Konten dari Pengguna

40 Kader Tunas Pancasila Siap Lakukan Aksi Nyata Perubahan Sosial di Era Digital

PramukaJogja

PramukaJogjaverified-green

Literasi media dan inovasi teknologi informasi berkelanjutan. Share info dan kolaborasi #PramukaJogja : Kulon Progo, Bantul, Gunungkidul, Sleman, dan Kota Yogyakarta.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari PramukaJogja tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Penyematan Pin Kader Tunas Pancasila oleh Kepala BPIP RI. Foto : Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Penyematan Pin Kader Tunas Pancasila oleh Kepala BPIP RI. Foto : Istimewa

YOGYAKARTA -- Sebanyak 40 Kader Tunas Pancasila dikukuhkan oleh Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila Republik Indonesia (BPIP RI) Prof. Yudian Wahyudi pada Selasa, 28 Oktober 2025.

Bertempat di Yogyakarta, pengukuhan yang bersamaan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda ini menjadi momen spesial bagi puluhan peserta Pembudayaan Nilai-Nilai Pancasila di Era Digital ini.

Dalam sambutan di penutupan kegiatan, Yudian menyebutkan bahwa di tengah derasnya arus digital, bersama Pramuka se-Jawa dan Bali mengajak generasi muda untuk kembali ke akar nilai-nilai Pancasila dalam acara Pembudayaan Nilai-Nilai Pancasila di Era Digital.

Pengukuhan Kader Tunas Pancasila oleh Yudian dilakukan dengan Penyematan Pin kepada perwakilan peserta putra dan putri disaksikan pula oleh GKR Mangkubumi, mewakili Kwartir Daerah Pramuka DIY sebagai penyelenggara.

Penyematan ini menjadi momen bermakna, sebagai simbol kehormatan bagi para peserta yang telah menunjukkan komitmen dalam menanamkan nilai-nilai luhur bangsa.

Pin ini juga menjadi tanda, bahwa setiap kader adalah bagian dari gerakan pembudayaan Pancasila yang berkelanjutan menjadi teladan dalam berpikir, bersikap, dan bertindak berdasarkan nilai Pancasila.

Yudian menegasakan bahwa menjadi pemimpin hari ini bukan soal berapa banyak followers, tapi seberapa besar kebaikan yang kita sebarkan.

"Mari gunakan ruang digital untuk menyebar semangat persatuan, optimisme, dan aksi nyata bagi Indonesia!" ajaknya.

Sementara itu GKR Mangkubumi mewakili Kwarda DIY selaku penyelenggara berharap, kegiatan tidak berhenti sampai di sini, namun bersama dengan BPIP, untuk melaksanakan aksi-aksi nyata dari para peserta.

Melalui sinergi antara BPIP dan Yayasan Tunas Bakti Indonesia Emas, kegiatan ini diharapkan menjadi gerakan nyata dalam memperkuat ekosistem pendidikan karakter Pancasila di berbagai daerah.

Diketahui bahwa selama enam hari, dimulai sejak 23 Oktober 2025, peserta mendapatkan beragam materi dan pengalaman yang memperkaya wawasan kebangsaan dari narasumber-narasumber yang ahli di bidangnya.

Penguatan Nilai-nilai Pancasila, etika kepemimpinan, kepemimpinan global, kepemimpinan di gerakan pramuka, penyusunan manajemen proyek, ekonomi kreatif, serta kepemimpinan di era digital.

Kegiatan juga dikemas secara dinamis melalui diskusi interaktif, refleksi, serta kegiatan olahraga yang luar biasa. Setiap aktivitas dirancang untuk membangun semangat nasionalisme serta memperkuat karakter disiplin, tanggung jawab, dan kerja sama.

Pembudayaan Nilai-Nilai Pancasila tahun 2025 di Yogyakarta ini diprakarsai oleh Yayasan Tunas Bakti Indonesia Emas dalam penyiapan materi inti, target, serta keseluruhan program.

Ketua Dewan Pembina Yayasan Tunas Bakti Indonesia Emas Acep Somantri berharap, ke depan dapat mengoptimalkan platform digital Harmoni Indonesia yang sedang dipersiapkan, sekaligus menegaskan kembali pentingnya Visi Kepemimpinan Pancasilais

"Platform ini harus segera diaktifkan dan dimanfaatkan sebagai pusat pembelajaran (learning hub) dan wadah publikasi resmi bagi portofolio aksi nyata para pemimpin muda," tegasnya.

Pihaknya berharap para kader Tunas Pancasila dapat terus menguasai Literasi Digital tingkat lanjut dan menggunakan platform Harmoni Indonesia sebagai sumber narasi kebangsaan yang positif dan mencerahkan, melawan hoaks, dan polarisasi.