Kumparan Logo

Studi Ungkap Uang Ternyata Bikin Bahagia dan Kurangi Tingkat Stres

kumparanWOMANverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi Perempuan Memegang Uang. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Perempuan Memegang Uang. Foto: Shutterstock

Ladies, pernahkah kamu mendengar ucapan “money can’t buy happiness” (uang tidak bisa membeli kebahagiaan)? Ternyata, menurut studi ilmiah, hal tersebut tidak sepenuhnya benar. Sebab, studi itu mengungkap bahwa uang bisa menjadi sumber kebahagiaan.

Temuan ini terungkap dalam studi yang dilakukan oleh Matt Killingsworth, peneliti di Wharton School University of Pennsylvania, Amerika Serikat. Dia melakukan survei lewat situs trackyourhappiness.org pada 2024 dan mengambil sampel dari lebih dari 33 ribu orang dewasa berusia 18–65 tahun di AS. Para partisipan memiliki pemasukan tahunan setidaknya USD 10 ribu (Rp 166 juta).

Matt mengelompokkan orang-orang dengan penghasilan menengah sebagai mereka yang berpenghasilan setidaknya USD 74 ribu (Rp 1,2 miliar).

Dia juga menggunakan data dari masyarakat kaya raya di AS dengan penghasilan tahunan mencapai USD 3 juta–7 juta (setara dengan Rp 50 miliar–66 miliar). Matt kemudian membandingkan hasil survei antara masyarakat menengah dan kaya raya.

Ilustrasi mengatur keuangan bersama pasangan. Foto: Shutterstock

Hasilnya, tingkat kebahagiaan antara kelompok kaya raya dengan kelompok menengah sangat berbeda. Dia mencatat kesenjangan yang cukup besar dalam segi kepuasan hidup mereka.

“Uang hanyalah salah satu dari banyak hal yang berpengaruh dalam kebahagiaan. Perbedaan kecil dalam penghasilan biasanya diasosiasikan dengan perbedaan yang juga kecil dalam segi kebahagiaan. Namun, jika perbedaan penghasilan mereka cukup besar, perbedaan kebahagiaan mereka juga besar,” jelas Matt, sebagaimana dilansir The Guardian.

Namun, apakah kebahagiaan diasosiasikan dengan kemampuan orang membeli barang sebanyak-banyaknya? Matt tidak setuju dengan ide tersebut. Menurut dia, kebahagiaan tersebut muncul karena orang dengan penghasilan tinggi punya kendali lebih besar atas hidup mereka.

“Rasa memiliki kendali atas hidup mereka menjelaskan 75 persen asosiasi antara uang dan kebahagiaan. Jadi, menurut saya, yang terjadi di sini adalah ketika orang punya lebih banyak uang, mereka punya lebih banyak kontrol atas hidup mereka. Mereka punya kebebasan untuk menjalani hidup sesuai dengan apa yang mereka inginkan,” papar Matt.

Ilustrasi perempuan keluarkan uang secara impulsif. Foto: MDV Edwards/Shutterstock

Selain itu, menurut Profesor Harvard Business School, Jon Jachimowicz, punya uang bisa menurunkan potensi stres.

“Uang bisa memberikan rasa tenang dan kendali. Kita bisa menghindari hal-hal buruk yang mungkin ditemui dalam hidup; baik itu masalah kecil seperti menghindari hujan badai di jalan dengan cara memesan Uber (taksi online), atau masalah yang lebih kompleks, seperti membayar biaya rumah sakit yang besar,” jelas Jon.

Jadi, punya uang banyak tidak melulu berarti bisa membeli banyak barang dan akhirnya membuat kita bahagia. Memiliki cukup uang dalam hidup bisa menurunkan tingkat stres dengan cara menghindari hal-hal yang berpotensi menyebabkan tekanan tersebut.