Sean Sheila Bawa Koleksi Basic with A Twist di PIFW 2025
9 Oktober 2025 11:00 WIB
·
waktu baca 3 menit
Sean Sheila Bawa Koleksi Basic with A Twist di PIFW 2025
Siluet asimetris yang terdistorsi jadi sorotan di koleksi Sean Sheila pada Plaza Indonesia Fashion Week Day 5. Tampilan yang tampak biasa dan sederhana hadir dengan kejutan yang mematahkan ekspektasi.kumparanWOMAN

ADVERTISEMENT
Siluet asimetris yang terdistorsi menjadi hal pertama yang muncul di benak ketika melihat koleksi Sean Sheila di helatan Plaza Indonesia Fashion Week (PIFW) Day 5 2025. Seperti tema yang diusung, DISTORT: Men’s Chapter 02, duo desainer Sean Loh dan Sheila Agatha kembali menghadirkan eksplorasi busana laki-laki klasik dengan sentuhan artistik yang tidak bisa ditemukan di pakaian sehari-hari.
ADVERTISEMENT
Sekilas, penonton mungkin mengira bahwa 28 tampilan dalam koleksi ini adalah pakaian basic yang biasa ditemukan di mal, butik, atau distro pada umumnya. Namun, persepsi itu seketika berubah saat detail demi detail mulai terungkap.
Tampilan pertama membuka fashion show dengan blazer hitam bergaris yang tampak formal pada pandangan pertama. Namun, kejutannya terletak pada potongan asimetris blazer yang dipadukan dengan celana pendek di atas lutut, menjadikannya kombinasi yang tidak biasa. Jika diperhatikan lebih saksama, garis-garis berwarna emas di atas kain hitam yang kontras pun memberikan kesan mewah yang tegas.
Salah satu elemen yang juga mencuri perhatian adalah Distort Peci, aksesori kepala yang menyerupai ikat kepala Melayu. Item ini menjadi simbol eksplorasi budaya yang dibingkai ulang dalam konteks fesyen kontemporer.
Eksperimen Sean Sheila juga muncul pada jaket bomber berwarna navy. Dari depan, tampilannya tampak konvensional, minimalis, dan rapi. Namun, ketika model berbalik, penonton disuguhkan dengan visual bagian punggung yang terbuka atau backless.
Ide berani ini menegaskan esensi dari koleksi DISTORT untuk mengubah persepsi tentang pakaian laki-laki tanpa kehilangan kepraktisan atau struktur desainnya.
ADVERTISEMENT
Setiap potongan dimulai dari bentuk dasar yang akrab, lalu di-re-cut, di-reshape, atau di-reimagine agar mengganggu ekspektasi penonton secara halus.
Bahan-bahan yang digunakan juga dipilih untuk menggambarkan keseimbangan antara fungsi dan kemewahan, seperti denim, korduroi, pinstripes, hingga kemeja putih.
Begitu pula dengan paduan kemeja hitam dan celana krim yang kasual dan sederhana, lalu dihias dengan syal satin berwarna merah muda pucat di leher yang menambah lapisan feminin dan romantis.
Dalam wawancara usai pertunjukan, Sean Loh menjelaskan bahwa inspirasi koleksi ini justru datang dari sesuatu yang sederhana.
“Kami mendapatkan inspirasi kali ini dari hal-hal yang sebenarnya sangat membosankan,” ujar Sean.
Menurutnya, ide dasarnya adalah mengambil bentuk pakaian yang sudah sangat familiar, seperti jaket militer, bomber, atau T-shirt, dan memodifikasinya sedikit saja agar tampak berbeda.
ADVERTISEMENT
Dengan hanya mengubah 5% dari sesuatu yang seragam, bisa mengubah cara kita melihat pakaian. Menurut Sean, pendekatan 5% ini lahir dari kepekaan terhadap arah fashion saat ini.
“Saya tidak terlalu tertarik pada sesuatu yang keras, mencolok, atau fantastis sekarang. Saya lebih tertarik pada hal-hal yang bisa memancing rasa ingin tahu, tapi tetap terasa familiar dan mudah dikenali. Saya tidak sedang mencari kesan yang besar atau dramatis,” pungkas Sean pada Kamis (2/10).
Penulis: Zulfa Salman
