Mahasiswi KKN UNDIP Ajak Warga untuk Cegah dan Berantas Stunting

Mahasiswi S1 Keperawatan Universitas Diponegoro Semarang
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Laila Khoirun Nisa' tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pekalongan (13/8/24) – Desa Tengeng Wetan, Kec. Siwalan, Kab. Pekalongan. Telah dilaksanakan program kerja “Ayo! Bersama Kita Cegah dan Berantas Stunting!” pada hari Selasa, 13 Agustus 2024 bertempat di rumah salah satu anggota PKH Desa Tengeng Wetan.
Program kerja tersebut diusulkan oleh Laila Khoirun Nisa, salah satu mahasiswi Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro (Undip) Tim II dari program studi S–1 Keperawatan Fakultas Kedokteran yang dihadiri oleh Ibu – Ibu Anggota PKH Kelompok Gandu Lor sejumlah kurang lebih 20 orang.
Hal yang dibahas dalam program kerja tersebut yaitu seputar Stunting, dimana di dalamnya terdapat penjelasan mengenai pengertian, ciri dan penyebab stunting serta bagaimana langkah pencegahannya. Program kerja tersebut diusulkan dengan harapan dapat dijadikan solusi untuk salah satu masalah yang ada di Desa Tengeng Wetan, yaitu banyak terlihat anak – anak yang memiliki tinggi yang tergolong kurang dari batas tinggi di usianya, mengingat Kabupaten Pekalongan sendiri memiliki angka kejadian stunting yang cukup tinggi.
Program kerja tersebut dipaparkan dengan metode sosialisasi dan edukasi oleh Laila dengan media poster dan tampilan power point. Adapun materi yang disosialisasikan diawali dengan penjelasan mengenai stunting yaitu gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak akibat kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang, yang ditandai dengan panjang atau tinggi badannya berada di bawah standar. Stunting juga bisa dikatakan pendek atau sangat pendek berdasarkan panjang / tinggi badan menurut usia yang kurang dari -2 standar deviasi (SD) pada kurva pertumbuhan WHO
Stunting sendiri dapat disebabkan oleh berbagai faktor, contohnya seperti asupan gizi yang kurang, Faktor sosio-ekonomi, faktor budaya, kebutuhan asupan gizi yang meningkat (penyakit bawaan, BBLR, alergi susu sapi, infeksi), penelantaran dan lainnya. Jika anak terkena stunting, maka akan sangat berdampak pada tumbuh kembangnya, selain itu juga dapat berpengaruh ke kesehatannya karena anak lebih mudak sakit atau terkena infeksi. Oleh karena itu perlu sekali untuk mencegah stunting itu mulai sedini mungkin, bahkan sebelum ibu hamil, yaitu saat remaja dengan rutin mengonsumsi tablet tambah darah agar ketika hamil nanti tubuh tidak anemia atau kekurangan darah yang menghambat pertumbuhan janin dan menyebabkan anak menjadi stunting nantinya karena tidak cukupnya gizi yang masuk saat masih di kandungan.
Stunting dapat dicegah dengan pemenuhan gizi yang baik saat hamil, pemberian asi eksklusif selama 6 bulan, pemberian MPASI dengan gizi yang seimbang dan kaya akan protein hewani, pemantauan tumbuh kembang anak, menjaga kebersihan serta menerapkan pola hidup bersih dan sehat.
Setelah pemaparan materi selesai dilakukan, dilanjutkan sesi tanya jawab bagi Ibu – Ibu yang ingin bertanya kemudian diakhiri dengan pengambilan dokumentasi bersama para Ibu Anggota PKH Kelompok Gandu Lor.
