Kumparan Logo

Waspada, Ini 5 Masalah Kesehatan Akibat Berhenti Memakai Bra

kumparanWOMANverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi Tak Memakai Bra Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Tak Memakai Bra Foto: Shutterstock

Memakai bra adalah salah satu cara perempuan untuk menopang payudara. Di satu sisi, sebagian perempuan memilih berhenti memakai bra dalam waktu yang lama dengan alasan kenyamanan. Namun, tahukah kamu rupanya berhenti memakai bra dalam waktu yang lama dapat menimbulkan masalah kesehatan.

Lantas, apa saja masalah kesehatan yang akan kamu rasakan jika berhenti memakai bra terlalu lama? Simak selengkapnya seperti yang telah kumparanWOMAN rangkum dari berbagai sumber berikut ini.

1. Postur tubuh memburuk

Ilustrasi postur tubuh memburuk. Foto: Shutter Stock

Only My Health melansir, berhenti memakai bra selama berhari-hari dapat menyebabkan ketegangan pada punggung. Pada akhirnya, postur tubuh pun bisa ikut memburuk seiring berjalannya waktu.

Berhenti mengenakan bra dapat menyebabkan postur punggung bergoyang dengan posisi tulang belakang melengkung dan bahu membulat. Bukan hanya itu, postur tubuh yang buruk akibat beban payudara bisa menyebabkan perut buncit.

Dukungan yang diberikan bra dapat mengurangi sebagian berat payudara dari dada, punggung, dan bahu sehingga meminimalisir rasa ketegangan tersebut.

2. Nyeri leher

Ilustrasi nyeri leher Foto: Shutterstock

Bra tidak hanya membantu menopang payudara saja, tetapi menyelamatkan leher dari tekanan dan stres yang akhirnya membuat leher terasa nyeri. Terlebih untuk perempuan yang memiliki payudara besar. Karena payudara besar dikaitkan dengan postur tubuh yang buruk dan beratnya dapat berdampak langsung pada tulang belakang dan leher. Hal ini dapat menyebabkan ketegangan pada leher, nyeri di bagian bahu, dan sakit punggung.

Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam The Journal of Orthopaedics menemukan korelasi antara perempuan dengan payudara besar mengakibatkan nyeri bahu dan leher. Hal ini karena payudara yang besar terus-menerus menarik otot trapezius yang membentang dari belakang leher ke bahu dan turun ke bawah.

Kamu perlu memakai bra dengan penyangga yang tepat dan melakukan beberapa olahraga untuk mengurangi ketegangan pada leher dan tulang belakang.

3. Nyeri payudara saat berolahraga

Ilustrasi nyeri payudara. Foto: Sasun Bughdaryan/Shutterstock

Payudara membutuhkan bra sebagai penopang saat melakukan berbagai olahraga, seperti jogging, angkat beban, atau gerakan burpee. Hal ini karena gravitasi dan gerakan dapat menyebabkan nyeri payudara. Penting memakai bra olahraga untuk memberikan dukungan yang baik pada payudara saat melakukan aktivitas fisik apa pun.

4. Nyeri otot dada

Ilustrasi otot dada terasa nyeri Foto: Shutterstock

Seperti yang dikatakan, gravitasi memiliki peran penting dalam kehidupan kita dan tentunya itu juga memengaruhi payudara. Payudara terdiri dari selubung kulit dengan ligamen suspensorium internal. Kedua organ inilah yang membantu menahan payudara dalam posisi tegak.

Selain itu, otot dada, ligamen cooper, dan bidang basal kelenjar susu memberikan dukungan pada payudara. Penting mendukung otot-otot ini untuk memastikan bahwa ketiga organ itu tidak mengalami nyeri.

Saat gravitasi menarik payudara ke bawah, payudara memberikan tekanan pada otot-otot pendukung ini. Kamu perlu menyadari bahwa penting memakai bra untuk memastikan tidak ada tekanan ekstra yang diberikan pada otot-otot ini dan menopang payudara secara baik.

5. Payudara menggantung

Ilustrasi payudara menggantung. Foto: Shutterstock

Merujuk laman Reader's Digest, berhenti memakai bra dapat membuat payudara besar menggantung. Untuk itu, penting memakai bra agar payudara tersangga dengan maksimal. Hal ini karena ligamen payudara terangkat dengan bantuan kawat bra.

Payudara yang makin menggantung ini juga bisa disebabkan oleh banyak faktor. Mulai dari faktor usia, kehamilan, dan faktor lain seperti kebiasaan merokok.