Kumparan Logo

Sulit Mengambil Keputusan? Kamu Mungkin Alami Decidophobia

kumparanWOMANverified-green

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi perempuan sulit mengambil keputusan karena mengalami decidophobia. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi perempuan sulit mengambil keputusan karena mengalami decidophobia. Foto: Shutterstock

Ladies, apakah kamu pernah kesulitan dalam memilih makanan dari daftar menu? Atau yang lebih parah lagi, apakah kamu pernah kesulitan dalam memutuskan ingin melamar untuk posisi apa di suatu perusahaan?

Jika ya, kamu bisa jadi mengalami decidophobia. Ini merupakan ketakutan irasional dalam membuat keputusan dan berusaha keras untuk menghindarinya. Untuk memahami decidophobia, penting untuk memahami fobia secara umum.

Ketakutan adalah bagian alami dari kehidupan, tapi fobia ditandai dengan intensitas yang tidak proporsional. Menurut psikiater, Dr. Jennice Vilhauer dalam wawancara dengan Bustle, “Ketakutan biasanya tidak proporsional dengan bahaya aktual yang ditimbulkan oleh situasi atau objek tertentu.”

Dalam kasus decidophobia, ini akan menjadi ketakutan membuat keputusan dan menghindari pengambilan keputusan. Menurut Forbes, filsuf Walter Arnold Kaufmann adalah orang pertama yang menggunakan istilah ‘decidophobia’ untuk menggambarkan kondisi tersebut dalam bukunya Without Guilt and Justice From Decidophobia to Autonomy.

Tidak seperti beberapa ketakutan irasional lainnya, decidophobia membuat seseorang merasa terisolasi, yang bisa disebabkan oleh ketakutan akan kegagalan atau trauma masa kanak-kanak.

Ada beberapa tanda lain seorang bisa saja mengalami decidophobia. Berikut adalah tanda-tandanya seperti kumparanWOMAN dari berbagai sumber.

1. Berpikir negatif dan menghindari membuat keputusan

Saat mengalami decidophobia, kamu akan ketakutan dan menghindar setiap kali membuat keputusan. Menurut psikolog di Los Angeles, Amerika Serikat (AS), Dr. Jennice Vilhauer, ketakutan menguasai mereka yang mengidap decidophobia.

“Seharusnya mereka bisa melakukan banyak hal, tetapi terhambat karena hal ini. Hal ini termasuk keputusan penting dalam hidup sehingga mempengaruhi hubungan sosial dan kesehatan mental,” ujarnya.

2. Bergantung kepada orang lain untuk membuat keputusan

Jika kamu tidak bisa membuat pilihan dan bersikeras meminta orang lain membuat pilihan untuk kamu, itu bisa menjadi tanda bahwa kamu mengalami decidophobia.Seiring berjalannya waktu, kebiasaan ini dapat menyebabkan ketergantungan yang tidak sehat pada orang lain.

3. Menggantungkan keputusan kepada takdir dan nasib

Sama halnya dengan bergantung kepada orang lain, orang yang memiliki decidophobia memiliki kepercayaan kepada nasib atau melihat masa depan berdasarkan kartu tarot, paranormal, astrologi, dan sebagainya. Tidak ada yang salah dengan memercayai metode seperti itu. Namun, mengandalkan itu semua untuk setiap keputusan hidup mungkin bukan tindakan yang sehat.

4. Mudah cemas, takut, dan ragu-ragu

Fobia ditandai dengan ketakutan yang intens, yang dapat berdampak kepada gejala fisik seperti pusing, detak jantung yang cepat, atau gemetar. Namun, tidak semua fobia bisa menimbulkan panic attack. Hal ini tergantung dari seberapa besar kesulitan dan tekanan yang dihadapi.

Mengutip Bustle, psikiater di Los Angeles, AS, Dr. Jennice Vilhauer mengatakan, "Kamu dapat mengalami ketakutan yang intens yang mengarah pada gangguan mental tanpa mengalami serangan panik."

Untuk mendeteksi fobia jenis ini dibutuhkan observasi dari ahli. Orang-orang yang memiliki fobia ini tidak dapat membuat kesimpulan sendiri dan mendiagnosis diri sendiri terlepas dari apa pun situasinya.

Penulis: Adonia Bernike Anaya