Tren Nose Taping, Benarkah Bikin Hidung Mancung?
·waktu baca 2 menit

Memiliki hidung yang tegas dan mancung mungkin jadi impian sebagian perempuan. Tak heran bila mereka akan melakukan segala cara untuk membuat penampilan hidung tampak lebih terangkat, salah satunya dengan teknik nose taping.
Banyak pengguna TikTok melakukan tren ini dengan membungkus hidung menggunakan selotip atau plester. Mereka membungkus hidungnya dari bagian depan ke pangkal dengan harapan alat pernapasannya tampak lebih mancung karena ada sensasi tarikan ke arah atas.
Sebenarnya, nose taping umum dilakukan oleh seseorang yang baru saja menjalani operasi hidung atau rhinoplasty. Namun, seorang ahli bedah plastik di AS mengatakan bahwa teknik ini tidak dapat membuat hidung lebih mancung.
“Perban atau selotip yang digunakan selama pemulihan operasi hidung berguna untuk menopang hidung, mengurangi pembengkakan, sehingga memperbaiki penampilannya pasca operasi,” ujar ahli bedah plastik Philip Miller, MD, FACS, seperti dikutip dari New York Post.
Nose taping justru berfungsi untuk meningkatkan penyembuhan pasien yang baru saja menjalani operasi. Nose taping membantu meringankan ketidaknyamanan, seperti memar, mencegah pendarahan, hingga melancarkan pernapasan.
Prosedur ini biasanya disarankan untuk dilakukan pada malam hari, karena pembengkakan pasca operasi sering terjadi pada waktu tersebut hingga pagi hari. Namun, Philip juga menyarankan agar mereka juga melakukan nose taping setiap kali merasa tidak nyaman pada hidungnya.
Philip menegaskan bahwa nose taping sebaiknya hanya dilakukan atas saran dari ahli bersertifikat dengan mengikuti instruksi yang tepat. Ingat, nose taping tidak akan memberikan manfaat yang berarti–termasuk membuat hidung mancung–apabila dilakukan tanpa proses operasi sebelumnya.
Karenanya, sebaiknya kamu juga berhati-hati bila ingin mengikuti tren ini ya, Ladies. Jangan sampai salah meletakkan posisi selotip atau plester justru menimbulkan masalah pada hidungmu.
