What's So Wrong About Your Life: Menilik Makna Lebih Luas dari yang Kita Pikir

Mahasiswa Universitas Airlangga Program Studi Ilmu Informasi dan Perpustakaan
Tulisan dari Lailatul Khumairah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Buku yang ditulis oleh Ardhi Mohamad ini sukses mencapai cetak ulang ke-9. Tak heran, tertulis di sampul buku, "Best seller book". Buku dengan tebal 180 halaman ini memang sudah banyak peminatnya sejak cetakan pertama.
Buku self improvement ini banyak disukai pembaca karena dianggap relate dengan kehidupan sehari-hari. Pembahasan yang ada dalam buku juga bisa menjawab kegelisahan yang sering kita dirasakan. Termasuk tentang apa yang selama ini kita pikir mengenai suatu hal, yang ternyata salah?
Seperti yang dikatakan Ardhi di bagian kata pengantar bahwa buku ini ditulis untuk menyadarkan orang-orang mengenai bagaimana hidup yang memberi ketenangan, jawabannya ada di buku ini. Belajar dari kesalahan dan bagaimana untuk tidak mengulangi kesalahan yang sama. Buku ini hadir mencoba memberikan makna yang lebih luas terhadap apa yang sering kita pikirkan dalam hidup.
Ada yang cukup menarik perhatian dari buku ini, yaitu judul di setiap babnya diawali "You think ...". Ardhi mencoba menjelaskan jawabannya terkait hal-hal yang sering dipikirkan oleh orang-orang. Kita pikir cinta adalah jawabannya. Kita pikir, kita spesial untuk seseorang. Kita pikir kita harus mengikuti hati kita, dan masih banyak pikiran lainnya. Tidak salah untuk memikirkan hal di atas, tetapi tak jarang cara bepikirnya yang kurang tepat.
Ketika baru membaca bab satu saja rasanya sudah masuk ke dalam ceritanya. "You Think Love is the Answer" begitu judul yang terdapat pada bab satu, tapi kenapa kiranya dengan cinta yang kita pikir selama ini adalah sebuah jawaban yang bermakna dalam hidup? Merasa dicintai, memiliki seseorang yang sangat kita cinta. Sangat membahagiakan bukan? Menjadikan cinta di atas segalanya.
Cinta menjadi sumber kekuatan seseorang. Tapi perlu diingat bahwa cinta juga dapat menjadi sumber kelemahan. Cinta juga memiliki konsekuensi patah hati, sakit, kecewa. Maka dari itu, cinta tidak dapat dijadikan jawaban atau tujuan akhir dalam hidup. "Intense Love = Less Pain" rumus ketika orang merasa hidup adalah serangkaian rasa sakit, dan mencoba mengurangi rasa sakit dengan mencari cinta, di sinilah kesalahannya.
Merasakan cinta yang berlebihan seringnya membuat kita menjadi orang yang salah. Merasa diri harus diprioritaskan, takut kehilangan, hingga akhirnya cinta menjadi intimidasi. Terlalu mengejar cinta manusia, terlalu mengharapkan cinta manusia. Jelas akhirnya hanya akan sakit, kehilangan, dan terus mencoba mencari jawaban.
Memang kita pasti membutuhkan cinta manusia. Namun, alangkah baiknya jika kita tahu aturan, batasan, dan kadar yang tepat untuk mencintai. Mencintai dengan tepat membutuhkan standar yang tepat pula, lantai bagaimana standar yang tepat? Mencintainya karena Allah. Dengan mencintai Sang Pencipta kita nggak akan berlebihan lagi dalam mencintai. Mencintai Tuhan bukan lagi mengharap balasan manusia melainkan juga balasan dari Tuhan, yang mana tidak akan mengecewakan hamba-Nya.
Buku ini memiliki makna yang mendalam di setiap babnya. Perspektif yang dituliskan Ardhi akan membantu menjawab pemikiran-pemikiran kita mengenai hidup dengan mudah dipahami dan mengena. Bukan hanya penjelasan secara teori dan pengalaman tetapi juga dari segi agama yang tentunya tidak dapat dielakkan lagi menjadi kunci penenang hati.
Tiga belas bab yang ada dalam buku ini cocok untuk kalian yang masih sering mempertanyakan tentang hidup. Apa sih sebenarnya yang salah dari hidup? Mungkin, cara pikir kita yang salah terhadap suatu hal dalam hidup? Buku ini akan membantu kalian menemukan jawabannya.
