Merdeka Belajar dan Merdeka Budaya: Meningkatkan Kualitas Pendidikan

Guru Motivator Literasi Indonesia
·waktu baca 6 menit
Tulisan dari Gustap Elias tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Merdeka Belajar adalah sebuah program yang menjunjung tinggi keberagaman karakter, nilai, budaya, pengetahuan, minat, mapun kemampuan setiap individu dan memberikan kebebasan bagi peserta didik untuk memilih dan mengelola sendiri sesuai dengan minat, bakat, dan kebutuhan peserta didik. Dengan adanya program ini sangat membantu peserta didik untuk mengembangkan keterampilan yang dibutuhkan untuk menghadapi dunia kerja di masa depan.
Praktik baik Merdeka Belajar adalah memberikan peserta didik ruang akses ke berbagai sumber belajar yang bervariasi dan berkualitas, seperti literatur, jurnal ilmiah, dan sumber daya online yang valid. Meski begitu, peserta didik tetaplah dalam bimbingan dan tetap memberikan dukungan dengan memfasilitasi pemberdayaan teknologi pembelajaran online atau blended learning ataupun fasilitas pendukung lainnya yang dapat membantu peserta didik untuk terus berkembang.
Merdeka Berbudaya adalah sebuah program yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan apresiasi peserta didik terhadap seni, budaya, dan nilai-nilai lokal. Program ini dapat membantu mengembangkan identitas dan rasa nasionalisme pada masyarakat Indonesia serta meningkatkan kualitas kehidupan sosial dan budaya.
Praktik baik Merdeka Berbudaya adalah mengajarkan nilai-nilai budaya dan seni lokal melalui pendidikan formal dan informal, seperti kegiatan ekstrakurikuler, festival budaya, dan pameran seni atau yang dalam kurikulum merdeka ini terdapat Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila yang oleh program ini sangat berdampak pada perubahan karakter peserta didik.
Merdeka Belajar maupun Merdeka Berbudaya adalah dua hal yang saling berhubungan satu sama lain yang memiliki potensi untuk memberikan manfaat besar bagi pengembangan potensi peserta didik (minat dan bakat), serta pembentukan karakter yang terjadi secara nyata sehinga secara tidak langsung dapat meningkatkan kualitas pendidikan dan kehidupan sosial-budaya di Indonesia.
Besarnya kebermanfaatan dan praktik baik merdeka belajar dan merdeka berbudaya ini, nampaknya belum disikapi dengan serius oleh dunia pendidikan. Nyatanya, meski sekolah sudah menerapkan kurikulum merdeka, namun nyatanya para tenaga pendidik masih terkurung dalam paradigma lama.
Peserta didik masih mengikuti setiap gaya ataupun cara yang diterapkan oleh pendidik dalam proses belajar mengajar. Hal ini berlawan arah dengan tujuan program merdeka belajar yang megedepankan cara dan gaya belajar peserta didik sebagai tunpuan cara dan gaya pendidik untuk mengajar.
Peserta didik masih dijajah pikirannya dengan syarat administrasi lanjutan, yakni ijazah. Peserta didik diteror dengan ancaman, jika tidak memiliki ijaza sama halnya denga tidak memiliki masa depan. Hal ini menyebabkan peserta didik tertekan dan mulai mengikuti dan belajar semua mata pelajaran yang sebenarnya tidak mendukung keberlanjutan cita-citanya ataupun tujuan karirnya. Dan karena ijaza menjadi ancaman baginya, menyebabkan peserta didik tidak lagi berfokus pada tujuan pendidikkannya, tidak fokus lagi pada tujuan karirnya, melainkan fokus pada upaya memiliki ijaza, yakni yang penting naik kelas dan lulus sekolah.
Hal ini tentu harus diluruskan. Karena memiliki ijaza itu penting, bukan tidak penting, tapi alangkah baiknya jika sekolah mampu menciptakan peserta didik yang berkarakter, mandiri dan memiliki daya saing dan kemampuan mencipta dengan praktik baik merdeka belajar dan merdeka berbudaya yang memberikan kebebasan peserta didik untuk belajar sesui dengan minat dan bakatnya, serta memiliki karakter yang kuat dan rasa cinta serta nasionalisme yan tinggi terhadap nisa dan bangsa, niscaya dapat menuntunya pada kesuksesan, bukan semata karena ijaza, melainkan karena potensi yang terus berkembang.
Kurangnya perhatian dunia pendidikan terhadap besarnya kebermanfaatan dan praktik baik merdeka belajar dan merdeka berbudaya ini dipicu oleh berbagai hal, seperti kurangnya pengetahuan tenanga pendidik terhadap budaya baru, sikap dan karakter tenaga pendidik yang sulit untuk menerima perubahan, kurangnya perhatian orangtua atau warga masyarakat terhadp pentignya pendidikan.
