Tak Perlu Dicukur, Ini 4 Manfaat Rambut Kemaluan untuk Kesehatan Vagina

15 Januari 2021 9:02
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Ilustrasi Mencukur Rambut Kemaluan Foto: Shutterstock/Niran Phonruang
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Mencukur Rambut Kemaluan Foto: Shutterstock/Niran Phonruang
ADVERTISEMENT
Bagi perempuan, perawatan kecantikan tak melulu urusan wajah dan rambut, tetapi area kewanitaan juga perlu mendapat perhatian khusus. Salah satu cara yang bisa dilakukan untuk mempertahankan kebersihan dan kecantikan vagina adalah dengan mencukur rambut kemaluan.
ADVERTISEMENT
Perawatan tersebut memang terkenal bisa membuat area kewanitaan menjadi bersih dan lebih nyaman. Namun bukan berarti rambut kemaluan tidak baik atau tidak higienis. Sebab rambut kemaluan justru memiliki manfaat yang baik untuk kesehatan area kewanitaan kita. Jadi tidak ada salahnya kalau kita tetap membiarkannya tumbuh dan merawatnya tanpa dicukur.
Untuk tahu apa saja manfaat rambut kemaluan bagi kesehatan, kumparanWOMAN telah merangkumnya untuk kamu. Self melansir, simak ulasan selengkapnya berikut ini.
Rambut kemaluan melindungi area kewanitaan. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Rambut kemaluan melindungi area kewanitaan. Foto: Shutterstock

1. Berfungsi sebagai pelindung

Rambut kemaluan tumbuh bukan tanpa alasan lho Ladies. Kulit pada area kewanitaan cenderung halus dan sensitif, sehingga rambut kemaluan yang bertindak sebagai pelindung untuk mengurangi gesekan saat berhubungan seks dan aktivitas lainnya. Rambut kemaluan juga bisa membuat vagina tetap hangat.
ADVERTISEMENT

2. Menjaga higienitas area kewanitaan

Sebagian dari kita mungkin merasa kurang nyaman memiliki rambut kemaluan. Hal tersebut menjadi salah satu alasan kita memutuskan untuk mencukur rambut kemaluan. Padahal, rambut kemaluan menghalangi keringat yang keluar dari kulit sehingga area kewanitaan tetap kering. Saat proses tersebut terjadi, rambut kemaluan juga membantu menyebarkan hormon feromon yang baik untuk bercinta dan menghalangi bakteri masuk ke dalam vagina langsung.
Ilustrasi Rambut Kemaluan Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Rambut Kemaluan Foto: Shutterstock
"Rambut kemaluan memang menyaring kotoran dan bakteri. Tetapi kalau Anda adalah orang yang rajin mandi dan membersihkan area kewanitaan, tentu rambut kemaluan juga jadi lebih higienis," ungkap Michael Cackovic, M.D., OB/Gyn di Ohio State Wexner Medical Center.

3. Rambut kemaluan melindungi jaringan tisu

Rambut kemaluan juga membantu mencegah kulit vagina bergesekan langsung dengan hal lain yang bisa jadi penyebab gatal atau iritasi.
ADVERTISEMENT
"Rambut kemaluan melindungi 'pintu' dari organ tubuh yang paling penting bagi perempuan," ungkap Tami Rowen, M.D., OB/Gyn dari UCSF Medical Center.
Tak hanya itu, rambut kemaluan juga membantu melindungi jaringan tisu di dalam vagina. Sebab sebagian perempuan memiliki vagina dengan labia yang lebih terbuka. Jadi bulu kemaluan menjadi pelindung utama agar labia tidak mudah infeksi dan iritasi.
Ilustrasi vagina. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi vagina. Foto: Shutterstock

4. Mencegah terjadinya peradangan folikel

Para ahli mengatakan bahwa banyak perempuan mengalami folikulitis atau peradangan yang disebabkan oleh folikel rambut akibat proses perawatan rambut kemaluan. Tak sedikit pula perempuan yang merasa khawatir saat terjadi perubahan pada vagina. Padahal setelah diperiksa, kebanyakan perubahan tersebut disebabkan oleh proses mencukur sendiri, melakukan waxing atau laser rambut kemaluan.
Oleh karena itu, sebisa mungkin hindari perawatan rambut kemaluan karena memiliki risiko tinggi bagi kesehatan kulit di area vagina.