zsazsa menemukan momen titik balik saat ia mendengar sebuah ucapan dari seorang temannya. Zsazsa mengatakan, “Teman aku bilang, ‘Bukannya vitiligo ini yang bikin Zsazsa jadi Zsazsa.’ Saat itu, kalimat itu menampar aku banget.”
Sejak saat itu, Zsazsa mulai belajar mengenal diri sendiri. Dari proses mengenal diri sendiri, ia pun akhirnya bisa menerima apa pun kondisi dirinya dan tidak lagi menutupi vitiligonya.
Saat sudah bisa mencintai diri sendiri, Zsazsa juga mulai merasakan banyak dampak positif, termasuk dalam menjalani profesi di dunia modeling. Zsazsa berpendapat bahwa sosok model vitiligo bisa membuat orang-orang dengan kondisi kulit yang sama merasa lebih percaya diri.
ADVERTISEMENT
Kini, ia pun memaknai kondisi kulitnya sebagai sebuah keunikan. Hal ini pula yang membuatnya kian bertumbuh menjadi pribadi lebih baik.
“Jadi, aku terima dan aku justru bersyukur dengan vitiligo ini, aku bertemu teman-teman komunitas. Ternyata yang selama ini aku sangka hal buruk, tidak kayak gitu. Malah justru bikin aku bisa lebih berkembang lagi di hidup aku,” ujar Zsazsa.