Kumparan Logo

Tips Menjual Baju Bekas Agar Banyak Peminatnya

kumparanWOMANverified-green

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi baju Lebaran. Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi baju Lebaran. Foto: Shutter Stock

Jual beli baju bekas layak pakai kini menjadi salah satu kegiatan yang banyak dilakukan di dunia fashion. Selain menjadi solusi membeli baju dengan harga terjangkau, jual beli baju bekas dilakukan sebagai salah satu cara untuk menciptakan fashion yang berkelanjutan (sustainable fashion).

Awalnya, jual beli baju bekas ini banyak dilakukan oleh para selebriti Hollywood dengan tujuan menggalang dana untuk berdonasi. Jual beli baju-baju dan aksesori bekas atau yang lebih dikenal dengan istilah preloved ini juga banyak dilakukan oleh selebriti Korea Selatan, beberapa di antaranya adalah Sandara Park dan Lee Hyo Ri.

Ilustrasi orang melihat baju. Foto: Jodi Hermawan

Tapi tak hanya selebriti saja yang bisa menjual baju-baju bekas layak pakai, Anda juga bisa melakukannya. Selain membantu Anda untuk melakukan declutter atau menyisihkan barang-barang yang tidak terpakai, menjual baju preloved juga membantu Anda mendapatkan penghasilan tambahan. Berikut tips menjual baju dan aksesori preloved agar banyak peminatnya:

1. Ketahui kondisi barang yang masih bisa dijual

Ketahui kondisi baju yang akan dijual kembali Foto: Shutterstock

Sebelum menjual seluruh baju-baju second Anda, ada baiknya ketahui kondisi barang yang masih bisa dijual. Pada dasarnya, baju-baju yang bisa dijual adalah baju yang masih bisa dikenakan kembali.

Walau ada noda atau kotoran pada baju, baju tersebut masih bisa dijual dengan catatan harus dijelaskan saat akan menjualnya. Baju-baju lama yang akan Anda jual juga sebaiknya baju yang dipakai dalam kurun waktu 3 hingga 5 tahun ke belakang agar warna kainnya tidak berubah menguning.

Sedangkan untuk tas dan sepatu, perhatikan kondisi barang dengan seksama. Misalnya, material yang masih bagus, bagian dalam tidak kotor, dan ada receipt pembelian bila sewaktu-waktu diperlukan.

2. Perhatikan pencahayaan saat foto barang

Ilustrasi orang melihat baju. Foto: Shutterstock

Tidak perlu peralatan foto yang canggih untuk mengambil foto baju-baju bekas yang ingin Anda jual. Cukup manfaatkan cahaya matahari alami atau foto barang di dekat jendela dengan pencahayaan maksimal. Dengan demikian, detail baju yang akan Anda jual terlihat lebih jelas.

Jangan lupa untuk menata baju yang akan Anda jual semenarik mungkin agar para calon pembeli tertarik untuk mengintip barang Anda. Misalnya, menaruhnya secara datar, dilengkapi dengan aksesori pemanis, atau baju dalam keadaan bersih dan tidak kusut.

3. Tulis detail pakaian dengan jelas

Ilustrasi perempuan menulis Foto: tanvimalik

Jujur pada calon pembeli tentang kondisi baju yang ingin Anda jual. Misalnya, katakan terus terang berapa kali baju tersebut pernah dipakai, berapa harga beli baju tersebut, apakah ada noda, bolong, robek dan goresan pada baju tersebut, serta hal-hal lainnya seputar kondisi baju yang dijual.

Jangan lupa pula sertakan ukuran baju dengan jelas, mulai dari lingkar dada, panjang baju, lingkar lengan dan lain sebagainya. Dengan demikian, calon pembeli akan mempunyai bayangan tentang baju yang akan dibelinya.

4. Berikan harga yang wajar sesuai lama penggunaan

Ilustrasi uang Foto: Shutterstock

Salah satu alasan orang gemar membeli baju preloved adalah harganya yang murah. Tidak ada patokan tepat dalam menentukan harga baju preloved, semua itu kembali kepada Anda sebagai si penjual. Tetapi biasanya, harga baju preloved dipatok dari berapa lama baju itu dimiliki dan berapa kali baju tersebut dipakai.

Misalnya, Anda memiliki blus yang dibeli seharga Rp 300 ribu dan hanya digunakan dua atau tiga kali. Anda bisa menjualnya dengan kisaran Rp 80 ribu hingga Rp 90 ribu bila baju terssebut telah dibeli tiga hingga lima tahun yang lalu, atau Anda bisa menjualnya seharga Rp 100 ribu sampai Rp 150 ribu bila baju tersebut dibeli kurang dari satu tahun dan hanya dipakai satu hingga dua kali.

5. Manfaatkan aplikasi jual beli barang second

com-Ilustrasi wanita bermain handphone di dalam mobil Foto: Shuttertsock

Maraknya fenomena jual beli barang-barang second membuat banyaknya aplikasi jual beli baju dan aksesori bekas bermunculan. Beberapa di antaranya adalah Carousell, Tinkerlust, Reebonz, dan masih banyak lagi. Masing-masing aplikasi jasa jual beli baju dan aksesori bekas memiliki keuntungan dan kemudahan tersendiri. Anda harus pintar memilih aplikasi dengan seksama agar barang-barang preloved Anda bisa laku terjual.