Perkembangan Teknologi Jaringan Seluler dan Penggunaan 5G di Indonesia

Mahasiswa S1 Teknik Telekomunikasi Institut Teknologi Telkom Purwokerto
Konten dari Pengguna
21 Juni 2022 20:58
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Tulisan dari Pandu Laksana tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Sumber : Mohamed Hassan | Pixabay.com
zoom-in-whitePerbesar
Sumber : Mohamed Hassan | Pixabay.com
ADVERTISEMENT
Teknologi berkembang dengan sangat pesat khususnya pada smartphone. Smartphone sudah menjadi kebutuhan primer bagi setiap orang. Suatu kegiatan tidak luput dari yang namanya smartphone seperti pekerjaan, petunjuk arah, media pembelajaran, bahkan sudah menjadi alat pembayaran. Pengunaan smartphone telah mengantarkan kehidupan manusia dalam berkomunikasi dari masa ke masa. Hingga di era digital seperti sekarang, manusia telah dihadirkan dengan teknologi seluler terbaru yakni teknologi 5G.
ADVERTISEMENT
Teknologi 5G digadang-gadang memiliki kecepatan unduh (download) hingga 20 Gbps. Namun, jauh sebelum teknologi seluler ini hadir perkembangan teknologi seluler diawali dengan generasi pertama yaitu 1G. Lantas bagaimana perkembangan teknologi seluler dari 1G hingga 5G? Apakah teknologi 5G sudah layak digunakan untuk kepentingan umum saat ini?

Generasi Pertama (1G)

Jaringan 1G pertama kali diperjual belikan oleh suatu perusahaan yang ada di Jepang yakni Nippon Telegram Telephone (NTT) pada tahun 1979. Berawal dari jaringan yang hanya diperuntukan bagi masyarakat yang tinggal di Tokyo saja pada saat itu. Namun, 5 tahun setelahnya perusahaan yang berasal dari negara matahari terbit ini berhasil mengkomersilkan jaringan 1G secara merata di Jepang. Pada tahun 1983 teknologi jaringan generasi pertama ini berhasil diperkenalkan oleh perusahaan Ameritech di Amerika. Sejak pertama kali teknologi 1G diperkenalkan, ponsel komunikasi mengalami tingkat evolusi yang signifikan juga mengalami pertumbuhan yang sangat besar mencapai sekitar 30-40% peningkatan dan memiliki hampir 20 juta pengguna.
ADVERTISEMENT

Generasi Kedua (2G)

Sekitar tahun 1990-an muncul teknologi jaringan 2G yang memiliki tujuan guna meningkatkan layanan yang terdapat pada teknologi 1G. Dibandingkan dengan aplikasi yang sudah diterapkan pada generasi sebelumnya seperti Short Message Service (SMS), Multi Media Service (MSS) dikembangkan pada generasi kedua. Dengan meningkatnya rentang frekuensi menjadi 850-900 Mhz. Kecepatan maksimum tranfer data yang dimiliki teknologi ini mencapai 10 Kbps hingga 473 Kbps. Terdapat 3 layanan yang dimiliki 2G yakni suara, data, dan MMS (Multi Media Service).

Generasi Ketiga (3G)

Generasi ketiga mulai bergerak pada tahun 2000, kecepatan transfer data yang diberikan pada generasi ini mencapai 144 Kbps hingga 2 Mbps. Penerapan aplikasi pada generasi ketiga yaitu multimedia cell phone atau biasa disebut dengan smartphone dengan fitur yang pasti ditambahkan seperti video call, VoIP, Mobile TV, serta Online Gaming.
ADVERTISEMENT

Generasi Keempat (4G)

Pada tahun 2006 hadir generasi keempat, perkembangan dari teknologi 3G. Setelah hadirnya 4G banyak aplikasi potensial termasuk akses web seluler yang diubah, telepon IP, layanan game, TV seluler definisi tinggi, konferensi video dan televisi 3D. Kecepatan maksimum transfer data jaringan 4G mencapai 100 Mbps.

