Vagina Berdenyut atau Bergetar? Ketahui Penyebabnya di Sini
·waktu baca 2 menit

Apakah kamu pernah merasakan getaran atau denyutan di dalam atau sekitar vagina? Jika ya, hal ini mungkin cukup mengejutkan bagi kamu. Getaran atau denyutan pada vagina memang dapat terjadi pada perempuan.
Mengutip Healthline, sensasi getaran atau denyutan vagina juga berbeda-beda pada setiap perempuan. Beberapa mengatakan bahwa hal itu tidak biasa, tapi juga tidak menyakitkan.
Sementara itu, yang lain mengungkapkan hal itu tidak nyaman, menjengkelkan, atau bahkan menyakitkan. Ada pula yang menyatakan bahwa getaran atau denyutan yang dirasakan mirip seperti kelopak mata saat berkedut.
Tubuh sebenarnya dipenuhi oleh otot dan saraf, sehingga getaran atau denyutan bisa terjadi di mana saja pada tubuh, termasuk alat kelamin dan sekitar bokong.
Lantas, apa, ya, yang menyebabkan getaran atau denyutan pada vagina? Menurut Healthline, tidak ada penyebab pasti dari kondisi ini. Vagina sendiri didukung oleh jaringan otot. Nah, jaringan otot tersebut dapat berdenyut karena berbagai alasan, yakni stres, kecemasan, kelelahan, konsumsi alkohol atau kafein, dan efek samping dari konsumsi obat-obatan tertentu.
Di samping itu, gangguan dasar panggul juga dapat menyebabkan kejang otot di panggul yang mungkin terasa seperti getaran di dalam atau sekitar vagina. Gangguan dasar panggul sendiri juga dapat terjadi akibat beberapa hal, seperti persalinan, menstruasi, mengejan, obesitas, penuaan, dan vaginismus (kondisi langka yang menyebabkan kontraksi otot atau kejang di dekat vagina).
Cara untuk mengatasi getaran atau denyutan di sekitar vagina
Setelah memahami penyebab getaran atau denyutan pada vagina, kamu mungkin penasaran soal cara mengatasinya. Sensasi bergetar pada vagina bisa saja bersifat sementara dan dapat hilang dengan sendirinya.
Namun, ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi kondisi tersebut. Berikut adalah beberapa caranya menurut Healthline:
Melakukan latihan kegel untuk memperkuat otot dasar panggul.
Rileks dan fokus pada hal lain saat terjadi getaran atau denyutan di sekitar vagina.
Istirahat yang cukup dan tidur malam yang nyenyak.
Konsumsi makanan dengan baik dan minum cukup air.
Bila getaran atau denyutan pada vagina terjadi terus-menerus, menyebabkan stres, terasa sakit saat berhubungan seksual, vagina berdarah, dan muncul sensasi perih saat buat air kecil, kamu perlu segera berkonsultasi dengan dokter.
