Tanggapan Ayah Meghan Markle Soal Isu Rasisme Kerajaan: Itu Omong Kosong

Wawancara yang dilakukan oleh Meghan Markle dan Pangeran Harry bersama Oprah Winfrey pada Minggu (7/3) menimbulkan berbagai macam polemik. Salah satunya adalah pernyataan Meghan tentang tekanan yang didapatkan saat menjadi bagian dari anggota Kerajaan Inggris hingga membuat dirinya ingin mengakhiri hidup.
Kepada Oprah, Meghan juga membeberkan bahwa adanya rasisme dari salah satu anggota Kerajaan Inggris yang tidak disebutkan namanya tersebut. Seperti yang diketahui, Meghan lahir dari keluarga yang memiliki warna kulit multirasial, ibunya memiliki warna kulit gelap, sedangkan sang ayah berwarna kulit putih.
Karena kondisinya yang seperti itu, Kerajaan Inggris tampaknya khawatir dengan warna kulit dari anaknya Meghan kelak. Bahkan Meghan mengklaim bahwa Kerajaan Inggris tidak berniat memberikan hak keamanan dan gelar pangeran kepada anaknya.
"Ada kekhawatiran kulitnya akan terlalu gelap saat dia (Archie) lahir," ungkap Meghan seperti yang dikutip dari Daily Mail.
Pernyataan dari Meghan ternyata ditanggapi oleh sang Ayah, Thomas Markle, kepada Good Morning Britain, Selasa (9/3) waktu Amerika Serikat. Menurut Thomas, apa yang dikatakan oleh Meghan terlalu membesarkan masalah rasisme yang ada dalam keluarga Kerajaan Inggris.
"Meghan dan Pangeran Harry terlalu berlebihan dengan menceritakan hal ini kepada Oprah," ujar Thomas dalam sesi wawancara.
Menanggapi adanya salah satu anggota kerajaan yang bertanya kepada Meghan tentang warna kulit anaknya, Thomas memberi tanggapan bahwa hal itu hanya pertanyaan bodoh yang tak perlu dilebih-lebihkan. Bahkan dirinya tidak percaya kalau ada anggota kerajaan yang menanyakan hal itu kepada keduanya.
"Semua tentang warna kulit dan seberapa gelap bayinya itu hanyalah omong kosong. Saya menebak bahwa itu hanyalah pertanyaan bodoh dari seseorang. Saya tidak merasa keluarga Kerajaan Inggris rasis," tambah Thomas.
Selain itu, Thomas juga ikut memberi respon terkait ucapan Meghan yang sempat terpikir untuk mengakhiri hidupnya setelah menjadi keluarga Kerajaan Inggris. Sejujurnya Thomas cukup kesal dengan pernyataan Meghan, namun ia juga tetap menyalahkan dirinya yang tidak bisa berbuat apa-apa pada saat itu.
Baik Thomas dan Meghan sudah tidak menjalin komunikasi yang baik setelah dirinya tak diundang ke dalam pernikahan anaknya sendiri pada tahun 2018 silam. Thomas juga mengakui bahwa saat itu Meghan tidak memiliki keluarga terdekat yang tinggal di Amerika Serikat, jadi pantas saja kalau putrinya tidak punya siapa-siapa untuk dihubungi.
"Seandainya aku tahu dia (Meghan) mempunyai masalah psikologis, aku akan selalu ada untuknya," ungkap Thomas.
Sebelum Thomas Markle angkat bicara terkait wawancara Meghan dan Pangeran Harry bersama Oprah, kakak tirinya, Samantha Markle, sudah memberi tanggapan terlebih dahulu. Samantha memberi pernyataan terkait ucapan Meghan yang mengatakan bahwa sang ayah telah mengabaikannya.
"Ketika dia (Meghan) berkata 'aku kehilangan ayahku', seluruh dunia tahu dan menyaksikan bahwa ayahku ingin berkomunikasi kembali dengan Meghan. Dia tidak kehilangan ayahnya, dia yang mengabaikan ayahnya!" tutup Samantha.
Penulis: Johanna Aprillia
