5 Keunikan Habitat Orangutan

Edison 9955 kali gagal menemukan lampu pijar yang menyala. Jika ia berhenti di percobaan ke 9956, mungkin sekarang kita tidak akan punya lampu.
Tulisan dari Lampu Edison tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Orangutan salah satu primata dari jenis Great Apes atau Kera Besar endemik Indonesia dan Malaysia yang hanya ditemukan di hutan Kalimantan dan Sumatera tinggal di habitat yang sangat unik. Orangutan yang berasal dari kata Orang dan Hutan atau Manusia yang tinggal di hutan merupakan satu-satunya primata Kera Besar yang ditemukan berada di luar benua Afrika. Karena Orangutan pada dasarnya tinggal habitat yang sangat unik dan terjadi penurunan luasan habitatnya secara signifikan mengakibatkan penurunan populasi Orangutan.
Habitat asli Orangutan adalah hutan hujan tropis dan hutan tanah gambut di Kalimantan dan Sumatera. Orangutan biasanya hidup di lantai hutan dan di atas pepohonan di bawah kanopi hutan. Namun sayangnya lebih dari 60% habitat asli Orangutan telah rusak selama empat dekade terakhir. Kemudian apa saja keunikan dari habitat asli Orangutan ini.
Orangutan suka mendiami hutan yang subur
Orangutan pada umumnya suka mendiami hutan primer yang subur yang terletak di dataran rendah hingga dataran tinggi sekitar 500 – 1000 mdpl. Habitat asli Orangutan merupakan hutan yang didominasi oleh tanaman dari Famili Dipterocarpaceae. Hutan hujan tropis maupun hutan gambut yang subur menyediakan sumber bahan makanan bagi Orangutan seperti biji-bijian, buah-buahan, kulit kayu dan pucuk daun muda yang melimpah. Dan Orangutan merupakan mamalia arboreal terbesar, artinya Orangutan merupakan mamalia berukuran paling besar yang melakukan setiap aktivitasnya di atas pohon. Karena habitatnya yang merupakan hutan subur, kawasan ini tentunya menarik minat manusia untuk membuka lahan dan digunakan sebagai kawasan perkebunan, pertambangan atau hutan budidaya. Adanya konflik kepentingan ini turut menggusur habitat asli Orangutan dan berpengaruh terhadap menurunnya tingkat populasinya.
Orangutan lebih menyukai kawasan yang tidak terjamah manusia
Orangutan adalah mamalia yang cukup cerdas. Memiliki kesamaan DNA sebanyak 97% dengan DNA manusia menunjukkan bahwa Orangutan mencapai tingkat kecerdasan yang lebih baik dibandingkan hewan lain. Salah satunya adalah mengenali adanya campur tangan manusia. Ketika habitat aslinya dirambah, atau dimasuki oleh manusia Orangutan cenderung berpindah menghindari manusia karena bagi Orangutan manusia merupakan predator. Namun yang sering terjadi akhir-akhir ini adalah banyaknya Orangutan yang masuk ke dalam perkampungan penduduk atau masuk dan mengganggu perkebunan dan dianggap sebagai hama. Hal ini disebabkan Orangutan sudah kehilangan habitat dan sumber makanannya sehingga mencari makanan di kawasan-kawasan yang bersinggungan dengan aktivitas manusia.
Orangutan hidup di pohon-pohon tinggi
Seperti telah disebutkan di atas, Orangutan merupakan mamalia arboreal terbesar yang seluruh aktivitasnya dilakukan di atas pohon. Habitat asli Orangutan didominasi oleh tanaman dari Famili Dipterocarpaceae atau kelompok tumbuhan meranti-merantian. Tumbuhan berkayu dengan diameter yang sangat besar dan ketinggian yang mencapai 70 – 85 m. buahnya yang sangat khas memiliki biji dengan dua sayap—arti harafiah Dipterocarpaceae dalam Bahasa Latin. Keberagaman jenis famili Dipterocarpaceae paling tinggi ditemukan di Kalimantan yang mana beberapa spesiesnya dilindungi karena terancam punah akibat penebangan liar dan konversi lahan. Selain bernilai ekonomi tinggi pepohonan meranti-merantian ini merupakan rumah alami Orangutan sekaligus menyediakan bahan makanan.
Orangutan menjaga hutan tempat tinggalnya
Orangutan dewasa melakukan penjelajahan rata-rata seluas 2-10 km setiap harinya. Hal ini menjadikan Orangutan sebagai salah satu agen penyebar biji tanaman. Fungsi ini sangat penting dalam menjaga kelestarian hutan sebagai habitat asli Orangutan itu sendiri.
Orangutan hanya ditemukan di Kalimantan dan Sumatera
Sebagai mamalia endemik tentunya Orangutan tidak ditemukan ditempat selain hutan Sumatera dan Kalimantan. Orangutan Kalimantan lebih banyak ditemukan di hutan dataran rendah (kurang dari 500 mdpl) dengan daerah jelajah berupa hutan lahan gambut yang lebih banyak terdapat tanaman dengan buah-buah besar kemudian lebih sedikit ditemukan menjelajah hutan kering yang didominasi Dipterocarpaceae dengan jenis Keruing.
Terdapat 13 kantong populasi Orangutan di Pulau Sumatera. Namun menurut WWF hanya terdapat 3 kantong dengan populasi sekitar 500 individu, dan 7 sisanya sekitar 250 individu. Berdasarkan laporan IUCN atau International Union for Conservation of Nature and Natural Resources, selama 75 tahun terakhir populasi Orangutan Sumatera mengalami penurunan sebanyak 80% dan dikategorikan sebagai critically endangered atau sangat terancam punah. Yang mana penurunan populasi ini sangat dipengaruhi oleh pengurangan secara signifikan luas habitat asli Orangutan
Sumber :
https://foresteract.com/orang-utan/
https://www.wwf.or.id/program/spesies/orangutan_kalimantan/
https://www.wwf.or.id/program/spesies/orangutan_sumatera/
https://www.wwf.or.id/cara_anda_membantu/bertindak_sekarang_juga/sahabat_orangutan/
