Konten dari Pengguna

Warga Binaan Lapas Jember Jadi Jenazah Di Hari Pertama Pondok Ramadhan

Lapas Kelas IIA Jember
Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Jember merupakan salah satu Satuan Kerja di Kanwil Kemenkumham Jawa Timur. Program utama Lapas Jember ialah mendidik dan membentuk Warga Binaan untuk kembali membaur ke masyarakat.
6 April 2022 14:00 WIB
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Tulisan dari Lapas Kelas IIA Jember tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Warga Binaan Lapas Jember Jadi Jenazah Di Hari Pertama Pondok Ramadhan
zoom-in-whitePerbesar
ADVERTISEMENT
JEMBER – Pondok Ramadhan sebagai rangkaian kegiatan keagamaan bagi warga binaan akhirnya dibuka oleh Kalapas Jember, Hasan Basri pada Selasa (05/04/2022) pagi di Aula Lapas. Tujuh puluh warga binaan turut hadir dalam pembukaan kegiatan agama khusus Ramadhan tersebut.
ADVERTISEMENT
Kalapas Jember usai membuka kegiatan tersebut memberikan beberapa patah kata sebelum meninggalkan podium. “Kegiatan ini sangat positif. Mudah mudahan kegiatan ini bisa membawa manfaat untuk kita semua,” ucap Hasan beberapa menit sebelum mengalungkan sorban kepada perwakilan warga binaan sebagai tanda dimulainya Pondok Ramadhan.
Pembukaan tersebut menjadi bagian awal dari serangkaian pembinaan dengan beberapa materi keagamaan yang selalu diterapkan di lingkungan masyarakat. “Hari ini materinya perawatan jenazah,” ucap Prawono, petugas pembinaan yang mengawasi jalannya Pondok Romadhon di Masjid At Taubah Lapas.
Prawono melanjutkan dengan penjelasan teknis pembinaan yang diterapkan dalam Pondok Ramadhan tersebut. “Kita laksankan seperti kemaren, dengan membentuk kelompok beranggotakan 10 orang. Karena hari ini materinya perawatan jenazah, ada seorang sukarelawan dari masing – masing kelompok untuk menjadi jenazah,” ujarnya.
ADVERTISEMENT
Saat disinggung mengenai pemateri, Prawono menyebutkan bahwa pemateri merupakan Ustad dari warga binaan. “Pematerinya dari warga binaan yang memiliki ilmu yang mumpuni. Sudah ada lima pemateri yang akan mengajarkan 5 materi yang berbeda selama dua minggu kedepan,” terang Prawono.
“Kita ingin nantinya setelah para warga binaan sudah kembali ke masyarakat, mereka bisa memberikan gambaran bahwa mereka bisa berubah setelah keluar dari Lapas, menjadi lebih baik,” pungkas Prawono.