Kumparan Logo

Suka Minum Es Kopi Susu? Ketahui Dulu Dampaknya Terhadap Kulit & Tubuh

kumparanWOMANverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi kopi susu Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi kopi susu Foto: Shutterstock

Es kopi susu jadi salah satu minuman yang sedang digemari saat ini. Berbagai macam pilihan kopi susu dari warung kopi masa kini membuat kita dengan mudah mendapatkan minuman trendi ini. Apakah Anda salah satu penggemar es kopi susu ini juga, Ladies? Jika betul, sebelum meneruskan hobi yang nikmat ini, ada baiknya kita mengetahui efek negatif es kopi susu pada kulit dan tubuh.

Bicara mengenai kopi dan kulit, sebetulnya kopi sudah terkenal manfaatnya bagi kesehatan kulit. Kopi banyak dijadikan sebagai kandungan skin care karena mengandung polifenol yang berguna untuk antioksidan dan mengurangi flek hitam pada kulit. Namun, bila terlalu banyak mengkonsumsinya bisa menimbulkan masalah.

dr. Refla Syarif SpKK menjelaskan meminum kopi terlalu banyak dapat membuat dehidrasi dan hilangnya kolagen yang menyebabkan jerawat, kemerahan, hingga keriput. “Itu disebabkan karena antioksidan yang menumpuk dan tidak terserap oleh tubuh,” jelasnya saat dihubungi kumparan pada Jumat (14/6).

Ilustrasi kulit kemerahan. Foto: Pixabay

Itu baru dari kandungan kopi saja. Lalu bagaimana dengan es kopi susu yang selain mengandung kopi juga biasanya mengandung susu, gula (gula pasir atau gula aren) dan biasanya ditambah krimer juga?

Gula sudah jelas menjadi salah satu musuh utama tubuh dan kulit. Tingginya konsumsi gula akan mempercepat proses penuaan kulit melalui proses glycation. Glycation merupakan hasil ikatan molekul gula pada protein dan lemak. Sebuah penelitian British Journal of Dermatology 2007 membuktikan bahwa kadar gula pada darah dapat membuat kulit cepat tua.

Proses glycation itu menjadi lebih cepat di seluruh jaringan tubuh apabila ada asupan gula, terutama glukosa dan fruktosa. “Intinya gula bisa mempercepat proses penuaan kulit melalui proses glycation. Bisa menyebabkan lingkar hitam bawah mata, kerutan, kulit kendur, dan dehidrasi kulit,” kata dr. Refla.

Ilustrasi kerutan wajah Foto: Shutterstock

Sedangkan susu bisa memperparah kondisi jerawat. Susu mengandung zat pro-inflamasi yang bisa menyebabkan munculnya jerawat dan rosacea. Susu sapi biasanya mengandung hormon yang dapat menyebabkan munculnya jerawat dan peradangan pada kulit. Skim milk yang mengandung tambahan gula juga memiliki dampak negatif yang lebih banyak.

“Jadi susu harus dikurangi bagi mereka yang berjerawat. Karena ada hormon yang bisa memicu reseptor perangsang produksi di kelenjar minyak. Sifatnya comedogenic pada orang berjerawat. Jadi produksi minyak bertambah, sementara sel kulitnya menyumbat, ini semakin menyebabkan komedo,” kata dr. Melyawati Hermawan SpKK dalam sebuah wawancara dengan kumparan.

kumparan post embed

Pengalaman Perempuan yang Sering Konsumsi Es Kopi Susu

Sering mengkonsumsi susu dapat menimbulkan jerawat bukan hanya sekadar teori ahli, meskipun hanya sebagian orang yang mengalami. Seperti Gina (23), seorang karyawan swasta yang mengaku mengalami timbul jerawat ketika mengkonsumsi kopi susu.

“Setiap minum kopi susu suka tumbuh jerawat besar. Saat konsultasi ke dokter kulit, saya diberitahu bahwa saya tidak bisa meminum susu karena protein susu itu tinggi, jadi tidak cocok dengan tubuh saya,” jelasnya saat dihubungi kumparan pada Selasa (11/6).

Stephanie (25) yang berprofesi sebagai content creator, hampir setiap hari mengkonsumsi susu kopi. Selama sering minum kopi susu, Stephanie mengalami jerawat yang tak kunjung sembuh. Menurut Stephanie, tidak ada yang salah pada perawatan skin care dan hormonnya.

Akhirnya ia mulai menyortir makanan dan minuman yang dikonsumsi. “Biasanya konsumsi kopi susu setiap hari. Lalu kemudian saya coba puasa kopi susu, puasa kopi hitam, hingga puasa susu. Akhirnya menemukan bahwa saya tidak cocok dengan susu. Setiap bablas minum kopi susu pasti mulai muncul jerawat, ” ucap Stephanie.

Ilustrasi kopi susu Foto: Shutterstock

Selain berdampak pada kulit, hobi konsumsi kopi susu juga sebenarnya memberi dampak negatif berlipat pada tubuh. Kopi, misalnya, bisa meningkatkan produksi asam lambung jika dikonsumsi berlebihan. Selain itu, kopi juga bisa menyebabkan palpitasi atau denyut jantung yang meningkat. Sementara menurut dr. Nessa Wulandari, MGizi, SpGK, kopi yang disertai gula dan dikonsumsi berlebihan akan meningkatkan risiko penyakit diabetes dan penumpukan lemak trigliserida yang merupakan lemak di dalam darah.

dr. Nessa memberi saran mengenai konsumsi es kopi susu ini. “Untuk minum kopi susu dengan aren, susu, atau creamer sebaiknya tidak rutin dan tidak berlebihan dikonsumsi. Alternatif aren bisa diganti sweetener non kalori, susu dengan susu low fat, tidak pakai creamer lagi karena sudah ada susu,” jelas dr. Nessa. Supaya konsumsi kopi susu tidak berlebihan, Anda bisa membatasinya dengan cukup meminum dua cangkir kopi susu sehari.

Jadi ingat ya, Ladies, apapun yang berlebihan akan memiliki dampak negatif. Meski kopi susu menjadi pemanis waktu bersantai bahkan bekerja, bukan berarti ia selalu menjadi penyelamat.