Menjadi Manusia Tidak Stress, Kuat Biopsikososialspiritual saat Pandemi Menerpa

Laelia Dwi Anggraini
Dosen PSPDG FKG UMY Yogyakarta Wakil Ketua Ikatan Drg Anak Indonesia DIYJateng Pembina Dental Rescue RSGM UMY Auditor Mutu Internal UMY Tim Akreditasi FKG UMY Pembina Pramuka UMY Pelatih dan Andalan (Konsultan) Kwarcab Yk serta Andalan Kwarda DIY
Konten dari Pengguna
21 Februari 2022 11:03 WIB
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Tulisan dari Laelia Dwi Anggraini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
ADVERTISEMENT
sosmed-whatsapp-green
kumparan Hadir di WhatsApp Channel
Follow
Dalam rangka melaksanakan program rutin komite sekolah, panitia Majlis Taklim Al-Alimin (MTAA) SMP Negeri 5 Pawitikra Yogyakarta menjalankan program selama pandemi berupa Pengajian Rutin Bulanan Ahad Pagi . Program siraman rohani ini dilakukan di SMP 5 Yogyakarta, secara daring, dihadiri para orang tua wali murid sesuai agama/kepercayaan yang dianutnya. Program lain seperti perayaan Natal, juga rutin diselenggarakan oleh sekolah. Mitra program kali ini adalah Dr. dr. Probosuseno, SpPD, K-GER, Finasim, SE, MM, selaku narasumber yang membahas secara tinjauan keilmuan.
ADVERTISEMENT
“Program sekolah ini dilatarbelakangi oleh keterbatasan faktor internal dalam menghadapi pandemi yang berkepanjangan. Pandemi COVID-19 telah menjadi suatu penyebab baru munculnya stres. Ketidakpastian akan berakhirnya masa pandemi, social distancing, isolasi, stigma dan diskriminasi terhadap penderita, hingga kesulitan ekonomi memiliki dampak terhadap kesehatan mental masyarakat luas. Adaptasi terhadap perubahan-perubahan kebiasaan ini menjadi suatu tantangan baru. Tidak sedikit orang-orang yang mengalami kesulitan untuk beradaptasi terhadap kondisi ini. Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa Indonesia (PDSKJI) mencatat dari 4010 hasil swaperiksa masalah psikologis yang telah berjalan selama 5 bulan di Indonesia, 64,8% di antaranya mengalami masalah psikologis,” jelas Dr. drg. Laelia Dwi Anggraini, SpKGA, moderator Pengajian Rutin Bulanan Ahad Pagi, pada Minggu (20/2). Laelia menambahkan bahwa latar belakang lain dari program ini adalah untuk memberikan pengetahuan terkait stres yang muncul selama masa pandemi COVID-19 dapat berupa kekhawatiran dan kecemasan mengenai kesehatan diri sendiri dan orang-orang terdekat, perubahan pola tidur atau pola makan, sulit tidur dan konsentrasi, perburukan masalah kesehatan kronis, perburukan kondisi kesehatan mental, dan meningkatnya penyalahgunaan tembakau, alkohol, maupun obat-obatan terlarang lainnya.
ADVERTISEMENT
Program utama ini dilaksanakan oleh panitia MTAA dengan Ketua Bapak Eling Priswanto dan didukung Komite Sekolah yang diketuai Bapak Supriyono, SH, S.Pd, MM,CM. didukung Kepala Sekolah Ibu Siti Arina Budiastuti, M. Pd.B.I., dan segenap guru karyawan Keluarga Besar Pawitikra SMP Negeri 5 Yogyakarta.
Program pendampingan spiritual ini sepenuhnya mendapatkan dukungan dari para orang tua wali murid. “Melalui program pengajian rutin ini, SMP 5 memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat, khususnya orag tua wali murid, sesuai dengan keyakinan agamanya untuk dapat saling silaturahmi dan saling menguatkan saat pandemi berkepanjangan,” jelas Eling Priswanto, Ketua MTAA SMP 5 Yogyakarta.
Pembicara Dokter Probo menjelaskan bila kita sakit selama pandemi khususnya, kita sebaiknya berbaik sangka dengan Tuhan YME, karena pada dasarnya sakit itu akan menghapuskan dosa manusia, sehingga manusia disucikan jiwanya, agar lebih ikhlas menerima, lebih berhati-hati, mengevaluasi istirahat (tidur) kita dan kita tidak boleh sombong walau sekecil apapun. Sedangkan jika ingin sehat, segera minta tolong lah kepada Allah, beristirahat cukup, olahraga ringan, baca Al-Quran dan jangan lupa bersodaqoh.
Foto tengah : Pembicara Dr. dr. Probosuseno, SpPD (K-GER), Finasim, SE, MM
Gambar 2. Peserta daring dihadiri para orang tua wali murid SMP 5 Pawitikra Yogyakarta