KKN 050 UMY Wujudkan Desa Bersih Melalui Program Sampah Terintegrasi

Mahasiswa Komunikasi dan Penyiaran Islam, Fakultas Agama Islam, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta. Mengambil konsentrasi konseling di program studinya, aktif dalam organisasi, kegiatan di dalam maupun diluar kampus, dan senang mencoba hal baru.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Laluna Hilwa Imtitsal tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Desa Kopen, Kecamatan Teras Boyolali, menghadapi persoalan klasik berkaitan dengan isu sampah yang belum terselesaikan. Sebagian warga yang cukup mampu memilih untuk menggunakan jasa pengangkut sampah dengan biaya Rp30.000 per bulan. Namun, bagi yang tidak mampu, sampah diolah seadanya bahkan dibuang sembarangan di tebing sungai terdekat (Pereng). yang tentunya mencemari lingkungan.
Berangkat dari permasalahan ini, mahasiswa Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) yang tergabung dalam tim KKN Reguler 050 memberikan solusi yang aplikatif. Selaras dengan tema yang diusung “KKN Kolaboratif: Bersama Warga, Bangun Desa Bersih”, mereka merancang sistem pengolahan sampah yang terintegrasi.
Program ini terdiri dari dua langkah utama. Pertama, Sosialisasi Pengolahan Limbah Rumah Tangga Menjadi Pupuk Kompos. Pelatihan ini dilaksanakan pada Minggu, 3 Agustus 2025 bertempat di rumah Kepala RT setempat. Acara ini disambut baik oleh para warga yang antusias dalam menyimak materi dan praktek pembuatan kompos. Mahasiswa juga melakukan monitoring berkala untuk melihat langsung kompos yang dibuat warga secara mandiri.
Kedua, pengadaan bank sampah yang ditempatkan di area strategis, yaitu masjid. Mahasiswa dan warga setempat menetapkan seorang koordinator kemudian bekerja sama dengan pengepul sampah yang berlokasi di RW sebelah untuk pengelolaan yang berkelanjutan. Ketua tim KKN 050, Fathan Nugroho menuturkan harapannya agar program ini berkelanjutan. “Harapannya program ini dapat terus berjalan karena keberhasilan program ini bergantung pada keterlibatan aktif masyarakat. Bank sampah ini, selain sebagai langkah pengolahan sampah dapat juga menjadi penghasilan tambahan untuk kas desa,” ujarnya.
Program KKN di Desa Kopen, Boyolali berlangsung selama 35 hari dan mendapat sambutan hangat baik dari warga maupun pemerintah setempat. Dokumentasi lengkap perjalanan program, termasuk kilas balik inovasi sistem ini dapat disaksikan dalam video aftermovie yang dirilis di kanal Youtube KKN Reguler 050 UMY. Melalui langkah ini, KKN 050 membuktikan bahwa pengabdian merupakan aksi nyata dalam menghadirkan solusi sederhana yang berdampak pada masyarakat luas. []Lal
