Ratu Elizabeth II Salahkan Dirinya atas Musibah & Drama Kerajaan 1992

Pada 1992 lalu, Kerajaan Inggris mendapatkan beberapa musibah yang cukup besar. Hal ini membuat Ratu Elizabeth II sebagai pemimpin monarki Inggris tersebut, sempat merasa frustasi dan menyalahkan dirinya sendiri atas musibah yang terjadi.
Bagaimana tidak, pada November 1992, Windsor Castle mengalami kebakaran hebat. Kabarnya, api pertama kali muncul dari kapel pribadi Ratu Victoria kemudian menyebar ke sekiling bangunan dan menyebabkan lebih dari 115 kamar terbakar.
Dibutuhkan lebih dari 220 orang pemadam kebakaran yang didatangkan dari tujuh negara bagian. Api berkobar selama 15 jam lamanya membuat petugas kesulitan untuk memadamkannya.
Musibah yang menimpa sang Ratu tak hanya sampai situ. Di tahun yang sama, kedua putra Ratu Elizabeth II, Pangeran Andrew dan Pangeran Charles mengalami berbagai permasalahan dalam pernikahan mereka hingga berakhir dengan perceraian.
Pangeran Andrew bercerai dengan Sarah Ferguson setelah menjalani enam tahun pernikahan. Alasan mereka bercerai karena jadwal Pangeran Andrew yang cukup padat, sehingga dalam setahun mereka hanya bertemu sebanyak 40 hari.
Di 1992 pula, Pangeran Charles juga mengumumkan perceraiannya dengan Putri Diana. Kabar ini cukup membuat heboh masyarakat kala itu dan banyak yang menyayangkan hal ini terjadi.
Mengenai semua musibah yang menimpa Kerajaan Inggris, royal expert mengatakan bahwa Ratu Elizabeth II menyalahkan dirinya sendiri atas peristiwa yang terjadi. Hal ini dikisahkan dalam dokumenter 'Inside The Crown: Secrets of the Royals' yang tayang di ITV.
"Musibah yang datang menimpa Kerajaan Inggris ini bagaikan sebuah tamparan bertubi-tubi yang diterima oleh keluarga kerajaan. Ratu Elizabeth II dikabarkan sempat bertanya pada temannya, 'di mana letak kesalahan saya?'," tutur penulis dan ahli sejarah Sarah Gristwood, seperti dikutip Daily Mail.
Penulis biografi Kerajaan Inggris, Penny Juror, mengatakan bahwa menjadi seorang pemimpin suatu negara bisa menjadi pekerjaan yang membuat seorang merasa 'kesepian'. Penny pun memuji sang Ratu karena ia tetap bersikap profesional meski sebagai seorang perempuan, hati dan perasaannya juga terluka.
Ratu Elizabeth II sendiri menyebut musibah yang menimpanya di 1992 sebagai 'annus horribilis', yakni bahasa Latin yang berarti 'tahun yang mengerikan'. Peristiwa ini pernah disinggungnya dalam pidato peringatan 40 tahun Ratu Elizabeth II menjabat sebagai pemimpin Inggris.
Di awal tahun ini, pada usianya yang ke-93 tahun, sang Ratu kembali mendapat ujian dengan drama terbaru terkait mundurnya Pangeran Harry dan Meghan Markle dari posisi senior kerajaan.
