Studi: Mikroplastik Bisa Masuk ke Ovarium, Ganggu Kesuburan dan Hormon
·waktu baca 2 menit

Mikroplastik kini jadi ancaman serius bagi lingkungan dan juga manusia. Tanpa disadari, partikel ini dapat masuk ke dalam tubuh dan memengaruhi fungsi organ. Hal ini dibuktikan dalam sebuah jurnal Ecotoxicology and Environmental Safety (2025) yang menemukan fakta bahwa mikroplastik dapat masuk ke ovarium.
Penelitian tersebut dilakukan oleh sebuah klinik kesuburan di Italia. Hasilnya mencatat bahwa 14 dari 18 perempuan terdeteksi memiliki mikroplastik pada cairan di dalam kantung kecil (folikel) ovarium. Tak hanya itu, mikroplastik juga ditemukan pada urin manusia dan sperma.
Menurut studi yang sama, mikroplastik dapat masuk ke dalam tubuh manusia melalui makanan dan minuman. Salah satu contohnya adalah meminum air dari botol plastik.
Sementara itu, penelitian oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) pada 2022 mengungkapkan bahwa air hujan di Jakarta mengandung mikroplastik. Hal ini menjadi ancaman baru, karena mikroplastik dapat masuk ke dalam tubuh lewat pori-pori kulit atau luka.
Dampak mikroplastik dalam organ reproduksi
Luigi Montano, penulis utama dalam studi yang menemukan mikroplastik di dalam ovarium, menyatakan bahwa temuan ini menjadi pengingat akan ancaman partikel tersebut terhadap kesehatan reproduksi.
“Temuan ini merupakan langkah besar untuk memahami bagaimana dan mengapa mikroplastik memengaruhi kesehatan reproduksi perempuan,” ujarnya.
Melalui makalah ilmiah bertajuk “La fertilità maschile è in forte calo” (Kesuburan pria sedang menurun drastis), Luigi mengungkapkan bahwa mikroplastik diduga menjadi salah satu faktor penyebab penurunan jumlah dan kualitas sperma.
Ia juga menambahkan bahwa keberadaan mikroplastik dalam ovarium berpotensi berbahaya karena dapat mengganggu hormon serta kesehatan reproduksi perempuan.
Luigi Montano menyarankan agar individu mengurangi penggunaan barang plastik dalam kehidupan sehari-hari, serta menghindari memanaskan makanan atau menuangkan minuman panas ke dalam wadah plastik. Hal ini karena suhu panas dapat memicu pelepasan miliaran partikel mikroplastik ke dalam makanan atau minuman.
