Tentang Mencintai Alam

www.Lamboksinaga.com || IG : @Lamboxinaga
Tulisan dari Lambok Sinaga tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sebagai sebuah negeri yang berada di khatulistiwa, kita sepatutnya bersyukur atas segala kekayaan alam dan keindahan yang dimiliki Indonesia. Hamparan laut yang luas, tanah yang subur beserta sumber daya alam yang melimpah membuat iri segala bangsa di dunia hingga banyak yang berusaha menguasai negeri ini di masa lalu. Indonesia juga dikenal karena hutannya yang sungguh luas membentang dari Sabang sampai Merauke. Peran hutan terhadap keseimbangan habitat flora dan fauna sangatlah besar, juga pengaruhnya terhadap keseimbangan oksigen dunia sehingga dikatakan sebagai paru-paru dunia. Selain itu juga sebagai pencegah terjadinya bencana. Keberadaan hutan di Indonesia saat ini perlahan menyusut karena beberapa hal, misalkan seringnya terjadi kebakaran hutan akibat suhu bumi yang memanas karena ozon menipis sehingga mudah terbakar, ataupun karena kesalahan manusia yang lalai. Mengetahui hal ini hendaknya kita mulai merawat alam dan mencintainya seperti mencintai diri kita sendiri, agar keberadaanya tetap terjaga. Alam juga ingin diperhatikan, ingin dicintai, ingin mendapat perlakuan yang baik, sehingga jika hubungan manusia dengan hutannya sehat maka terjadi kehidupan mutual yang harmonis di seluruh negeri.

Adalah Kumparan.com yang dalam rangkaian acara Road Trip Kumparan with All New Toyota Rush membuat sebuah agenda Konservasi Alam yang dilakukan pada hari kedua, bersamaan saat seluruh peserta Road Trip berkunjung ke Taman Nasional Baluran. Kami berkunjung ke hutan mangrove yang terletak di sudut Baluran dan bernama Pantai Bama. Pantai Bama adalah sebuah pantai cantik yang memiliki pasir putih dan menjadi kejutan lain dibalik indahnya Baluran. Saat kami tiba di lokasi ini langsung diserbu kawanan kera yang loncat kian kemari dengan lincahnya. Lalu beberapa wisatawan masih terlihat menandakan daya tarik pantai ini masih ada dan siap berkembang menjadi lebih cantik lagi.





Area pantai ini memiliki hutan mangrove yang luas, namun di beberapa titik terlihat pemandangan miris di mana pohon-pohon disana banyak yang kering dan mati. Setelah mendapat arahan dari tim Kumparan.com, seluruh peserta bergerak menuju lokasi penanaman bibit mangrove dalam kondisi hujan, namun tak mengurungkan niat peserta untuk tetap berbagi kasih kepada alam.





Perasaan yang menyenangkan melihat bibit-bibit mangrove berhasil ditanam oleh para peserta Road Trip Kumparan, ada harapan yang kuat pada batang-batang muda yang tertancap itu. Lestari dan tumbuh suburlah agar hutan mangrove di kawasan ini kembali menjadi cantik, begitu kira-kita yang tersirat di benak kami masing-masing.

Konservasi mangrove yang diadakan oleh Road Trip kumparan hanyalah tindakan kecil yang dilakukan pada satu sudut hutan di Baluran. Jika kegiatan serupa banyak digalakkan di daerah lain seluruh Indonesia, bukankah akan menjadi besar nilai positifnya untuk keberlangsungan hutan kita secara merata. Dengan demikian alam Indonesia bisa kembali menjadi berseri oleh cinta yang diberikan manusia Indonesia, hutan bisa bekerja dengan sehat menjaga keseimbangan kehidupan sekarang dan masa depan.
Lambok Sinaga IG : @Lamboxinaga www.Lamboksinaga.com
