Kumparan Logo

Tips Ramadhan: 3 Komponen Makanan yang Harus Ada dalam Menu Sahur

kumparanWOMANverified-green

google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Makanan lezat dan sehat. Foto: thinkstockphotos
zoom-in-whitePerbesar
Makanan lezat dan sehat. Foto: thinkstockphotos

Makan sahur adalah aktivitas awal saat menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadhan. Tanpa asupan makanan saat sahur, bisa membuat tubuh Anda gampang terasa lemas sepanjang hari.

Sama seperti saat makan lainnya, sahur harus mengandung cukup nutrisi bagi tubuh. Pakar gizi klinis dr Jovita Amelia, SpGK mengatakan bahwa makanan sahur harus memenuhi kebutuhan tubuh saat berpuasa seharian.

Namun perlu diingat bahwa memenuhi nutrisi bukan hanya tentang makan banyak, tapi juga harus memperhatikan komposisi gizi lengkap dan seimbang. Seringkali karena takut lapar, kita sengaja makan banyak yang akhirnya membuat tubuh terasa tidak nyaman seharian.

Agar tetap bugar dan produktif selama puasa, untuk menu sahur, sebaiknya ada kompisisi makanan yang terdiri dari karbohidrat kompleks, protein, dan lemak.

Berikut penjelasannya.

1. Karbohidrat kompleks

Ubi ungu. Foto: Pixabay

Untuk karbohidrat, Jovita menyarankan memilih karbohidrat kompleks. Karbohidrat ini terdiri atas molekul gula yang panjang dan mengandung serat yang kaya seperti buah dan umbi-umbian.

Karbohidrat kompleks akan melepas energi secara perlahan. Jadi tidak akan mempercepat rasa lapar. “Kalau mengharapkan gula dari teh manis buat sahur, gulanya hanya akan bertahan sebentar saja dan itu akan membuat cepat lemas,” jelas Jovita saat dihubungi kumparan.

2. Protein

Ilustrasi ikan asam manis Foto: dok.pixabay

Untuk protein, asupannya bisa Anda dapatkan dari protein hewani seperti ikan, ayam dan telur. Sedangkan sumber protein nabati didapatkan dari tempe, tahu, dan kacang-kacangan.

Protein sangat dibutuhkan untuk memperbaiki dan membangun jaringan dalam tubuh. Selain itu, protein juga berguna untuk memperkuat sistem kekebalan tubuh sehingga tidak mudah sakit.

3. Lemak Baik

Ilustrasi alpukat Foto: Pixabay

Komponen lainnya adalah lemak. Anda harus mengkonsumsinya dalam jumlah sedang dan hindari makanan dengan lemak jahat.

“Lemak juga perlu, tapi lemak baik. Jika biasanya sayur dan lauk dimasak pakai minyak goreng, kalau bisa sekarang pakai minyak zaitun,” ucapnya.

Selain zaitun, Anda juga bisa memanfaatkan kanola, kedelai, jagung atau bunga matahari saat menggoreng makanan Anda. Untuk tambahan lemak sehat lainnya, Anda juga bisa mengkonsumsi alpukat atau kacang seperti almond, kacang mete dan hazelnut.

Supaya Anda tidak begah saat sahur, sebaiknya Anda tidak makan terlalu banyak. Jadi, bukan menambahkan kuantitas makanan tetapi seharusnya meningkatkan kualitas makanan. Kualitasnya ditingkatkan dengan komposisi yang dibutuhkan seperti lemak, protein, dan karbohidrat kompleks tadi.

Setelah 3 komponen makanan tersebut, Jovita menambahkan satu hal yang tidak kalah penting, yaitu minum air putih yang cukup. Air putih sangat berperan untuk memperlancar metabolisme tubuh dan menjaga hidrasi tubuh. Saat sahur Anda bisa minum 2 gelas air putih.