Rumah Kecil Itu Tempatku Berteduh

Belajar di Universitas Nahdlatul Ulama Blitar
·waktu baca 1 menit
Tulisan dari Yalili tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Rumah itu tempat pulang. Tempat ternyaman di kehidupan yang mengerikan. Rumah bukan berbentuk atap, plafon, maupun sebagainya. Tapi, disini rumah itu berbentuk kehangatan, sehangat pelukan Ibu. Dengan kata lain, rumah tanpa keluarga hanyalah bangunan, sedangkan keluarga adalah jiwa dari rumah itu sendiri.
Rumah adalah tempat di mana keluarga berkumpul, berbagi kasih sayang, dan menjalani kehidupan bersama. Secara fisik, rumah adalah bangunan yang memberikan perlindungan dan kenyamanan, tetapi secara emosional, rumah adalah tempat di mana kehangatan keluarga terasa.
Bagaimanapun keadaannya, rumah menjadi tujuan akhir suatu cerita. Pulanglah, karena 'Rumah' sudah menunggumu. Kemanapun perginya, rumah tetap yang menjadi nomor satu. Apapun masalahnya, rumah solusinya. Sejak dulu, sekarang maupun nanti. Karena sehangat itu rumah yang memberikan arti kehidupan yang fatamorgana ini.
Walaupun bentuk rumah dapat berbeda, selama ada kasih sayang, kebersamaan, dan pengertian, di situlah arti rumah yang sesungguhnya. Rumah adalah cerminan keluarga yang saling menjaga dan mencintai tanpa syarat. Kalau pergi, jangan jauh jauh, karena apapun itu rumah tempat kembali.
