Manajemen Personalia dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan

Mahasiswa Pendidikan Sejarah Universitas Jember
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari LAILIA ARDHA PRAMESTI tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Manajemen adalah ilmu dan seni mengelola suatu proses penggunaan sumber daya manusia dan sumber daya lainnya secara efektif untuk mencapai tujuan tertentu. Pegawai adalah seluruh anggota organisasi yang bekerja untuk kepentingan organisasi, termasuk untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan. Manajemen sumber daya manusia adalah departemen manajemen yang peduli terhadap orang-orang didalam organisasi, salah satu departemen yang terafiliasi. Keberhasilan suatu pendidikan tidak hanya tercermin pada pengelolaan kelas, kurikulum, peserta didik, namun manajemen kepegawaian juga memegang peranan penting dalam keberhasilan suatu pendidikan. Oleh karena itu, pengelolaan sumber daya manusia sangat diperlukan. Manajemen sumber daya manusia meliputi perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan pengawasan kegiatan, pembelian, pengembangan dan kompensasi, pengintegrasian, mempertahankan dan melepaskan sumber daya manusia untuk mencapai perbedaan tujuan antara individu dan organisasi dalam perusahaan. Ruang lingkup manajemen sumber daya manusia meliputi pelatihan dan penilaian personel, pelatihan dan pengembangan, penyediaan layanan dan manfaat keuangan, perhatian terhadap kesehatan dan keselamatan, peningkatan hubungan, perencanaan SDM dan melakukan penelitian SDM. Ada istilah yang lebih umum untuk manajemen personalia, yaitu Manajemen Sumber Daya Manusia atau Human Resource Management (HRM).
Pendidikan dianggap sebagai aspek yang sangat penting dalam kehidupan manusia. Hal ini ditandai dengan semakin majunya perubahan yang terjadi di dunia pendidikan, mulai dari layanan pendaftaran siswa secara online hingga notifikasi kelulusan. Selain itu, banyak bermunculan lembaga-lembaga pendidikan, baik negeri maupun swasta, dengan kualitas yang beragam. Sekolah sebagai pusat pendidikan formal merupakan organisasi masyarakat yang bertugas menyelenggarakan pendidikan. Untuk mencapai standar pembelajaran yang bermutu tinggi sesuai dengan tujuan pendidikan sekolah, maka perlu didukung seluruh komponen pendidikan agar terpusat dalam suatu sistem yang saling mendukung untuk mencapai keberhasilan pendidikan, seperti yang disampaikan Suratman bahwa falsafah, landasan, tujuan, sarana dan prasarana, metode dan program pendidikan, peserta didik dan lingkungan semuanya tidak dapat dipisahkan dan saling mendukung untuk mencapai keberhasilan dalam pendidikan (Soeratman:1978:132).
Keberhasilan suatu pendidikan tidak hanya tercermin pada pengelolaan kelas, kurikulum, peserta didik, namun manajemen kepegawaian juga memegang peranan penting dalam keberhasilan suatu pendidikan. Dimana pengelolaan sumber daya manusia yang terkelola dengan baik dan profesional dapat dijadikan sebagai motor penggerak dalam lembaga pendidikan, sehingga sekolah dapat mengatasi hambatan dan keterbatasan yang timbul dari sarana fisik, maka biasanya infrastruktur muncul di sekolah dengan mengikuti perkembangan dunia saat ini. pendidikan. Dengan cara pengelolaan sumber daya manusia ini diharapkan dapat mendorong tercapainya tujuan lembaga pendidikan dan meningkatkan mutu pendidikan.
Istilah personalia, personil atau kepegawaian yang mengandung arti keseluruhan orang-orang yang bekerja pada suatu organisasi. Personalia organisasi pendidikan mencakup para guru, para pegawai, para wakil siswa atau mahasiswa, dan para alumnus, termasuk juga para manajer pendidikan.
Fungsi manajemen personalis menurut Edwin B. Flippo :
Pengadaan tenaga kerja, Berusaha untuk memperoleh jumlah personalia yang diperlukan dengan penentuan sumber daya manusia melalui perekrutan,seleksi dan penempatan.
Pengembangan tenaga kerja,Setelah memperoleh personalia, selanjutnya harus dikembangkan sampai pada tingkat tertentu, seperti peningkatan keterampilan melalui pelatihan.
Kompensasi (imbalan) tenaga kerja, dirumuskan sebagai balas jasa yang memadai yang layak kepada personlia untuk sumbangan mereka kepada tujuan organisasi. Meliputi gaji pokok,tunjangan keluarga dll.
Integrasi (penyatuan) tenaga kerja, Setelah karyawan diperoleh, dikembangkan, dan diberi kompensasi secara layak, maka selanjutnya adalah intregasi atau mencocokan sesuatu atas kepentingan-kepentingan organisasi atau masyarakat.
Pemeliharaan tenaga kerja, Pemeliharaan merupakan usaha untuk meningkatkan kemauan dan kemampuan untuk bekerja para pegawai.
Pemutusan hubungan kerja, pemutusan hubungan kerja dan mengembalikan para pekerja kepada masyarakat. Sebagian besar karyawan tidak meninggal dunia pada masa kerjanya. Organisasi bertanggung jawab untuk melaksanakan proses pemutusan hubungan kerja sesuai dengan persyaratan- persyaratan yang telah ditentukan, dan menjamin bahwa warga masyarakat yang dikembalikan itu berada dalam keadaan yang sebaik mungkin.
