Kumparan Logo

Saat Kuliah, Lebih Penting Teori atau Praktik? Ini Penjelasannya

kumparanWOMANverified-green

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Program PIJAR oleh Summarecon. Foto: Summarecon
zoom-in-whitePerbesar
Program PIJAR oleh Summarecon. Foto: Summarecon

Jika ditanya apa hal yang penting saat kuliah, bagaimana jawabanmu? Pertanyaan ini sering kali memicu perdebatan di tengah opini dan isi kepala yang berbeda. Mungkin, ada yang merasa bahwa teori lebih penting; ada pula yang berpendapat praktik lebih berguna untuk dunia kerja nanti.

Sebenarnya, tidak ada yang lebih penting dari lainnya; teori dan praktik sama-sama penting dan saling beriringan. Dikutip dari buku Teaching at University oleh Dr. Kate Morss, tenaga pendidik di Queen Margaret University College Skotlandia, mendalami teori akan membantu seseorang memahami suatu materi lebih lanjut dan menambah kepercayaan diri seorang lulusan.

Kemudian, menurut sebuah studi dari Uzhhorod University Ukraina, pendidikan yang menekankan praktik mampu menciptakan pembelajaran yang lebih efektif dan berkualitas. Pendidikan berdasarkan praktik bertujuan agar siswa memperoleh keahlian dan pengalaman dalam menyelesaikan masalah praktis.

Workshop Jurnalistik mengenai etika penggunaan AI. Foto: Summarecon

Namun, yang menjadi sorotan di zaman sekarang adalah kesenjangan antara teori dan praktik. Lulusan perguruan tinggi, termasuk di Indonesia, kerap kesulitan menjembatani pemahaman teoretis dengan penerapan ilmu tersebut di pekerjaan.

Sementara itu, seiring berjalannya waktu, banyak perusahaan yang menuntut para lulusan untuk memiliki keterampilan praktis, keahlian berpikir kritis, serta kemampuan untuk beradaptasi dengan dunia kerja yang terus berkembang pesat.

Ini terbukti lewat survei oleh World Economic Forum (WEF) 2024. Survei itu mengungkap, perusahaan kini lebih mengutamakan kandidat dengan pengalaman dan pemahaman soal dunia kerja.

Berkaca dari fenomena ini, sistem pembelajaran yang bisa menjembatani antara pemahaman teoretis dan keterampilan praktis menjadi sangat dibutuhkan.

Menghadirkan pemahaman soal dunia kerja kepada mahasiswa

Program PIJAR oleh Summarecon. Foto: Summarecon

Universitas merupakan salah satu institusi pendidikan yang penting untuk mempersiapkan anak muda terjun ke dunia kerja. Artinya, kampus tidak hanya memberikan pemahaman soal teori, tetapi juga menuntun mahasiswa untuk belajar pengaplikasian ilmu tersebut di lapangan.

Kehadiran dosen tamu berupa ahli atau praktisi di bidangnya menjadi krusial. Praktisi berperan untuk memberikan gambaran kepada mahasiswa soal situasi yang terjadi di lapangan dan memaparkan real-life cases yang mereka temui secara langsung. Pengetahuan yang mereka bawa tidak hanya berupa pengalaman, tetapi juga gambaran realistis terkait tantangan, proses, serta budaya kerja.

Materi yang dihadirkan dosen tamu pun melengkapi kurikulum yang telah diaplikasikan di universitas. Mahasiswa berkesempatan untuk bertanya langsung dengan ahli, memperluas jejaring, hingga menemukan peluang-peluang karier baru seperti magang atau lowongan kerja di industri.

Kesetaraan kemampuan teoretis dan praktis yang dimiliki mahasiswa akan menjadi bekal, membuat mereka lebih siap kerja dan punya nilai jual lebih tinggi di mata perusahaan.

Universitas dengan program kuliah praktisi

Penandatanganan MoU antara Pradita University dan Ascott. Foto: Summarecon

Beruntung, Indonesia memiliki universitas dengan program kuliah yang dapat menjembatani kesenjangan teori dan praktik. Pradita University adalah kampus di bawah naungan pengembang properti ternama Summarecon yang telah berkiprah selama 50 tahun. Kampus ini menghadirkan konsep perkuliahan real case real experience.

Pradita University mengombinasikan pengajar dari akademisi profesional dan praktisi aktif. Kombinasi ini melahirkan perpaduan kemampuan teoretis yang kuat dengan kemampuan praktis yang mumpuni. Bernama SUAR (Summarecon Mengajar) dan PIJAR (Praktisi Mengajar), program godokan Pradita University ini mengundang para praktisi untuk mengajar dan membagikan pengalaman kerja nyata kepada mahasiswa.

Untuk memastikan materi yang disampaikan selaras dengan kurikulum, para praktisi—yang hadir sebagai dosen tamu—didampingi oleh dosen akademisi saat proses pembelajaran.

“Manfaat dari program Praktisi Mengajar tentu ada, karena ada pengalaman belajar aktual dan relevan, ada juga koneksi untuk magang dan peluang karier. Berdasarkan studi kita, tidak sampai tiga bulan lulusan kita sudah terserap semua di dunia kerja,” jelas Rektor Pradita University, Prof. Dr. Richardus Eko Indrajit.

Aida Halim, Executive Director Unit Edukasi Summarecon, di Dies Natalis Pradita University. Foto: Summarecon

Prof. Eko menjelaskan, pelopor “Enterprise University” ini juga menghadirkan ruang khusus yang mendekatkan mahasiswa dengan dosen dan praktisi, yaitu Pradita Corporate Partner Lounge.

“Bukan hanya itu, kita juga ada laboratorium hidup untuk praktik dan ini bersama Summarecon di sembilan kawasan pengembangannya, mulai dari Serpong, Kelapa Gading, Bekasi, Bandung, Bogor, Tangerang, Bali, hingga Makasar,” imbuh Prof. Eko.

Selain itu, sejak 2023, Pradita University juga menghadirkan Focus Group Discussion (FGD) on Partnership. FGD ini melibatkan sejumlah perusahaan besar di Indonesia untuk mengintegrasikan keterampilan praktis dunia kerja ke dalam kurikulum pendidikan.

Jadi, dapat disimpulkan bahwa teori dan praktik memang sama pentingnya dalam dunia perkuliahan. Namun, menjembatani keduanya lewat metode perkuliahan yang tepat akan sangat berguna bagi para lulusan yang siap terjun ke dunia kerja.