Kumparan Logo

Punya Love Language yang Berbeda dengan Pasangan, Apa yang Bisa Dilakukan?

kumparanWOMANverified-green

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi pasangan. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi pasangan. Foto: Shutterstock

Ladies mungkin sudah tahu, setiap orang memiliki cara tersendiri untuk mengungkapkan dan menerima rasa cinta, atau “Love Language” (Bahasa Cinta). Ketika sepasang kekasih memiliki love language yang sama, tentu cara keduanya saling menunjukkan afeksi akan menjadi mudah. Lain halnya dengan pasangan yang memiliki love language berbeda.

Dikutip dari Bustle, dalam buku The Love Languages: How to Express Heartfelt Commitment to Your Mate oleh Gary Chapman, terdapat lima love language. Mereka adalah words of affirmation (mengungkapkan cinta lewat kata-kata), quality time, act of service (mengungkapkan cinta lewat tindakan), serta physical touch (sentuhan fisik).

Jika seseorang memiliki love language yang serupa dengan pasangannya, seperti sama-sama mengandalkan words of affirmation, mereka akan mampu menyampaikan rasa sayang lewat tuturan kata. Keduanya pun akan saling menerima ungkapan cinta tersebut dan merasa memahami satu sama lain.

Lalu, bagaimana jika seseorang yang bahasa cintanya adalah receiving gift, menjalin hubungan dengan seseorang yang menikmati physical touch? Tentu perbedaan tersebut bisa memicu perpecahan di antara keduanya. Layaknya seseorang menyampaikan sesuatu dengan bahasa asing yang tidak dimengerti, pasti akan terjadi miskomunikasi di antara kedua pihak.

Ilustrasi pasangan suami istri. Foto: Shutterstock

Untuk itu, kumparanWOMAN telah merangkum sejumlah hal-hal yang bisa dilakukan jika Ladies berada dalam hubungan yang bahasa cintanya saling berbeda. Simak selengkapnya di bawah ini, Ladies.

1. Pahami love language kamu dan pasangan

Hal pertama yang paling penting dilakukan adalah memahami love language kamu dan pasanganmu, Ladies. Dikutip dari Bustle, pastikan apakah bahasa cintamu sudah sesuai dengan apa yang kamu inginkan, pun dengan pasanganmu. Sebab, tanpa mengetahui love language masing-masing, kamu dan pasanganmu akan terus terjebak dalam ketidaksepahaman.

Jadi, tentukan terlebih dahulu, apakah kamu seseorang dengan bahasa cinta words of affirmation, receiving gifts, quality time, act of service, atau physical touch?

2. Komunikasikan dengan jelas apa yang kamu inginkan

Setelah mengetahui apa love language-mu, kamu harus mengomunikasikan dengan jelas soal apa ekspektasimu dan apa yang ingin kamu terima dari pasangan. Dikutip dari Marriage, tak peduli betapa besarnya rasa sayang pasangan terhadap kamu, dia tidak bisa membaca isi pikiranmu. Oleh karenanya, cara satu-satunya agar dia mengerti adalah dengan berkomunikasi dengan jelas. Misalnya, kamu bisa menjelaskan bahwa kamu merasa sangat disayang saat dia mengelus kepalamu dengan lembut.

Ilustrasi pasangan suami istri. Foto: Shutter Stock

3. Minta pasanganmu “menerjemahkan” apa yang dia inginkan

Dikutip dari Marriage, ketika kamu sudah memahami love language satu sama lain, terkadang ada hambatan yang dihadapi. Yaitu, kamu gagal memahami kenapa pasanganmu memiliki love language tersebut. Misalnya, kamu tidak bisa mengerti kenapa menghabiskan waktu bersama dengan hanya menonton film, membuat dia merasa sangat nyaman dan disayang.

Untuk itu, baik kamu maupun pasangan harus bisa “menerjemahkan” love language kalian. Mintalah pasanganmu untuk menjelaskan alasan spesifik di balik love language tersebut. Jangan lupa, kamu pun harus terus mencoba untuk terus memahami pasanganmu.

4. Gunakan love language pasangan untuk menyampaikan rasa cinta

Dalam mengungkapkan perasaan kepada pasangan, kita harus “berbicara” dengan bahasa cinta mereka, bukan bahasa cinta kita. Menurut Marriage, ini adalah jalan supaya mereka bisa menerima rasa cinta yang kita ungkapkan, merasa dipahami, dan merasa diapresiasi.

Contohnya, kita merupakan seseorang yang memiliki love language words of affirmation. Namun, pasangan kita adalah seseorang yang cenderung memilih quality time. Ketika kita menghujani mereka dengan pujian dan kata-kata indah—ciri khas love language words of affirmation—bisa jadi, pasangan kita justru merasa tidak nyaman. Oleh karenanya, kita harus bisa mengungkapkan perasaan kita lewat bahasa cinta yang ia pahami.

Ilustrasi Pasangan. Foto: Makistock/shutterstock

5. Saling berkompromi

Satu hal terberat yang dilalui pasangan dengan love language berbeda adalah kompromi. Padahal, dikutip dari Bustle, kompromi merupakan salah satu jalan yang harus diambil jika ingin hubunganmu langgeng dan bahagia. Terkadang, melakukan sesuatu di luar zona nyaman bisa membuatmu merasa tidak nyaman.

Namun, kompromi merupakan tindak saling memahami satu sama lain yang sifatnya dua arah, Ladies. Kamu harus berlatih mengungkapkan perasaan lewat love language pasanganmu, dan dia harus berlatih menyatakan rasa cintanya lewat love language kamu.

6. Selalu minta feedback

Menurut Marriage, salah satu cara untuk bisa mempertahankan progres yang baik ini adalah dengan meminta feedback. Tanyakan kepada pasanganmu, apakah tindakan yang sudah kamu lakukan sudah sesuai dengan keinginannya dan apakah ada yang harus diubah.

Jangan lupa untuk meminta tolong kepada pasanganmu, jika kamu membutuhkan bantuan dalam “berbicara” dengan bahasa cinta dia. Apresiasi juga pasanganmu yang sudah berusaha memenuhi love language kamu.