Meski Terbatas Tembok Penjara, Warga Binaan Lapas Jember Tetap Bisa Piawai Potong Rambut
Tulisan dari Lapas Kelas IIA Jember tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

JEMBER – Keterampilan yang dikembangkan selama masa pembinaan dapat memberikan manfaat nyata. Hal ini terlihat dalam kegiatan potong rambut bagi pegawai yang dilakukan oleh warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Jember pada Rabu (28/10/2026). Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk praktik keterampilan kerja sekaligus upaya mendukung pembinaan kemandirian.
Melalui kegiatan tersebut, warga binaan memperoleh kesempatan untuk mempraktikkan kemampuan tata rambut secara langsung. Selain memberikan pelayanan kepada pegawai, kegiatan ini menjadi sarana untuk mengasah ketelitian, meningkatkan keterampilan, serta membangun kepercayaan diri dalam menghadapi lingkungan kerja.
Kepala Seksi Kegiatan Kerja (Kasi Giatja) Lapas Kelas IIA Jember, Salim, menyampaikan bahwa pembinaan keterampilan merupakan bagian penting dalam mempersiapkan warga binaan agar lebih mandiri. “Melalui kegiatan ini, kami memberikan kesempatan kepada warga binaan untuk mengembangkan dan mempraktikkan keterampilan yang telah dipelajari. Harapannya, kemampuan tersebut dapat menjadi bekal untuk bekerja secara mandiri atau membuka peluang usaha setelah kembali ke masyarakat,” ujar Salim.
Salah satu warga binaan yang terlibat mengungkapkan bahwa kegiatan ini memberikan pengalaman berharga untuk meningkatkan kemampuan sekaligus mempraktikkan ilmu yang telah diperoleh selama pembinaan. “Senang bisa mempraktikkan keterampilan yang sudah dipelajari dan memberikan pelayanan kepada pegawai. Semoga kemampuan ini terus berkembang dan nantinya bisa menjadi bekal untuk bekerja setelah bebas,” ungkapnya.
Kegiatan potong rambut ini menjadi sarana untuk melatih kedisiplinan, tanggung jawab, dan sikap profesional warga binaan dalam memberikan pelayanan. Lapas Kelas IIA Jember terus mendorong pembinaan kemandirian melalui pengembangan keterampilan yang memiliki nilai guna, sehingga warga binaan diharapkan memiliki bekal untuk memperoleh pekerjaan maupun membuka usaha setelah kembali ke tengah masyarakat.

