Studi Ungkap Duduk Terlalu Lama Bisa Mempercepat Penuaan pada Perempuan

Menghabiskan waktu berjam-jam di depan laptop atau duduk di meja kerja mungkin sudah menjadi bagian dari rutinitas banyak perempuan. Namun, kebiasaan tersebut ternyata bukan hanya berdampak pada kesehatan otot, sendi, atau postur tubuh. Sebuah penelitian menemukan bahwa terlalu lama duduk juga berkaitan dengan proses penuaan biologis yang berlangsung lebih cepat.
Temuan ini dipublikasikan dalam studi Associations of Accelerometer-Measured and Self-Reported Sedentary Time With Leukocyte Telomere Length in Older Women yang terbit di American Journal of Epidemiology pada 2017. Penelitian tersebut meneliti hubungan antara lamanya waktu sedentari atau duduk dengan panjang telomer, yaitu bagian pelindung di ujung kromosom yang sering digunakan sebagai indikator usia biologis sel.
Penelitian melibatkan 1.481 perempuan yang menjadi bagian dari Women’s Health Initiative. Para peneliti mengukur waktu sedentari menggunakan accelerometer, alat yang dapat merekam aktivitas fisik secara objektif, serta membandingkannya dengan laporan aktivitas harian para peserta. Selanjutnya, sampel darah dianalisis untuk mengetahui panjang telomer pada sel darah putih.
Hasilnya menunjukkan bahwa perempuan yang menghabiskan waktu sekitar 10 jam atau lebih per hari untuk duduk dan tidak memenuhi rekomendasi aktivitas fisik memiliki telomer yang lebih pendek dibandingkan mereka yang lebih aktif. Para peneliti memperkirakan perbedaan panjang telomer tersebut setara dengan sekitar delapan tahun penuaan biologis tambahan.
Telomer berfungsi melindungi kromosom saat sel membelah. Seiring bertambahnya usia, telomer akan memendek secara alami. Namun, berbagai faktor gaya hidup, seperti kurang bergerak, stres kronis, hingga pola makan yang kurang sehat, diduga dapat mempercepat proses pemendekan tersebut. Karena itu, panjang telomer kerap digunakan sebagai salah satu penanda proses penuaan biologis.
Meski demikian, penelitian ini juga membawa kabar baik. Hubungan antara waktu duduk yang panjang dan pemendekan telomer tidak ditemukan pada perempuan yang rutin melakukan aktivitas fisik intensitas sedang hingga berat selama sedikitnya 30 menit setiap hari. Temuan ini menunjukkan bahwa olahraga dan aktivitas fisik dapat membantu mengurangi dampak negatif dari kebiasaan terlalu lama duduk terhadap kesehatan sel.
Artinya, bukan hanya durasi duduk yang perlu diperhatikan, tetapi juga seberapa aktif tubuh bergerak di sela-sela aktivitas harian. Jika pekerjaan mengharuskanmu duduk dalam waktu lama, cobalah berdiri setiap 30–60 menit, berjalan kaki sejenak, melakukan peregangan ringan, atau menyempatkan olahraga setelah bekerja. Kebiasaan sederhana tersebut dapat menjadi investasi penting untuk menjaga kesehatan tubuh sekaligus memperlambat proses penuaan biologis.