Generasi Kelima (5G)

Jaringan 5G pertama kali diperkenalkan oleh negara Korea Selatan pada Maret 2019. Generasi kelima diluncurkan oleh KT, LG Uplus, dan SK telecom. Jaringan 5G diklaim memiliki kecepatan transfer data mencapai 10 Gbps ke ponsel yang dimana lebih dari 600 kali lipat dari kecepatan jaringan 4G saat ini dan 10 kali lebih cepat dari layanan fiber optik pada rumah. Teknologi ini memiliki latensi yang rendah serta kemampuannya untuk menghubungkan lebih banyak perangkat sekaligus. Jika dibandingkan dengan 4G yang memiliki latensi rata-rata sekitar 50 milidetik, latensi rata-rata 5G diperkirakan mencapai 10 milidetik.
ADVERTISEMENT

Kelebihan Teknologi 5G

Terdapat beberapa kelebihan dari teknologi jaringan 5G yang dapat berguna bagi kehidupan manusia saat ini, sebagai berikut :
  1. Koneksi yang menjadi lebih cepat dari generasi-generasi sebelumnya. Keunggulan dari teknologi ini adalah kecepatan transfer data yang meningkat. Kabarnya jaringan 5G memakai teknologi dengan kecepatan yang mampu menyentuh angka 100 GHz, artinya jaringan 5G dapat memberikan kecepatan transmisi sampai dengan 10 GB per detiknya.
  2. Teknologi 5G dapat menghemat penggunaan konsumsi daya sebesar 10%.
  3. Aktivitas menjadi lebih cepat dan efisien. Pekerjaan akan menjadi lebih cepat dari biasanya dengan hadirnya jaringan 5G.
  4. Latensi yang sangat rendah. Latensi pada jaringan 4G bisa dikatakan sangat rendah, tetapi pada teknologi 5G dapat membuatnya hampir nol.
  5. Meningkatnya kapasitas. Jika terlalu banyak perangkat yang mencoba untuk menggunakan jaringan pada suatu tempat maka akan terjadinya kemacetan dalam proses tranfer data. Efek yang ditimbulkan adalah menurunnya kecepatan data, tetapi hal ini dapat diminimalisir pada teknologi jaringan 5G.
ADVERTISEMENT
Itulah pembahasan terkait perkembangan jaringan seluler, pertanyaan selanjutnya adalah apakah smartphone berteknologi 5G sudah layak digunakan saat ini? Atau justru terlalu cepat untuk menggunakan teknologi ini? Mengingat masih banyaknya infrastruktur guna menunjang terwujudnya teknologi 5G yang masih belum diterapkan di semua daerah dan teknologi 4G pun masih belum merata sepenuhnya. Bagi masyarakat Indonesia yang ingin merasakan teknologi jaringan dengan kecepatan transfer data tinggi, disarankan untuk saat ini rumah Anda menggunakan Wifi dengan paket data yang tinggi mengingat masih terbatasnya ponsel dengan teknologi 5G terjangkau untuk saat ini. Jika anda memiliki budget berlebih untuk membeli smartphone 5G, pastikan domisili yang anda tempati dalam waktu dekat akan mendukung jaringan 5G. Kemudian, pastikan juga ponsel tersebut mendukung layanan 5G pada frekuensi 2,3 GHz sebagaimana prasyarat layanan 5G dari sebuah provider penyedia jasa layanan internet.
ADVERTISEMENT

Referensi

Hidayatulloh, M. D. (2021) ‘Perkembangan Teknologi 5G’, Universitas Pendidikan Indonesia, 1(1), pp. 2–5. doi: 10.13140/RG.2.2.19061.81127.
Saroji, A., Harmini, T. and Taqiyuddin, M. (2021) ‘Sejarah Evolusi Generasi Internet’, Lani: Jurnal Kajian Ilmu Sejarah dan Budaya, 2(2), pp. 65–75.
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020