Kurangnya pengetahuan tenanga pendidik terhadap budaya baru. Banyaknya tenaga pendidik yang terlalu percaya diri dan menganggap tidak butuh belajar lagi, yang sudah puas dengan ilmu pengetahuan yang dimilikinya cenderung meremehkan peserta didik yang sulit memahami materi yang diajarkannya. Peserta didik dianggap berpengetahuan lemah dan sebagainya. Tidak peduli cara dan gaya mengajarnya sesuai dengan cara dan gaya belajar peserta didik atau tidak.
Sikap dan karakter tenaga pendidik yang sulit untuk menerima perubahan. Tenaga pendidik yang sulit menerima perubahan cenderung memandang atau menilai negatif dan menganggap cara atau program yang baru itu hanya membuatnya susah. Baginya cara dialah yang terbaik.
Kurangnya perhatian orangtua atau warga masyarakat terhadp pentignya pendidikan. Tidak sedikit orantua/warga masyakat yang menyekolahkan anaknya bukan untuk kepentingan anaknya, tidak juga untuk pembentukkan karakter anak. Orangtua ataupun warga masyarakat lebih pada mementingkan ego dan gengsi. Sehingga peserta didik dalam memilih atau menentukan tujuan karirpun harus mengikuti apa yang diinginkan orangtua. Pembentukan karakter menjadi terabaikan, yang penting anaknya sekolah dan menjadi sarja walaupun itu tak sesuai dengan cita-cita anak itu sendiri. Catatan buku jurnala layanan bimbingan dan konseling penuh dengan cerita peserta didik yag frustrasi karena cita-citanya tidak mendapat dukungan dari orangtua. Mau melawan, tak punya daya. Dan tentunya dianggap anak durhaka.
Berbgai permasalahan di atas, tentu harus disikapi dengan serius, jika ingin kebermanfaatan dan praktik baik merdeka belajar dan merdeka berbudaya ini benar-benar memberikan dampak bagi peserta didik.
Dalam mewujudkan merdeka belajar dan merdeka budaya, Tenaga pendidik harus berfokus pada pengembangan peserta didik sebagai individu yang mandiri dan kreatif serta memberikan kesempatan pada peserta didik untuk mengembangkan keahlian dan bakat mereka. Selain itu, integrasi budaya Indonesia dan teknologi dalam pembelajaran dapat membantu mengembangkan kreativitas dan inovasi peserta didik serta menjaga kean.
Berikut adalah beberapa cara untuk mewujudkan Merdeka Belajar dan Merdeka Budaya:
Memberikan kesempatan pada peserta didik untuk memilih apa yang ingin mereka pelajari, bagaimana mereka ingin mempelajari dan kapan mereka ingin mempelajarinya, sehingga dapat mendorong kreativitas dan motivasi belajar peserta didik.
Mengembangkan kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik dan memberikan kesempatan untuk mengembangkan keahlian yang relevan dengan bidang karir atau minat mereka.
Memberikan akses pada sumber belajar yang beragam seperti buku, artikel, video, dan platform pembelajaran online yang berkualitas untuk membantu peserta didik meningkatkan keterampilan dan pengetahuan mereka.
Mendorong pengembangan kurikulum yang berfokus pada keanekaragaman budaya Indonesia dan memastikan peserta didik memahami pentingnya menjaga dan melestarikan budaya Indonesia.
Memberikan kesempatan pada peserta didik untuk berpartisipasi dalam kegiatan ekstrakurikuler yang beragam seperti seni, olahraga, lingkungan, dan lain sebagainya untuk membantu peserta didik mengembangkan minat dan bakat mereka.
Memberikan kesempatan pada orang tua untuk berpartisipasi aktif dalam kegiatan pendidikan dan memberikan dukungan pada pendidikan anak-anak mereka.
Memastikan lingkungan sekolah yang inklusif dan mendukung bagi peserta didik, termasuk akses yang mudah untuk fasilitas pendidikan, dukungan emosional, dan lingkungan yang aman dan nyaman.
Memanfaatkan teknologi seperti komputer, tablet, dan platform pembelajaran online untuk membantu peserta didik mengembangkan keterampilan dan pengetahuan mereka.
Mendorong pengembangan kreativitas dan inovasi peserta didik dengan memberikan kesempatan untuk berpartisipasi dalam kompetisi dan kegiatan yang menantang dan kreatif.
Dengan berbagai upaya yang telah dijelaskan diatas, maka terwujudlah merdeka belajar dan merdeka budaya dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan dan budaya di Indonesia.
