Studi: Citra Tubuh Kim Kardashian & Kylie Jenner Bikin Banyak Perempuan Tak PD
·waktu baca 3 menit

Ladies, apakah kalian pernah melihat postingan selebriti Kim Kardashian dan saudaranya di media sosial? Apa yang terlintas di pikiran kalian saat melihat postingan tersebut? Citra tubuh langsing dan montok seperti yang ditampilkan Kim Kardashian dan adiknya, Kylie Jenner, ternyata dapat memicu ketidakpuasan perempuan terhadap tubuh mereka.
Studi yang dilakukan oleh Universitas York di Toronto, Kanada secara terang-terangan menyebut nama Kim Kardashian dan saudara perempuannya Kylie Jenner sebagai influencer yang berkontribusi terhadap ketidakpuasan perempuan terhadap bentuk tubuh mereka. Hal ini dikarenakan Kim Kardashian dan Kylie Jenner dinilai paling sering menyebarkan konten di media sosial.
“Mereka sering mengunggah konten dengan tagar #thick, #thicc, dan #slim thick. Dan tagar tersebut masing-masing memiliki 6,2 juta, 3,4 juta, dan 1 juta posting di Instagram, dan tagar #slimthicc memiliki 134 juta tag di TikTok,” kata Sarah McComb dan Jennifer Mills, peneliti dari Universitas York di Toronto tentang tren media sosial 2021, yang dikutip New York Post.
Citra ideal tubuh ramping sebelumnya juga diperkenalkan oleh supermodel asal Inggris, Kate Moss. Akan tetapi semua yang terlihat di media sosial, tidak semuanya asli. Keluarga Kardashian sering mendapat hinaan dari warganet karena ketahuan memposting foto dengan editan photoshop yang mengerikan. Misalnya, ketika kaki Kim terlihat tidak simetris karena melewati beberapa proses pengeditan yang berat, yang mendorongnya untuk menghapus foto itu dari Instagram-nya.
Akhirnya, sudah menjadi hal yang lumrah bagi masyarakat untuk melakukan pengeditan pada foto yang hendak diunggah di sosial media. Menurut studi Universitas York, hal ini mengubah persepsi masyarakat tentang citra tubuh ideal, yaitu perempuan harus kurus dan montok agar bisa mencapai standar kecantikan perempuan rata-rata.
Meskipun tidak ilegal untuk mengubah foto atau melakukan operasi plastik, tindakan itu sama saja dengan memanipulasi keaslian dan tidak menghargai bentuk tubuh perempuan semestinya.
Lebih lanjut peneliti Sarah McComb dan Jennifer Mills dari Universitas York di Toronto, membuat penelitian tentang korelasi antara tubuh ideal dan kepuasan fisik yang muncul pada perempuan. Mereka melakukan survei terhadap 402 peserta perempuan usia 18 hingga 25 yang merupakan pengguna Instagram. Peserta diinstruksikan untuk melihat 13 foto influencer yang memiliki sekitar 60.000 pengikut dengan tipe tubuh berbeda, yakni langsing-montok, bugar, dan kurus.
Hasil dari penelitian tersebut, tubuh ideal digambarkan dengan citra tubuh langsing-montok yang kini paling banyak disukai peserta. Namun, hal ini menyebabkan rendahnya kepercayaan diri dan ketidakpuasan perempuan akan penampilannya.
Mengutip dari New York Post, penelitian lainnya juga menyebutkan bahwa perfeksionisme penampilan, seperti mencoba memiliki tubuh seperti Kim Kardashian, dapat menyebabkan gangguan makan, upaya menurunkan berat badan yang tidak sehat, tidak percaya diri, dan kecemasan sosial.
Penelitian menemukan bahwa kampanye yang mempromosikan tubuh langsing-montok seperti Kim Kardashian sangat berbahaya terhadap citra tubuh perempuan. “Tubuh ideal langsing-montok dapat berbahaya bagi penampilan, berat badan, dan kepuasan tubuh perempuan secara keseluruhan. Karena hal ini bisa mewakilkan standar kecantikan yang berlebihan dan tidak dapat dicapai,” kata para peneliti menyimpulkan.
Penulis : Adonia Bernike Anaya
