kumparan
22 Sep 2019 12:08 WIB

Stres Dapat Menghambat Menstruasi, Ini Penyebabnya

Ilustrasi perempuan. Foto: Shutterstock
Pernahkah Anda mengalami menstruasi yang datang lebih lambat dari biasanya? Bisa jadi, stres menjadi salah satu penyebabnya.
ADVERTISEMENT
Menurut Dr. Sheila Loanzon, ahli ginekologi asal Nothern California, Amerika Serikat, setiap manusia memiliki siklus tubuh rumit yang terjadi setiap hari, terutama yang berhubungan dengan sistem reproduksi.
"Ada sesuatu di otak yang disebut hipotalamus yang berfungsi untuk mengontrol kadar hormon dalam tubuh, termasuk juga mengontrol menstruasi," tutur nya seperti dikutip dari Byrdie.
Stres sendiri disebabkan oleh pikiran yang dipusatkan di dalam otak. Maka dari itu, Dr. Sheila mengatakan bahwa stres dapat menunda menstruasi Anda, tetapi bisa juga mempercepat siklus menstruasi.
Dalam beberapa kasus, menstruasi yang terjadi memiliki jeda tertentu atau tidak rutin datang setiap bulan. Tetapi yang perlu dicatat, stres belum tentu mempengaruhi siklus menstruasi setiap orang dengan cara yang sama.
ADVERTISEMENT
Meski demikian, dokter sekaligus penulis buku 'Yes, I am Herpes' ini menegaskan bahwa stres bukan menjadi satu-satunya faktor menstruasi Anda datang terlambat. Ada faktor-faktor yang mungkin saja terjadi, salah satu yang paling memungkinkan adalah kehamilan. Jika Anda adalah orang yang aktif secara seksual, tak ada salahnya melakukan tes kehamilan bila merasa menstruasi tak kunjung tiba.
Faktor lainnya yang juga mempengaruhi adalah berat badan dan gaya hidup. Bila bobot tubuh terlalu berat atau justru kurang ideal, maka menstruasi bisa saja datang lebih lambat.
Ilustrasi menstruasi Foto: Shutterstock
Lantas, bagaimana caranya agar kita tidak terlalu stres? Dokter Sheila menyarankan untuk mengubah pola makan dan banyak berolahraga. Dengan demikian, tubuh memiliki kesempatan untuk menyeimbangkan diri dan lebih sehat. Jangan lupa juga banyak mengkonsumsi makanan sehat yang kaya nutrisi.
ADVERTISEMENT
Selain itu, tidur yang cukup juga menjadi salah satu cara untuk menghindari stres. "Tidur adalah kesempatan bagi tubuh untuk mengembalikan siklus alami dan menurunkan kadar stres serendah mungkin," tutupnya.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan