Kumparan Logo

Riset Ini Ungkap Rendahnya Kesadaran Anak Muda dalam Mengelola Keuangan

kumparanWOMANverified-green

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi investasi untuk perempuan. Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi investasi untuk perempuan. Foto: Shutter Stock

Mengelola keuangan menjadi hal yang penting dilakukan agar bisa merdeka secara finansial. Namun, sayangnya masih banyak orang yang merasa kesulitan mengelola uangnya hingga mengalami masalah keuangan.

Terutama bagi anak-anak muda yang cenderung lebih boros dan sulit membedakan antara keinginan juga kebutuhan. Padahal ada banyak dampak buruk yang mungkin terjadi jika tidak bisa mengelola keuangan dengan baik, misalnya kesulitan menabung atau berinvestasi hingga terlilit utang.

Hal ini juga dikonfirmasi berdasarkan OCBC NISP Financial Fitness Index 2022, sebuah riset tahunan hasil kolaborasi Bank OCBC NISP dengan NielsenIQ. OCBC NISP Financial Fitness Index 2022 merupakan riset tahun ke-2 setelah riset sebelumnya dirilis pada Agustus 2021.

Koresponden dari riset ini berada dalam rentang usia 25 hingga 35 tahun di daerah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, Bandung, Surabaya, Medan, dan Makassar dengan penghasilan setiap bulan minimal 5 juta rupiah.

Ilustrasi perempuan menabung. Foto: Getty Images

Dalam riset ini terungkap rendahnya kesadaran para kaum muda untuk mengelola keuangan. Sebanyak 42 persen generasi muda Indonesia merasa percaya diri bahwa perencanaan finansial mereka saat ini akan memberikan kesuksesan finansial di masa depan.

Sayangnya, terdapat perbedaan antara apa yang mereka pikirkan dengan apa yang sebenarnya dilakukan. Hal tersebut dibuktikan dengan 80 persen dari mereka tidak melakukan pencatatan anggaran, dan hanya 26 persen yang memiliki dana darurat.

Bahkan hanya 9 persen dari generasi muda yang telah memiliki produk investasi seperti reksadana, saham, dan tabungan berjangka. Parahnya lagi, hanya 8 persen yang menggunakan uang sesuai dengan anggaran.

Tidak hanya sampai di situ, hanya sebanyak 22 persen anak muda juga yang paham mengenai produk investasi yang mereka miliki. Padahal sebagian besar anak muda zaman sekarang sudah memiliki produk investasi seperti reksadana, saham, hingga cryptocurrency. Namun, sayangnya secara umum, 78% menyatakan mereka tidak sepenuhnya memahami risiko dan manfaat dari produk investasi.

“Mereka cenderung berinvestasi karena mengikuti tren di masyarakat dan menganggap investasi adalah cara cepat untuk mendapatkan keuntungan yang besar,” ujar Inggit Primadevi, Director Consumer Insights di NielsenIQ Indonesia.

Ilustrasi Menabung. Foto: Shutterstock

Tentu ini merupakan kebiasaan buruk yang harus segera dihentikan. Ketika anak-anak muda tidak menyadari betapa pentingnya memahami instrumen investasi yang dipilih maka tujuan keuangan tidak akan tercapai seperti yang diharapkan, misalnya membeli rumah atau mengumpulkan dana pensiun.

Bank OCBC NISP Ajak Generasi Muda #BangkitSehatFinansial bersama Layanan NYALA

Bank OCBC NISP mempersembahkan NYALA, layanan perbankan yang memudahkan masyarakat untuk mengetahui saldo tabungan, deposito, rekening giro, tabungan berjangka, produk investasi hanya dalam satu aplikasi. Harapannya masyarakat bisa mengubah kebiasaan menabung dengan mendiversifikasikan uang mereka ke beberapa instrumen keuangan.

Bank OCBC NISP Financial Fitness Index 2022. Foto: OCBC NISP

“Sebagai salah satu solusi dari permasalahan finansial yang dihadapi masyarakat Indonesia, khususnya generasi muda, NYALA OCBC NISP telah mempersiapkan solusi Check, Choose, dan Cuan untuk mendukung mereka mengambil langkah konkret meraih kondisi sehat secara finansial,” papar Amir Widjaya, Marketing & Lifestyle Business Division Head Bank OCBC NISP.

Tidak hanya itu, NYALA juga memiliki penawaran bebas bertransaksi ke bank manapun dengan metode BI FAST dan transfer online. Nasabah juga dapat merasakan bebas biaya tarik tunai di ATM manapun, gratis biaya top up e-wallet dan tagihan bulanan, serta gratis biaya admin setiap bulannya.

“Financial Fitness Index ini akan menjadi riset tahunan OCBC NISP, sebagai bagian komitmen kami untuk terus berjuang bersama masyarakat meningkatkan skor kesehatan finansial Indonesia, karena merdeka finansial adalah hak segala bangsa,” tutup Amir.