Kumparan Logo

Viral Perempuan Idap Kista Tulang Karena Main Padel, Ini Penjelasan Medisnya

kumparanWOMANverified-green

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi padel . Foto: PeopleImages/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi padel . Foto: PeopleImages/Shutterstock

Padel masih berada di puncak popularitasnya hingga saat ini. Kepopulerannya dipengaruhi oleh peran influencer dan selebritas yang menggandrungi olahraga tersebut, sehingga banyak orang tertarik dan ikut mencoba sensasi serunya.

Namun, di balik keseruan yang terlihat, ada hal penting yang perlu dipahami sebelum terjun ke dunia padel. Sebab, padel termasuk kategori high-intensity interval training, yaitu olahraga dengan banyak gerakan perubahan arah yang berpotensi menimbulkan cedera jika tidak dilakukan dengan benar.

Tak hanya itu, intensitas bermain padel juga perlu diperhatikan. Jika dilakukan secara berlebihan tanpa jeda yang cukup, risiko cedera bisa meningkat. Hal ini terlihat dari kasus yang dialami oleh seorang perempuan dengan nama akun Instagram @michelleyjonatan.

Lewat akun instagram-nya, ia menceritakan bahwa dirinya mengalami kista di bahu akibat keseringan main padel. Awalnya, Michelle hanya merasakan pegal di area bahu, tapi rasa sakit itu berubah menjadi nyeri dan ia merasa tangan kanannya lemas, serta jari-jarinya juga kesemutan.

“Menurutku yang bikin tangan aku cedera: Pertama, karena overuse—kedua, di tengah-tengah tangan aku sakit itu aku masih ikut turnamen. Ketiga, aku malas untuk pemanasan dan pendinginan,” ujarnya.

Lalu, bagaimana penjelasan ahli mengenai kasus ini? Simak informasinya dalam artikel berikut ini, Ladies!

Penyebab kista tulang akibat main padel

Kista Tulang. Foto: joel bubble ben/Shutterstock

Dokter Spesialis Ortopedi dan Traumatologi, dr. Erica Kholinne, SpOT(K), PhD, mengatakan bahwa kista tulang ini terjadi karena penggunaan tangan yang berlebihan.

“Gerakan berulang saat padel bisa bikin bahu bekerja terus-menerus (overuse). Karena itu, tendon jadi meradang dan mengalami kerusakan kecil. Saat tendon mulai melemah atau ada robekan kecil, cairan dari dalam sendi dapat masuk ke tulang. Lama-kelamaan cairan ini membentuk kantung kecil di dalam tulang (kista),” ujarnya kepada kumparanWOMAN saat dihubungi.

Ia menambahkan kalau kista tulang ini terjadi secara perlahan akibat pemakaian bahu yang berlebihan. Selain karena olahraga, kista tulang dapat muncul karena proses penuaan atau degenerasi, perubahan tekanan cairan di dalam sendi, riwayat cedera, dan gangguan ringan pada jaringan tulang.

“Kista tulang seringkali tidak menimbulkan gejala, tapi ada beberapa tanda yang perlu diperhatikan, yaitu nyeri saat berolahraga, nyeri muncul berulang atau tidak hilang-hilang, rasa tidak nyaman terutama di sisi luar, serta area tubuh yang terkena terasa lebih lemah dari biasanya,” ujar dr. Erica.

Senada dengan itu, Dokter Spesialis Olahraga, dr. Andi Kurniawan, Sp.KO, mengatakan kalau cedera olahraga terjadi karena frekuensi bermain yang terlalu tinggi tanpa ada pemulihan yang cukup untuk tubuh.

Tanda cedera yang perlu diwaspadai

Awalnya, cedera sering dianggap sebagai rasa sakit biasa. Namun, dr. Andi mengingatkan untuk waspada jika nyeri tidak hilang setelah 48 jam beristirahat.

Selain itu, perhatikan juga jika area tubuh terasa terbatas dalam bergerak, atau muncul rasa lemas secara tiba-tiba saat memegang raket. Jika mengalami tanda-tanda tersebut, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter.

“Jika saat bermain terdengar bunyi ‘pop’ atau ‘snap’ pada otot, terutama di bagian betis, ini bisa menjadi tanda robekan otot serius,” tambahnya.

Tips terhindar cedera saat bermain padel

Ilustrasi Padel. Foto: Andrew Angelov/Shutterstock

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan saat bermain padel agar tidak mengalami cedera menurut dr. Andi. Pertama, individu perlu melakukan pemanasan sekitar 10-25 menit untuk mengaktifkan otot inti (core), sendi bahu, dan pergelangan kaki.

“Hindari menambah frekuensi bermain secara drastis dalam waktu singkat, seperti dari satu kali dalam seminggu menjadi lima kali. Tubuh perlu waktu untuk adaptasi jaringan,” ujar dr. Andi.

Selain itu, alat olahraga juga perlu diperhatikan. Ia menyarankan untuk menggunakan sepatu khusus padel, serta memilih raket yang tidak terlalu berat agar memperkecil risiko cedera.