Kumparan Logo

Rekam Karier Destry Damayanti, Perempuan Pertama yang Pimpin Bank Indonesia

kumparanWOMANverified-green

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Calon Gubernur Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti mengikuti uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) bersama Komisi XI DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (26/8/2026). Foto: Rivan Awal Lingga/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Calon Gubernur Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti mengikuti uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) bersama Komisi XI DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (26/8/2026). Foto: Rivan Awal Lingga/ANTARA FOTO

Destry Damayanti resmi ditetapkan sebagai Gubernur Bank Indonesia (BI) periode 2026–2030. Penetapan tersebut diumumkan dalam Rapat Paripurna DPR RI ke-4 Masa Persidangan I Tahun Sidang 2026–2027 yang dipimpin Ketua DPR RI Puan Maharani pada Selasa (1/9).

Sebelum menduduki posisi tersebut, Destry terlebih dahulu menjalani uji kelayakan dan kepatutan atau fit and proper test untuk menilai kemampuan, pengalaman, serta visi yang ia bawa bagi bank sentral Indonesia. Ia pun berhasil melewati proses tersebut dan mencatatkan sejarah sebagai perempuan pertama yang menjabat sebagai Gubernur Bank Indonesia.

Pengalaman Destry di sektor keuangan juga mendapat pengakuan dari Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. Menurut Purbaya, perempuan kelahiran Jakarta itu memiliki pengalaman yang cukup untuk mengemban posisi tersebut.

“Ya bagus, dia kan pengalamannya cukup dan sepengalaman saya cukup dekat. Dia waktu saya Ketua Dewan Komisioner LPS dia kan ex officio dari bank sentral, jadi saya pikir bagus. Kita biasa koordinasi dan kerja sama dengan baik. Jadi, nggak ada masalah,” ungkap Purbaya yang dikutip dari kumparanBISNIS.

Di balik pencapaian tersebut, Destry memiliki perjalanan panjang di sektor keuangan. Lebih dari dua dekade ia habiskan untuk meniti karier di bidang ekonomi, sebelum akhirnya dipercaya memimpin bank sentral Indonesia.

Lalu, seperti apa perjalanan karier Destry hingga sampai di posisi tersebut? Mari simak selengkapnya dalam artikel berikut ini.

Rekam Karier Destry Damayanti

Pjs Gubernur Bank Indonesia, Destry Damayanti memberikan sambutan saat upacara pembukaan Karya Kreatif Indonesia di Hall B JICC, Senayan, Jakarta, Kamis (20/8/2026). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan

Sebelum menapaki perjalanan kariernya, Destry membekali diri dengan pendidikan di bidang ekonomi. Ia menempuh pendidikan sarjana di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia. Setelah itu, ia melanjutkan studi di Cornell University dan meraih gelar Master of Science.

Pada 1997, Destry mengawali kiprahnya sebagai ekonom di Citibank Indonesia hingga 2000. Langkahnya kemudian berlanjut ke Kedutaan Besar Inggris untuk Indonesia, tempat ia dipercaya sebagai Senior Economic Adviser pada 2000–2003.

Perjalanan Destry sempat beralih ke dunia akademis. Pada 2005–2006, ia menjadi peneliti sekaligus pengajar di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia. Namun, ia kembali menapaki dunia korporat dengan menjabat sebagai Kepala Ekonom Mandiri Sekuritas pada 2005–2011. Kariernya terus berkembang hingga ia dipercaya menjadi Kepala Ekonom Bank Mandiri pada 2011–2015.

Pada 2014–2015, ia menjabat sebagai Ketua Satuan Tugas Ekonomi Kementerian BUMN. Setelah itu, ia terpilih sebagai Anggota Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) untuk periode 2015–2019.

Sejumlah pengalaman tersebut kemudian mengantarkan Destry ke BI. Pada 2019, ia dipercaya mengisi posisi Deputi Gubernur Senior BI dan mengemban jabatan tersebut hingga 2026. Pada Juli 2026, Destry kemudian ditunjuk sebagai Pejabat Sementara (Pjs) Gubernur BI untuk menggantikan Perry Warjiyo yang mengundurkan diri.

Saat menjalani uji kelayakan dan kepatutan Destry memaparkan visi untuk menjadikan BI sebagai lembaga yang tetap relevan dalam merespons berbagai tantangan, kredibel dalam menjaga stabilitas, serta mampu mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Selain itu, ia menekankan pentingnya menjaga stabilitas rupiah sembari tetap memberikan ruang bagi pertumbuhan ekonomi. Destry juga memastikan ketersediaan uang tunai yang berkualitas dan layak edar di tengah semakin masifnya transaksi digital.

“Bank Indonesia akan tetap memastikan ketersediaan rupiah yang berkualitas dan layak edar di seluruh wilayah NKRI termasuk daerah 3T,” ujar Destry.

Selamat mengembang tugas baru, Ibu Destry!