kumparan
search-gray
Woman27 Mei 2019 16:13

Tren Baju Lebaran 2019: Yang Penting Nyaman Dipakai

Konten Redaksi kumparan
Ilustrasi baju Lebaran
Ilustrasi baju Lebaran. Foto: Shutter Stock
Tren baju Lebaran dari tahun ke tahun selalu berubah seiring dengan perkembangan dunia mode. Dituturkan oleh desainer modest wear Khanaan Shamlan, tren busana Lebaran saat ini bukan lagi mengacu kepada model busana tertentu, tetapi lebih mengutamakan kenyamanan.
ADVERTISEMENT
"Kalau kita lihat lima sampai tujuh tahun lalu, orang-orang masih mau pakai baju Lebaran yang 'ribet' tapi yang penting terlihat cantik. Baju tidak menyerap keringat tapi bagus tidak apa-apa, bahannya gatal dipakai tidak apa-apa, pakai heels tinggi juga oke saja. Tapi sekarang sudah beralih, baju Lebaran sekarang yang penting nyaman. Itu sudah suatu kemewahan," tutur Khanaan saat berbincang dengan kumparan di butiknya di kawasan Cipete, Jakarta Selatan, beberapa waktu lalu.
Karena baju Lebaran yang lebih mengutamakan kenyamanan itulah, ia sebagai desainer merasa memiliki tugas dan tanggung jawab untuk membuat koleksi busana yang cantik namun tetap nyaman dipakai.
Inspiring Hijaber Khanaan Shamlan
Inspiring Hijaber Khanaan Shamlan. Foto: dok. Intan Kemala Sari/kumparan
Khanaan melanjutkan, di tahun ini banyak juga perempuan yang lebih menyukai dress dengan cutting lurus dan berpotongan longgar. Tidak perlu banyak ornamen pada baju, yang penting tetap mengutamakan kenyamanan.
ADVERTISEMENT
"Loose dress yang cutting-nya lurus, tidak perlu banyak payet atau ruffle. Yang penting simple, nyaman dan cantik. Kalau mau pakai payet, mungkin bisa di bagian ujungnya saja," lanjut desainer lulusan ESMOD Jakarta itu.
Selain dress yang longgar, menurut Khanaan kaftan juga masih cukup diminati. Tak heran, karena momen Lebaran sering kali diidentikan dengan menggunakan kaftan untuk bersilaturahmi dengan keluarga.
Inspirasi busana lebaran: Tunik mewah berbahan tulle.
Inspirasi busana lebaran: Tunik mewah berbahan tulle. Foto: Instagram @hijabchic
"Saya melihat tren kaftan mulai beralih menjadi dress dan long tunic atau outer. Tapi ternyata peminat setia kaftan masih banyak sekali, jadi saya harus tetap membuatnya walaupun produksinya tidak sebanyak tahun lalu," tutup desainer yang pernah memamerkan karyanya di acara Muslim Contemporary Fashion de Young Museum San Francisco, Amerika Serikat.
Bagaimana dengan Anda, busana seperti apa yang akan menjadi pilihan Anda saat Lebaran nanti?
ADVERTISEMENT
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
sosmed-whatsapp-white
sosmed-facebook-white
sosmed-twitter-white
sosmed-line-white