Kumparan Logo

Sukseskan Arahan Presiden, Kementerian PPPA Gelar Webinar Pemberdayaan Perempuan

kumparanWOMANverified-green

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Webinar KemenPPPA. Foto: kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Webinar KemenPPPA. Foto: kumparan

Seiring berjalannya waktu, peran perempuan dalam berbagai sektor sudah mulai terlihat ke arah yang lebih baik. Meski begitu, potensi perempuan untuk berkontribusi dalam pembangunan saat ini dinilai belum optimal. Hal ini dapat dilihat dari berbagai hal. Misalnya angka Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) perempuan yang belum mencapai 50 persen dan tingginya angka kekerasan terhadap perempuan.

Tak hanya itu, keterlibatan perempuan di ruang publik juga dinilai masih rendah. Terbukti, jumlah perempuan di level manajerial masih sedikit dibandingkan laki-laki. Hal ini juga bisa dilihat dalam Indeks Pembangunan Manusia (IPM) 2020 yang menunjukkan angka 71.94 persen. Dan IPM perempuan lebih rendah daripada laki-laki, yaitu 69.19 persen dibanding 75.98 persen.

Ilustrasi lingkungan kerja yang setara antara perempuan dan laki-laki. Foto: Shutterstock

Selain pemberdayaan perempuan, upaya perlindungan anak juga perlu mendapatkan perhatian khusus. Sebab angka Indeks Perlindungan Anak (IPA) masih jauh dari target 100 persen, yakni 66.26 persen. Selama masa pandemi, angka kekerasan terhadap anak perempuan juga turut meningkat. Menurut data dari Simponi, dari 2.851 kasus, kekerasan anak meningkat menjadi lebih dari 7.190 kasus saat pandemi.

Berangkat dari isu ini, Kementerian PPPA, mendapat arahan dari Presiden RI, Joko Widodo, untuk menjalankan lima isu prioritas dalam lima tahun masa kerja Kabinet Indonesia Maju.

Menteri PPPA, Bintang Puspayoga. Foto: Kemen PPPA.

Lima arahan tersebut adalah peningkatan pemberdayaan perempuan dalam kewirausahaan, peningkatan peran ibu dan keluarga dalam pendidikan atau pengasuhan anak, penurunan kekerasan terhadap perempuan dan anak, penurunan pekerja anak, dan pencegahan perkawinan anak.

Dalam menyelesaikan lima arahan tersebut, Kementerian PPPA membutuhkan dukungan dari berbagai pihak. Seperti yang sudah banyak diketahui, selama ini masih ada banyak pandangan salah terhadap perempuan dan anak. Sehingga membuat mereka sulit untuk mendapatkan akses, partisipasi, kontrol, dan manfaat yang sama dalam kehidupan sehari-hari dan program pembangunan seperti laki-laki.

Ilustrasi perempuan karier. Foto: Shutterstock

Posisi perempuan dan anak sebagai kelompok rentan menjadikan perempuan dan anak kurang mendapatkan peran dalam berbagai sektor. Padahal, kehadiran perempuan dan anak merupakan investasi besar untuk negara.

Oleh karena itu, Kementerian PPPA bekerja sama dengan kumparan menggelar webinar khusus yang akan digelar secara online di Zoom dan YouTube pada Rabu, 11 Agustus 2021 pukul 15.00. Diselenggarakan khusus untuk Forum Partisipasi Publik untuk Kesejahteraan Perempuan dan Anak (PUSPA) di 34 provinsi, acara ini menghadirkan pembicara dari berbagai bidang. Mereka adalah Indra Gunawan, SKM, MA, Deputi Partisipasi Masyarakat Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, pendiri Du Anyam Yohana Keraf, pendiri Lembaga PEKKA Nani Zulminarni, Wioko Yudhantara dari Astra dan pendiri Gerakan Anak Petani Cerdas Heni Sri Sundani.

Webinar KemenPPPA. Foto: kumparan

Para pembicara akan membahas mengenai pertumbuhan ekonomi perempuan melalui sektor UMKM, upaya untuk mengurangi angka pekerja anak, dan menekankan pentingnya perlindungan bagi anak, serta bagaimana pemberdayaan perempuan bisa membantu meningkatkan kualitas hidup keluarga di Indonesia.

Tak hanya itu, dalam webinar ini juga terdapat sesi spesial yang menghadirkan perempuan penganyam dari Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) dan kepala desa yang sukses mengentaskan angka perkawinan anak. Mereka akan hadir untuk berbagi cerita mengenai pengalaman menjadi kepala desa yang peduli pada isu perempuan dan anak serta menjadi perempuan yang lebih berdaya karena adanya kesempatan ekonomi.

Nah, untuk anggota Forum Puspa yang ingin mengikuti webinar ini, kamu bisa mendaftarkan diri melalui formulir berikut. Setelah itu, kamu akan mendapatkan undangan melalui email masing-masing, sekaligus dengan link webinar baik dari Zoom maupun YouTube.

embed from external kumparan